Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Akhir nya .. Home sweet home


__ADS_3

Setelah 7 hari di rawat di rumah sakit dan luka-luka nya berangsur membaik, Aryo dan Galuh di perbolehkan pulang dan mendapat cuti dari kesatuan nya untuk memulihkan kondisi kesehatan nya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam asrama lagi.


Kegiatan di Gunung Merapi masih berlangsung karena program dari kesatuan nya selama kurang lebih 2 minggu. Sehingga Topan dan yang lain nya masih menghabiskan waktu dan bakti nya di leana hingga akhir program.


Zul dan Satrio pun masih tinggal disana dan perlahan Zul mencoba untuk move on dari sosok Andrea yang manis dan menggemaskan itu. Dia sadar cinta nya tak boleh berlanjut karena ada hati yang harus di jaga nya.


Andrea yang kampus nya masih libur mencari kegiatan dengan merawat Aryo selama sakit. Dan genap 2 minggu kesehatan Aryo benar-benar pulih apalagi setiap hari di tungguin oleh kekasih nya. Memang obat yang mujarab itu hati yang gembira dan perasaan bahagia.


Minggu ke 3 Aryo sudah harus kembali ke Asrama dan orang tua serta adik nya ikut serta mengantar kan ke Surabaya, memastikan Aryo baik-baik saja.


Di Asrama mata Myrna tampak jelalatan mencari sosok pemuda yang mulai mencuri hatinya. Aryo yang mengetahui gelagat adiknya hanya segera mencari keberadaan sahabatnya. Ternyata saat itu Tofan sedang sholat di masjid yang berada satu komplek dengan mess nya. Anak itu memang rajin berjamaah tak meninggalkan kebiasannya waktu di rumah dan pesantren.


Tofan terlihat fresh dan berseri ketika bertemu dengan Myrna jujur saja dia juga tertarik dengan adik Sahabat nya itu namun dia tahu Myrna serang menjalin hubungan dengan Tito. Jadi selama ini dia sekedar mengagumi saja.


Aryo memberi kesempatan pada Tofan dan Myrna untuk pendekatan karena Aryon tahu Myrna sudah tidak ada hubungan dengan Tito sepulang dari Jogjakarta kemarin. Myrna sudah sepakat memutuskan cinta nya karena Tito yang prosesif dan suka bersikap kasar.


Namun Aryo sengaja tak menceritakan pada Tofan agar sahabatnya itu berusaha sekuat tenaga nya untuk mendekati Myrna yang Jinak-jinak merpati.


Mereka tertawa bahagia dan memberikan bingkisan makanan untuk teman-teman Aryo sebagai rasa syukur karena Aryo diberikan keselamatan saat musibah kemarin.


Tofan yang sedang bercanda dengan Myrna mendadak memasang wajah datar ketika melihat Myrna menerima telpon dari seseorang yang dikira nya pacar Myrna. Setelah selesai menelpon Tofan mengambil jarak dengan Myrna dan berpamitan untuk kembali ke Mess nya. Tentu saja sikap Tofan yang dingin membingungkan Myrna dia jadi merasa berbuat salah omong atau sikap nya menyakiti perasaan Tofan.


Namun Myrna juga gengsi untuk menanyakan perubahan sikap Tofan sehingga dia hanya menganguk ketika Tofan berpamitan dengan nya. Dengan langkah lesu Myrna kembali ke tempat Abang nya berada. Matanya sedikit berembun karena hatinya kecewa dengan sikap Tofan yang berubah tiba-tiba.


Aryo yang mengetahui perubahan mood adiknya itu hanya memperhatikan saja tanpa berniat menanyakan penyebabnya, namun dia sedikit bisa menebak jika ada hubungannya dengan Tofan yang tak ikut datang menghampiri mereka.

__ADS_1


"Tofan kemana dek? " tanya Aryo sambil meletak kan ponsel nya. Dia habis melakukan video call dengan Andrea.


"Ngantuk katanya Mas, dih aneh jauh-jauh dijabanin kemari malah dicuekin. " serunya kecewa.


Bunda mengernyitkan dahinya melihat Si bungsu berceloteh.


" ngantuk giman, orang tadi kata anak-anak seharian dia tidur karena tak ada kegiatan dan baru bangun saat sholat dhuhur! " jawab Aryo kesal. Dia tahu Tofan sedang berbohong pada adiknya dan dia nanti akan menanyakan langsung pada sahabatnya itu. Untuk saat ini biarkan mereka quality time terakhir sebelum orang tua dan adiknya pulang ke rumah.


