
"siang adik kakak yang paling cantik, apa uangmu masih banyak apa perlu kakakmu ini memberikan uang lagi hmm "ucap Aidil dengan nada sombong
"iya cepat transfer, gara-gara kamu aku bela-belain tidak berangkat bekerja tahu "ucap Nurul kesal
"baiklah baiklah karena adek cantik Kakak ini sangat pintar dan imut maka Kakak akan memindahkan mulai sekarang ke perusahaan cabang di mana bundanya Alfa sama Alfi dulu bekerja "ucap Aidil tersenyum tipis
"loh kak kak boleh gitu dong kok ma aku maunya di perusahaan pusat bukan di cabangnya "protes Nurul tidak terima
"tenang, ini hanya sementara jika aku sudah menikah dengan Yuli maka kamu bisa bekerja lagi di perusahaan pusat "ucap Aidil
"terus apa hubungannya dengan Yuli? tanya Nurul
"ya pasti ada lah sekarang Yuli sudah menjadi sekretaris ku dan sebentar lagi akan menjadi istriku hahaha jadi jangan halangi Kakak atau kamu mau Yuli tahu kalau kita adalah saudara kandung dan akan membencimu seperti diriku karena telah berbohong "ucap aidiil dan ancaman yang membuat Nurul menggelengkan kepala cepat
"baiklah kalau begitu, mulai sekarang jangan datang lagi ke perusahaan pusat sebelum aku memberi perintah " pinta Aidil
"Eddy unda enapa ( Deddy bunda kenapa) ??? tanya Alfa yang tidak tahu apa yang dibicarakan kedua orang dewasa tersebut
"bunda tidak apa-apa , ayo kita main" ucap Aidil kepada anaknya
kini Yuli sedang diajarkan oleh asisten Aidil bagaimana seharusnya bekerja menjadi seorang sekretaris
__ADS_1
Bimo menerangkan secara detail dan jelas yang membuat Yuli bertepuk tangan
" wah , kamu hebat pak Bimo, saya saja sampai kagum dengan penjelasan bapak "ucap Yuli
"aduh nona jangan panggil saya begitu dong, saya seperti sudah tua saja hehehe "ucap Bimo
"oh baiklah terus saya harus manggil Tuan seperti apa?? tanya Yuli
"panggil saja dengan sebutan Bimo jangan dilebih-lebihkan atau dikurang kurangkan" ucap Bimo
"oke baiklah, tapi kamu juga jangan panggil saya nona "Saut Yuli
"lah apa hubungannya dengannya?? tanya Yuli bingung
"ya maaf nah tolong jangan memaksa saya, aku masih mau umurku panjang "ucap Bima memohon
"ah baiklah-baiklah, terserah kamu saja"ucap Yuli yang tidak mau ambil pusing
"kalau begitu saya pamit dulu ya "lanjut Yuli dan diangguki oleh Bimo
kini Yuli sedang menelpon Nurul tapi tak kunjung diangkat membuat Yuli terpaksa berjalan kaki ke ke halte bus
__ADS_1
"biarkan saja lah mungkin menurun sedang sibuk, aku duluan saja "gumam Yuli
sekitar lebih 10 menit Yuli menunggu kendaraan tapi tak kunjung datang membuat judul kesal, tapi tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depannya
"mobil siapa ini kok berhenti di depanku "gumam Yuli tapi tak lama kemudian turunlah seseorang yang menggunakan kacamata hitam
"Bimo"ucap Yuli kaget
"apa anda butuh tumpangan Nona ?? tawar Bimo
karena bosan menunggu dulu terpaksa menganggukkan kepalanya
" apa Anda tidak kerepotan mengantarkan saya?? tanya Yuli
"tidak apa-apa nona, karena anda juga sudah menjadi majikan saya"ucap Bimo sopan
"sejak kapan aku jadi majikanmu, aku bukan majikanmu tau " ucap Yuli kesal
"terserah anda saja nona tapi saya tetap menganggap anda majikan saya " ucap lagi Bimo
" terserahmu saja"ucap Yuri kesal dan naik ke atas mobil
__ADS_1