
tak lama kemudian Dara keluar sudah berpakaian dan raut wajah yang sudah sangat sedih , matanya sudah berkaca-kaca
dia segera memeluk suaminya dengan isakan tangis membuat Bimo juga ikut murung tapi Bimo tidak terlalu mempermasalahkan dia hanya berusaha tenang dan menenangkan istri nya
" tenang lah , aku masih kuat untuk goyang di kasur jadi kamu tidak perlu khawatir , tuhan punya rencana lain " ucap Bimo mengelus Punggung dara untuk menenangkan istri nya
Dara hanya diam dia tidak mengeluarkan kata kata hanya isakan tangis nya yang terdengar
" sudah lah , hentikan tangisan mu , kamu sangat jelek kalau mengeluarkan air mata " ucap lagi Bimo yang sebenarnya air matanya juga menetes
" aku bahagia sekali mas hiks..hiks.." ucap Dara disela tangisan nya membuat Bimo mendorong nya pelan
" apa kamu bahagia karena tidak mengandung anak ku ?? tanya bimo yang sudah mulai emosi
" kamu ngomong apa sih , aku hanya terharu " ucap Dara dan memberkan tes kehamilan nya yang mempunyai dua garis
" kenapa kamu kasih ke aku , apa aku yang selanjutnya tes ?? tanya Bimo bingung
" ihh kenapa kamu bodoh sekali suamiku , coba liat berapa garis yang ada disitu ?? tanya Dara kesal membuat Bimo segera melihat nya
__ADS_1
" astaga , benar kah ini " ucap Bimo kagum
" iya " ucap Dara mulai tersenyum manis ke arah suami nya
" kamu sangat hebat sayang , bisa membuat garis seperti ini padahal tadi belum ada " ucap Bimo membuat Dara membulatkan matanya
" kok kamu sangat nyebelin sih mas , apa kamu tau kalau ada garis dua seperti ini berarti apa ?? tanya Dara
" berarti kamu menggaris nya tadi hahha , apa kamu pikir aku sangat bodoh hingga kamu mau bodohin suamimu ini " ucap Bimo yang membuat Dara sangat kesal
" kamu memang bodoh , sangat bodoh , ini artinya aku hamil tau gak " ucap Dara kesal dan duduk di kasur nya
" hah kok bisa ?? tanya Bimo yang masih bingung
" apa berarti kamu memang hamil ?? tanya lagi Bimo
" iya suami bodoh " ucap Dara membuat Bimo lompat ke atas tempat tidur , dia seperti anak kecil yang keterusan kegirangan
" mas nanti kasur nya rusak , kamu sudah besar Make loncat loncat " ucap Dara yang menggeleng kan kepalanya melihat tingkah sang suami
__ADS_1
" Dara apa kamu tau sebentar lagi aku akan di panggil ayah , pasti itu sangat lucu " ucap Bimo
" iya iya " ucap Dara memaklumi sikap sang suami
" jangan sampai anak ku nanti kaya dua anak cicak itu " ucap lagi Bimo yang seketika membuat wajah nya berubah kesal mengingat tingkah sang kembar
" ahh istriku sangat cantik dan hebat " lanjut Bimo memeluk istrinya , entah mengapa Bimo sudah seperti bunglon yang berubah rubah yang tadi nya kesal tiba tiba senang
Bimo turun ke perut dara dan mengelus nya dengan lembut
" kalau sudah lahir jangan seperti tingkah dua anak cicak itu ya , kamu harus mengikuti sikap ayah mu ini " ucap Bimo
" jangan sampai anak ku nanti mengikuti sikap mu yang sangat bodoh itu " gumam Dara
" aku akan libur hari ini karena ayah mu akan menjagamu dan ibu mu " ucap Bimo yang membuat Dar lagi lagi membulatkan matanya
" mas jangan keluarin sikap bodoh mu lagi , aku biaa jaga diri sendiri , dan lagian aku hanya dirumah tidak kemana mana " ucap Dara
" kalau kamu tidak mau dijaga berarti anak ku yang aku jaga " ucap Bimo
__ADS_1
" itu sama saja mas " ucap Dara
" kamu diam gak , aku akan menjaga dengan jiwa dan ragaku aku tidak kan membiarkan anak ku seperti adik nya anak cicak " ucap Bimo