
dengan menggunakan stelan jas warna hitam kacamata warna hitam Aidil memasuki butik tanpa sepengetahuan Yuli
saat memasuki butik dia melihat perempuan yang sedang bersantai dengan memakan cemilan yang ada didepannya dengan kesal Aidil menghampirinya
" hei , kalau boleh tau siapa bos dari butik ini " ucap dingin Aidil
mata perempuan tersebut tidak bidah berkedok melihat pemandangan yang ada di depannya
" hei nyonyah ,apa anda masih hidup " ucap Aidil membuat wanita tersebut salah tingkah
" eeh maaf , ada apa ya " ucap wanita Tersebut sambil tersenyum
" siapa pemilik butik ini " ucapnya nada dingin
" ohh maaf tuan saya pemiliknya " ucapnya dengan suara manja membuat Aidil jijik melihat wanita tersebut
" apa kamu tau mempekerjakan calon istriku adalah sesuatu yang akan membawamu pada kehancuran " ucap Aidil sinis membuat wanita tersebut keringat dingin
" ma- ma_f tuan saya tidak mempekerjakan calon istri anda sebagai pembantu " ucap wanita tersebut gugup karena ketakutan
" siapkan ruangan kosong disini dan suruh karyawannya yang bernama Yuli menemui saya " ucap Aidil dan diangguki oleh pemilik butik
Yuli yang sedang bersih bersih tidak mengetahui bahwa Aidil berada di butik dimana dia bekerja
tiba tiba seseorang memanggilnya
__ADS_1
" maaf Bu Yuli , ada yang mau berjumpa dengan ibu " ucap bos butik tersebut gugup sedangkan Yuli merasa aneh dengan sikap bosnya"
" anda kenapa Bu " tanya Yuli tapi hanya mendapat gelengan kepala dari bos butik tersebut
" sekali lagi maaf Bu, ampuni saya " ucap bos nya tersebut membuat Yuli bingung
" aduh bos ,bos kenapa sih " ucap Yuli
" ada yang mencari anda , dia sedang menunggu di ruangan saya" ucap bos butik tersebut gugup
" memangnya siapa ?? tanya Yuli
" dia larang saya memberi tahu ibu namanya ,katanya kamu harus kesana " ucap wanita tersebut
" baiklah ,apakah bos bisa mengantar saya ," ucap Yuli
" suami aku kan gak ada suami " gumam Yuli
dengan langkah gontai Yuli dan pemilik butik tersebut sudah sampai didepan pintu
" kalau begitu saya permisi dulu Bu Yuli ,selamat bersenang senang" ucap pemilik butik tersebut dan berlari meninggalkan Yuli yang masih diambang kebingungan
ceklek
Yuli membuka pintu ruangan tersebut dan betapa kagetnya dia saat melihat laki-laki yang sedang duduk bersantai di sofa
__ADS_1
" kamu " ucap Yuli kaget
" ya aku , silahkan anda duduk calonku " ucap Aidil dengan senyuman tipis
" apa aku salah dengar , " sindir yuli ketus
" kalau begitu duduklah sebentar ada hal yang aku ingin omongin sama kamu " ucap Aidil
" kalau aku tidak mau , kamu mau apa hah " ucap Yuli sinis membuat Aidil tersenyum kecut
" ohh baiklah ,kalau kau gak mau ,apakah kamu mau tempat kerjamu ini rata dengan tanah besok ??? ucap Aidil mengancam
" maksud kamu apa " ucap Yuli dengan nada serius
" maksudku kalau kamu gak mau duduk disini sebentar aku akan ratakan butik ini dengan tanah , apa kamu masih belum mendengarnya " ucap Aidil dengan senyuman penuh kemenangan
" baiklah kalau begitu aku beri waktu lima menit" ucap Yuli dan ikut duduk di sofa samping Aidil
" oke sekarang cepat apa yang ingin kamu katakan " ucap Yuli
" kamu makin membuatku jatuh cinta dengan wajah jutekmu itu ,aku tidak sabar ingin menikahimu " ucap Aidil yang membuat Yuli emosi mendengar ucapan yang keluar dari mulut Aidil
" kamu pikir aku ini apa ,mainan yang bisa kamu mainin seenaknya atau menurutmu aku ini wanita malam yang suka kamu tiduri ,,, GAK , GAK sama sekali " ucap Yuli dengan nada tinggi
" oke kalau begitu gimana kalau kamu mengundurkan diri dari butik ini dan bekerjalah sebagai sekertaris ku di perusahaan" ucap Aidil
__ADS_1
" saya tidak butuh " ucap Yuli tegas
" baiklah kita lihat apa yang terjadi selanjutnya" ucap Aidil melangkah pergi