
Hari ini Bimo dan Bunda datang ke rumah Andrea. Mereka berdua meminta izin pada Papa Andrea untuk mengajak Andrea berkunjung ke asrama Aryo. Selama ini memang Papa Andrea melarang nya mendatangi laki-laki duluan.
Dengan berbekal keyakinan dari Bunda, Bimo maju mendekati orang tua Andrea. Tak di sangka Papa Andrea mengizin kan tanpa perlawanan. Dengan 1 syarat Andrea harus selalu dengan Bunda atau Myrna. Karena waktu yg di pilih saat weekend jadi andrea tak perlu meminta izin di ketua kelasnya. lagian sekarang sudah tak ada mata kuliah lagi tinggal menanti sidang untuk skripsi saja.
Mereka berangkat berempat, Dan Bimo sendiri yg mengawal sebagai laki-laki. Papi tak bisa berangkay karena harus ke Singapore ada meeting selama 3 hari. Untuk menyingkat waktu mereka naik Pesawat dari Jakarta ke Surabaya dan akan di jemput oleh anak buah Papi yg ada di kantor cabang Surabaya.
Andrea sudah gelisah bingung akan memulai darimana jika bertemu dengan kekasihnya. Namun Bunda selalu menguatkannya dan mencoba memberikan suport pada Andrea. Dia harus bisa mengambil hati kekasihnya lagi.
__ADS_1
Kurang lebih 2.5 jam total perjalananan sampai ke Asrama. Memang weekend ini acara pesiar ataupun kunjungan bagi orang tua calon kadet. Aryo tak mengetahui jika akan di kunjungi keluarganya. Karena itu dia juga tak mempersiapkan diri menunggu. Kegiatannya sepanjang pagi ini hanya bersantai di ruang olah raga. Aryo yg hoby main basket asyik mengejar si bundar itu bersama beberapa rekannya.
Seorang Sisun (Adik tingkat) masuk ke dalam ruang olahraga. Memberi hormat sebentar para mentor (kakak tingkat) nya kemudian menyampaikan berita bahwa SERMATUTAR ARYO sedang ada kunjungan keluarga. Setelah menyampaikan berita itu Sisun yg masih berada di tingkat kedua itu undur diri.
Aryo mohon ijin untuk menemui tamunya Dia heran kenapa keluarga berkunjung padahal baru 2 Minggu yg lalu dia pulang. Andrea yg sengaja di sembunyikan oleh Bunda di ruang sebelah tampak gelisah. Beberapa saat kemudian Aryo telah berganti seragam dan menemui keluarga nya.
Dia melihat Bunda, Mas Bimo dan Myrna yg sumringah. Aryo tak menaruh curiga dg kehadiran Andrea.
__ADS_1
"Waalaikum salam Nak. Apa kabarnya? Kami baru sampai 20 menit yg lalu" balas Bunda senang ketika melihat anak sambungnya itu sehat.
Kemudian Myrna meminta mencari kelengahan Aryo untuk keluarga menemui Andrea di ruang kosong di sebelah ruang tamu. Ruang itu sebenarnya untuk ruang pertemuan yg lebih kecil. Namun jarang di gunakan karena para Tamu lebih menyukai ruang yg lebih luas. Aryo masih bercanda dengan Bunda dan Kakaknya dia belum menyadari ketiadaan Myrna.
Myrna telah sampai dan mengetuk pintu ruangan. Dia mengajak Andrea keluar mengikuti langkah kaki nya.
Ketika Mas Bimo melucu Aryo tertawa terkekeh, Kemudian sesaat kemudian dia terdiam melihat seorang gadis yg berdiri menjulang di depannya. Gadia cantik berambut sebahu yg di cepit pinggirnya dengan Jepit rambut kupu-kupu dan memakai dres warna Biru tosca dengan panjang dres satu lutut. Cantik sekali bibir tipisnya tampak menyunggingkan senyum kerinduan.
__ADS_1
" Andrea! " Pekik nya tanpa sadar lalu segera dia membenarkan posisi duduknya lagi.
" Iya Mas ini Andrea" balas ku.