Setelah keluarga nya berpamitan pulang, Aryo bergegas memasuki kamar nya dan mendapati Tofan sedang mengerjakan sesuatu di buku nya. Dia melirik sekilas sahabat nya yang terlihat menenteng 1 ransel besar berisi pakaian nya.


"Lho Papi dan Bunda kamu sudah pulang Ar,? " tanya nya sambil meletakkan bolpoin di meja.


"Yoi. Kan mereka besok sudah dinas lagi. " jawab nya sambil membongkar ransel nya dan mengeluarkan beberapa pakaian ganti nya. Tofan membalikkan tubuhnya menghadap Aryo.


Dia menatap kegiatan teman nya yang baru sembuh dari koma itu dengan mata memicing. Aryo yang sedang di perhatian dari tadi pura-pura cuek dan menghiraukan tapi dia tahu Tofan pasti akan menanyakan Myrna.


Aryo tak menanggapi lalu dia membaringkan tubuh nya ke atas ranjang. Rasanya badan nya terasa penat dan ingin memejam kan mata barang sejenak.


" Ngantuk Bro! rehat dulu" balas Aryo sambil menutup wajah nya dengan bantal, sambil menahan tawa dia pura-pura tidur. Tofan menggaruk kepala nya yang tak gatal dan dia pun kembali duduk di kursi belajar nya.


" Mau tanya apa? " suara Aryo dari balik bantal terdengar lirih.


Tofan tersenyum sambil mendekati Aryo,


" sebenarnya Myrna udah punya pacar belum? "

__ADS_1


"Udah! " jawab Aryo sambil tersenyum walapun dia tahu kalau Tofan tak bisa melihat senyum nya.


Duh gusti terhambat dong gue, batin Tofan kecewa. Aryo membuka bantal yang membekap wajahnya. Lalu melemparkan bantar itu ke arah Tofan. Dan jatuh menimpa kaki nya.


" ngapa? tanya Myrna? naksir lu sama adik gue? "


Tofan memamerkan deretan giginya nya yang tertata rapi " sebenarnya iya, tapi gue gak mau jadi pebinor..!


Aryo mendelik lucu mendengar perkataan lelaki di hadapan nya itu. "Apaan Pebinor?! "


"Perebut bini orang lah! "


Aryo makin tertawa geli mendengar istilah Tofan, lalu dia memberi clue pada teman nya kalau Myrna udah jomblo.


"Lu beneran cinta adek gue? kalau iya berjuang dong! jangan lembek jadi cowok! udah gue restuin lu, daripada dia jalan lagi sama cowok temperamen itu! "


Tofan mendelik mendengar perkataan Aryo, lalu dia mendekati bed tidurnya.


"Maksud lu apa? apa dia dah putus sama pacar nya? serius? " berondong nya bertubi-tunu.


Karena tak ingin mempermainkan sahabat yang sudah menolong nyawa nya itu akhirnya Aryo menceritakan kalau Mytna sudah putus cinta dan sudah bertekad tak mau bertemu dengan Tito lagi.


Tofan bernafas lega seolah mendapatkan Jack pot milyaran rupiah. Aryo merestui jika Tofan ingin mendekati Myrna tapi dengan syarat dia harus serius dan tak mempermainkan adik kesayangan nya itu. Dia menyesal tadi sudah cuek pada gadis pujaan nya karena rasa cemburu yang tak beralasan. Dia pun minta ijin sama Aryo untuk menelpon Myrna, karena hari itu hari libur para taruna bebas menggunakan ponsel nya untuk berkomunikasi dengan keluarga.


Segera dia menelpon Myrna yang saat itu masih berada di bandara Juanda menunggu jadwal take off pesawat nya ke Jakarta.

__ADS_1


Myrna terkejut ketika melihat nama Tofan di daftar panggilan ponsel nya, lalu Tofan meminta maaf dan mulai menembak Murna dan berjanji saat pesiar berikutnya akan datang ke Jakarta untuk menemui nya.


Selama perjalanan Wajah gadis itu terlihat ceria dan tak henti nya tersenyum. Bunda dan Papi hanya saling berpandangan curiga kenapa gadis bungsu nya yang tadi cemberut tiba-tiba berubah jadi ceria.


__ADS_2