
zei dan Aidil langsung masuk karena rumah tersebut hanya pagar kayu tidak mempunyai pintu
" pak ongkosnya " teriak tukang ojek tersebut ngos ngosan
" nanti , tunggu kami selesai " jawab zei dan diangguki oleh tukang ojek tersebut
zei dan Aidil masuk dan melihat beberapa anak anak yang bermain membuat mereka berdua langsung melangkah ke arah mereka
" boleh minta mangga gak ?? tanya Aidil langsung pada intinya
" Dil kamu minta mangga gak ada sopan sopan nya " ucap zei berbisik ke arah Aidil
" kelamaan Pi " jawab Aidil
" om mau mangga ?? tanya salah satu bocah tersebut
" iya dek , boleh gak kami ambil beberapa buah ?? tanya Zei
" boleh om " jawab bocah tersebut
" ayo cepat ambil Dil , sudah dikasih tu " ucap zei
" tunggu Pi memangnya papi yakin kalau mereka yang punya ?? tanya Aidil curiga karena langsung di kasih begitu saja
" iya juga ya " ucap zei
" memangnya siapa di antara kalian yang punya pohon mangga itu ?? tanya Zei
__ADS_1
" saya om " jawab bocah laki laki yang mungkin masih berumur 11 tahun
" kami boleh ambil kan ?? tanya Zei
" boleh om tapi tidak gratis " jawab lagi bocah laki-laki tersebut
" hah kan tadi katanya ambil saja " ucap Aidil protes
" kan bukan saya yang bilang om , " jawab bocah tersebut
" yaudah berapa ?? tanya Zei tidak mengambil pusing
" hmm kami disini 3 orang , tiap orang harus 100 ribu , jadi harganya 300 rb " ucap bocah tersebut yang membuat Zei dan Aidil membulatkan matanya
" memang harus hitung per orang kan kami mau mangga bukan beli kalian " ucap Aidil
" kasih aja Dil dari pada kamu keliling naik sepeda " ucap zei
" pak lama amat " ucap tukang ojek yang ikut masuk
" kamu ini berisik amat , kalau disuruh tunggu ya tunggu " ucap kesal Zei
" tapi .... " ucapan tukang ojek terpotong oleh zei
" tidak ada tapi tapi kamu sana tunggu " ucap ngeggas zei
tukang ojek tersebut langsung duduk di lantai teras
__ADS_1
" gimana om mau gak , kalau mau ambil sepuasnya ?? tanya lagi anak kecil tersebut
Aidil mengambil dompet nya dan mengeluarkan 3 lembar uang merah dan memberikan ke bocah tersebut
" terimakasih , silahkan ambil sepuasnya " ucap bocah tersebut dan pergi begitu saja
" mas panjatkan pohon mangga itu " pintah Aidil
" kok saya mas ?? tanya tukang ojek tersebut
" Dil kamu saja kan istri mu suruh agar kamu di Vidio untuk bukti " ucap zei dan dengan terpaksa Aidil melangkah ke arah pohon mangga tersebut
" mas awas jatuh , kasihan tanah nya gak salah apa apa kalau mas nya jatuh" teriak tukang ojek tersebut
" Lo diam gak kalau Lo ngomong lagi tu motor butut Lo gue lempar ke parit " teriak Aidil sudah emosi membuat tukang ojek tersebut ciut
" canda mas " ucap lirih tukang ojek tersebut
" papi cepat Vidio " teriak Aidil dan diangguki oleh papinya
" Aidil memanjat pohon dengan sekuat tenaga membuat tukang ojek yang duduk melihat nya tertawa berbahak bahak
" hahaha , susah amat manjat mas " ucap tukang ojek tersebut
" diam gak " teriak Aidil dan zei bersamaan yang kembali membuat tukang ojek tersebut diam
" ada apa ini " ucap seseorang yang baru keluar dari rumah
__ADS_1