
"dia mengancamku membawa kedua putraku dan memaksaku menikah dengannya "ucap Yuli yang yang membuat mereka bingung
"dia siapa apa "kini giliran zei yang bertanya
"orang yang paling kubenci yang ternyata orang itu presdir di perusahaan tempat aku kerja "ucap Yuli yang membuat Nurul menurutkan matanya karena sudah mengetahui tempat kerja Yuli kecuali kedua orang tuanya yang bingung sekaligus emosi mendengar seseorang mengancam Yuli
"belum dikasih pelajaran tuh orang" ucap zei geram
" siapa nama Presdir yang diperusahaanmu Yuli ?? tanya zei dengan wajah yang sudah memerah
" Aidil " ucap lirih Yuli yang membuat Yani dan zei melototkan matanya sempurna
" a-apa Aidil " ucap gugup Yani sedangkan Yuli hanya menganggukan kepalanya pelan
" ayo kita pulang ,Yuli mau istirahat" ucap zei tegas yang membuat Yani dan Nurul tidak bisa berkata apa-apa
" kalau begitu kami pulang ya , jaga diri kamu dan cucu mami baik baik " ucap Yani tersenyum tulus
__ADS_1
" baiklah mi ,hati hati dijalan " ucap Yuli dan diangguki oleh Yani dan Nurul sedangkan zei sudah lebih dulu pergi
....
kini mobil zei sedang melaju ke arah apartemen Aidil didalam mobil sangat hening tidak ada yang bisa bicara melihat wajah zei yang dipenuhi oleh Amara
tak butuh berapa lama ,kini mobil mereka sudah terparkir di depan apartemen dengan langkah cepat zei memasuki apartemen diikuti oleh istri dan anaknya
mereka tau pasword apartemen Aidil sehingga memudahkan mereka memasukinya tanpa mengetok pintu terlebih dahulu
saat masuk ke apartemen dilihat seseorang laki laki yang sedang bercanda gurau dengan asistennya tiba tiba dari arah samping hantaman melayang begitu saja mengenai pipi sebelah kanan Aidil
adil langsung terjatuh ke lantai meringis kesakitan ,dengan segera Aidil ingin membalasnya tapi matanya tertuju pada seseorang yang memukulinya tadi ,hingga Aidil hanya bisa bertanya tanya dalam hatinya
" ada apa ini kenapa kalian tiba tiba datang memukul aku "
" kenapa papi ,memukulku ,apa salahku ?? tanya Aidil heran sambil memegang pipinya yang lebam
__ADS_1
" kamu masih nanya , apa salahku " ucap zei dengan suara penuh amarah
" apa kamu tau hah , papi selalu bangga denganmu dan ternyata sifat kamu sebenarnya sangat menjijikan , itu yang membuat papi malu mempunyai anak sepertimu " ucap zei dengan suara tinggi membuat Bimo yang disana hanya menundukkan kepalanya
" maksud papi apa ,Aidil benar benar tidak mengerti yang papi ucapkan barusan " ?? tanya Aidil lagi yang bingung apa yang dimaksud oleh papinya
" papi selalu percaya padamu , dan papi kira kamu tidak mau menikah karena sibuk dengan pekerjaan, ternyata kamu lebih menyukai bermain wanita diluar sana ," ucap zei yang tidak peduli lagi apa yang diucapkannya
" tapi itu bagi aidil cuma sebagai hiburan saja Pi tidak lebih " ucap Aidil menjelaskan membuat papinya ingin melayangkan tamparan tetapi tangannya ditahan oleh istrinya
" udah Pi ,kasian Aidil " ucap Yani berlinang air mata
" apakah kamu tau berapa wanita yang sudah kamu sakiti hanya dengan hiburanmu doang , dan apakah kamu tau hiburanmu itu membuat wanita yang kamu tiduri kehilangan masa depannya " ucap zei sambil menunjuk nunjuk kearah wajah Aidil
" tapi ....." ucapan Aidil dipotong oleh zei
" papi mau kamu berusaha untuk merubah sikap kamu ,berhenti bermain wanita lagi , papi dan mami harap kamu bisa menaklukan hati Yuli yang dipenuhi kebencian kepadamu , anak kamu butuh seorang ayah walaupun Yuli sangat membencimu tapi papi yakin suatu saat nanti kamu pasti bisa merebut hatinya , teruslah berusaha tapi jangan kamu berani mengancam mereka dengan kekuasaanmu itu ,dia bakalan tambah benci terhadapmu , camkan kata kata papi baik baik " ucap zei dengan suara yang sudah tenang dan melangkahkan kakinya keluar meninggalkan Aidil yang masih mencerna kata kata papinya
__ADS_1
" nak ,mami akan sangat senang jika kamu bisa merebut hati Yuli dan menikah dengannya " ucap Yani dan ikut melangkahkan kakinya
" tu kak ,dengar baik baik , Nurul bakalan bantu kakak kok jadi kamu gak usah sedih gitu , hah banci " ledek Nurul dan berlari meninggalkan Aidil yang kesal dengannya