
"yang pertama, mengapa anda bekerja di perusahaan ini? tanya Aidil yang tidak tahu mau menanyakan apa selain pertanyaan diatas
"mungkin dulu pas saya masih di tes saya sudah menjawab pertanyaan yang tuan tanyakan "ucap Yuli datar
"tapi bukan saya yang ada di situ bukan"ucapan Aidil yang berniat memojokkan Yuli
"baiklah, alasan saya bekerja disini karena saya ingin memenuhi kebutuhan hidup saya dan anak-anak saya dari laki-laki yang tidak mempunyai rasa kemanusiaan sama sekali itu saja"ucap Yuli dengan amarah yang sudah tidak bisa ditahan lagi, satu persatu tetesan air mata sudah jatuh begitu saja
bagai tamparan bagi aidil yang mendengar ucapan Yuli kini keadaan berubah drastis sekarang bukan Yuli yang di pojokan tetapi Aidil
"saya permisih " ucap Yuri yang ingin hendak pergi tapi lagi-lagi ditahan oleh Aidil
"bisakah anda melepaskan tangan saya dari tanganmu yang kotor"lanjut Yuli
tapi bukannya Aidil melepaskan tangan Yuli tapi dia malah memeluk erat membuat Yuli mendorongnya tapi tenaganya tidak seimbang dengan tenaga aidil
ini Yuli yang berada di pelukan yuk Aidil menangis sejadi-jadinya
"lepaskan aku brengsek"teriak Yuli yang tidak terima dengan pelukan Aidil
"maafkan aku, apakah aku masih bisa mempertanggungjawabkan yang sudah perbuat padamu"ucap Aidil dengan suara lembut
__ADS_1
"hahaha apa yang anda ucapkan Tuan , itu sangat lucu" ucap yuli dengan sinis sambil meronta dilepaskan
"bagaimana jika aku memaksamu untuk menikah denganku" ucap Aidil yang tak kalah sinis
"itu tidak akan mungkin, saya tahu anda berkuasa di sini tapi jangan samakan aku dengan wanita malammu itu "ucap Yuli yang membuat Aidil geram
"kalau begitu saya akan membawa anak-anakku dan tinggal bersamaku"ucapan aidil dengan nada serius yang membuat dia tersenyum kecut
"apa saya tidak salah dengar Dengan ucapan Anda Tuan, Anda bilang" anak kamu"hahaha itu bukan anak kamu, itu anak saya yang kamu tidak inginkan bukan hah, iya memang benar kamu laki-laki satu-satunya yang meniduriku tapi jangan harap kamu bisa mengambil mereka dariku karena mereka juga akan membencimu kelak seperti diriku membenci dirimu"ucap Yuli dengan emosi membuat Bimo yang diluar segera masuk menerobos masuk
"tuan apa yang terjadi?? tanya Bimo
yuli dengan langkah cepat berlari ke ruangan sambil menghapus air matanya yang terus mengalir
" hai yuli, apa kamu baik-baik saja? tanya Dara yang melihat Yuli seperti habis menangis
tanpa menjawab pertanyaan Dara yang masih diambang kebingungan di sana
" *apa dia dipecat , kasihan sekali nasibmu Yul ,apa aku minta izin aku ingin ke rumahnya kasihan sekali dia baru berapa minggu pekerja sudah dipecat begitu saja" gumam Dara
" nanti malam saja lah" lanjut darah bergumam*
__ADS_1
ini sedang menunggu kendaraan umum sambil menunggu dulu menghubungi Nurul untuk membawa kedua putranya pulang
trutt
trutt
trutt
" halo Yul , ada apa ?? tanya seseorang dari balik telfon
" segera bawa pulang Putra aku, aku sudah pulang kerja "ucap Yuli lirih
"kamu kenapa Yul ?? tanya Nurul yang mendengar suara Yuli seperti sedang terjadi apa apa dengannya
tutt
Tut
Tut
telepon langsung dimatikan oli secara sepihak
__ADS_1