Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
manjat pohon mangga


__ADS_3

zei dan Aidil langsung masuk karena rumah tersebut hanya pagar kayu tidak mempunyai pintu


" pak ongkosnya " teriak tukang ojek tersebut ngos ngosan


" nanti , tunggu kami selesai " jawab zei dan diangguki oleh tukang ojek tersebut


zei dan Aidil masuk dan melihat beberapa anak anak yang bermain membuat mereka berdua langsung melangkah ke arah mereka


" boleh minta mangga gak ?? tanya Aidil langsung pada intinya


" Dil kamu minta mangga gak ada sopan sopan nya " ucap zei berbisik ke arah Aidil


" kelamaan Pi " jawab Aidil


" om mau mangga ?? tanya salah satu bocah tersebut


" iya dek , boleh gak kami ambil beberapa buah ?? tanya Zei


" boleh om " jawab bocah tersebut


" ayo cepat ambil Dil , sudah dikasih tu " ucap zei


" tunggu Pi memangnya papi yakin kalau mereka yang punya ?? tanya Aidil curiga karena langsung di kasih begitu saja


" iya juga ya " ucap zei


" memangnya siapa di antara kalian yang punya pohon mangga itu ?? tanya Zei

__ADS_1


" saya om " jawab bocah laki laki yang mungkin masih berumur 11 tahun


" kami boleh ambil kan ?? tanya Zei


" boleh om tapi tidak gratis " jawab lagi bocah laki-laki tersebut


" hah kan tadi katanya ambil saja " ucap Aidil protes


" kan bukan saya yang bilang om , " jawab bocah tersebut


" yaudah berapa ?? tanya Zei tidak mengambil pusing


" hmm kami disini 3 orang , tiap orang harus 100 ribu , jadi harganya 300 rb " ucap bocah tersebut yang membuat Zei dan Aidil membulatkan matanya


" memang harus hitung per orang kan kami mau mangga bukan beli kalian " ucap Aidil


" kasih aja Dil dari pada kamu keliling naik sepeda " ucap zei


" pak lama amat " ucap tukang ojek yang ikut masuk


" kamu ini berisik amat , kalau disuruh tunggu ya tunggu " ucap kesal Zei


" tapi .... " ucapan tukang ojek terpotong oleh zei


" tidak ada tapi tapi kamu sana tunggu " ucap ngeggas zei


tukang ojek tersebut langsung duduk di lantai teras

__ADS_1


" gimana om mau gak , kalau mau ambil sepuasnya ?? tanya lagi anak kecil tersebut


Aidil mengambil dompet nya dan mengeluarkan 3 lembar uang merah dan memberikan ke bocah tersebut


" terimakasih , silahkan ambil sepuasnya " ucap bocah tersebut dan pergi begitu saja


" mas panjatkan pohon mangga itu " pintah Aidil


" kok saya mas ?? tanya tukang ojek tersebut


" Dil kamu saja kan istri mu suruh agar kamu di Vidio untuk bukti " ucap zei dan dengan terpaksa Aidil melangkah ke arah pohon mangga tersebut


" mas awas jatuh , kasihan tanah nya gak salah apa apa kalau mas nya jatuh" teriak tukang ojek tersebut


" Lo diam gak kalau Lo ngomong lagi tu motor butut Lo gue lempar ke parit " teriak Aidil sudah emosi membuat tukang ojek tersebut ciut


" canda mas " ucap lirih tukang ojek tersebut


" papi cepat Vidio " teriak Aidil dan diangguki oleh papinya


" Aidil memanjat pohon dengan sekuat tenaga membuat tukang ojek yang duduk melihat nya tertawa berbahak bahak


" hahaha , susah amat manjat mas " ucap tukang ojek tersebut


" diam gak " teriak Aidil dan zei bersamaan yang kembali membuat tukang ojek tersebut diam


" ada apa ini " ucap seseorang yang baru keluar dari rumah

__ADS_1


__ADS_2