
"Cieeee... cieeee yang ketemu pacar nya gandengan terus kayak truk gandeng! " ledek Myrna sambil mengunyah bolu. Andrea tersipu malu, tak lama kemudian Axell datang membawa se kantong keripik nangka oleh-oleh Aryo dari Surabaya.
Mereka berempat kemudian bercanda sambil menikmati kudapan yang ada dan seperti tahu diri kedua adik mereka mendadak keluar ke teras depan rumah dengan alasan ingin menunggu bakso Abang Ruslan langganan mereka saat masih kecil.
Tinggal lah Aryo dan Andrea dengan tatapan penuh kerinduan yang dalam. Hampir dua bulan mereka tak berjumpa dan Andrea tampak lebih kurus karena habis sakit dan masih recovery.
"Sayang, Mas rindu sama kamu. Kenapa kamu tak kasih kabar kalau sakit dan di rawat? Aku baru tahu tadi saat pulang ke rumah" tanya Aryo penuh kekuatiran.
Andrea tersenyum dan selalu memandang Aryo penuh kerinduan. "Aku tak mau membuat Mas kuatir, doakan saja aku cepat pulih."
Kemudian Aryo mengatakan suatu hal yang beberapa hari ini membuatnya tak bisa tidur yaitu kepergiannya ke gunung Merapi untuk melakukan kegiatan rutin kedinasan. Andrea mencoba membujuk Aryo untuk membatalkan keperluannya namun hal itu mustahil di lakukan Aryo karena ini wajib di kerjakan oleh semua siswa pendidikan.
Kegiatan ini sebagai bentuk simpati dan memberikan bantuan pada warga terdampak dan disini lah nanti akan di adakan penilaian terakhir untuk kelulusan nya. Kurang beberapa bulan lagi dia akan menyandang pangkat Letnan Dua dan akan mengemban tugas yang berbeda.
Andrea menangis rasanya berat sekali melepas kan kepergian kekasihnya entah kenapa dia merasakan suatu firasat yang tak enak dengan kepergian kekasihnya kali ini. Andaikan boleh dia ikut maka dia akan melakukan nya agar bisa Mendampingi lelaki itu di medan yang berbahaya.
Aryo berusaha menenangkan kekasihnya dan berjanji setelah pulang akan langsung memenuhinya lagi. Waktu yang sedikit mereka manfaatkan untuk merencakanakan masa depan mereka berdua setelah menikah. Sudah banyak mimpi yang mereka renda berdua. Tinggal menghitung waktu saja mereka akan sah menjadi suami istri.
__ADS_1
" Believe me, and trust me baby kamu tak usah terlalu 'kuatir, Mas akan baik-baik saja dan percayalah kalau Mas akan pulang dengna selamat" Kata Aryo menenangkan. Andrea menyandarkan kepalanya di bahu Aryo.
Aryo berjanji setelah dari Gunung Merapi dia akan pulang ke rumah dengan sehat dan selamat. Axell dan Myrna masuk ke dalam rumah dan mendapati kedua kakaknya sedang bergalau ria. Sengaja mereka mengagetkan kedua nya agar tak terlalu serius dalam bercerita.
Di luar pagar sepasang mata melihat kemesraan mereka berdua dengan penasaran, dia ingin tahu seperti apa lelaki yang telah menaklukkan hati gafis pujaannya. Apakah lebih baik dari dirinya atau lebih segalanya?
Sayang sekali wajah kekasih Andrea tak terlihat dari luar hanya sosok tubuhnya dari belakang saja terlihat tinggi menjulang. Tubuhnya tegap berotot dan rambutnya cepak. Lelaki itu sedang berdiri memunggungi kaca jendela rumah Andrea.
Dari luar gelak canda tawa ke empat orang itu membuat nya semakin penasaran. Ya.. si pengintai itu adalah Zul si penggemar berat gadis blasteran itu.
Tadi nya Zul mau mengantarkan sebuah diktat milik Andrea yang tertinggal di Mobilnya saat dia mengantar Andrea tempo hari. Dia baru melihat diktat itu saat membersihkan mobilnya kemarin.
Seminggu lagi dia akan berangkat ekspedisi jadi dia takut tak sempat memberikan diktat itu takutnya diktat itu di butuhkan Andrea.
Akhirnya dia memutuskan untuk kembali pulang besok diktat itu akan di titipkan pada Satria saja agar di berikan pada Ratna. Dengan langkah gontai dan hati kecewa dia meninggalkan halaman depan rumah Andrea.
Sekilas suara deru mobil terdengar di telinga Aryo, dia kemudian menoleh melihat empunya suara, namun mobil Zul sudah berlalu meninggalkan jejak bau asap knalpot saja.
__ADS_1
"Dek, Kayaknya tadi ada tamu tapi gak jadi masuk. Apa kamu sedang menunggu teman? "tanya Aryo. Andrea menggelengkan kepala, lalu menanyakan pada Axell apa dia sedang menunggu seseorang di rumah. Jawaban Axell pun sama menggelengkan kepala juga.
Tak terasa tiga jam. sudah mereka bersama dan saat waktu menunjukkan pukul 21.30 wib, Aryo danyrna pun pamit pulang. Roman wajah sedih dan murung kembali bergayut di wajah ayunya. Saat adiknya lengah Aryo segera mencium pipi Andrea. Dan sontak membuat kedua pipinya memerah menahan malu.
Namun Axell sempat memergoki aksi Aryo pada kakak nya itu dan membuat wajah Aryo merah padam menahan malu pula.
"Ehem... Sabarrr.. saabbbarr... bentar lagi halal Mas... hihihi... "canda Axell di samping Aryo.
Aryo nyengir kuda dan meninju lengan calon adik iparnya dengan pelan. Dia meminta Axell menjaga pujaan hatinya agar jangan sampai di goda dan tergoda pria lain.
Di jalanan raya yang ramai Zul sedang konsentrasi mengemudi. Malam ini dia akan menemui Elisa teman masa kecilnya yang biasanya sebagai tempat curhat terbaiknya. Hanya Elisa yang tahu semua gundah gulana nya.
Elisa tidak sekampus bahkan gadis itu tidak mengenyam bangku kuliah. Gadis itu telah bekerja sebagai seorang kasir di swalayan. Elisa sahabat karib nya yang sekarang menjadi tulang punggung keluarganya karena Ayah nya telah berpulang saat dia duduk di bangku SMA, dua adiknya masih kecil dan Ibunya juga sudah tak produktif jika harus bekerja.
Karena itu dia memutuskan untuk bekerja apa saja yang penting halal dan bisa membantu mencukupi kebutuhan keluarganya. Elisa sangat dekat dengannya. Bahkan diam-diam gadis itu menaruh hati pada Zul, tapi dia tahu diri dan tak mau bermimpi akan cinta Zul. Karena setiap Zul datang mencarinya pasti yang di ceritakan adalah gadis idaman nya yang susah sekali di taklukkan.
Elisa hanya menahan rasa sedih kecewa tapi dia tak berani menaruh harapan pada sahabatnya itu. Dia tahu siapa Zul dan siapa dirinya. Zul sering membantu perekonomian nya sejak dulu. Kedua Adik nya pun di setiap bulan di bantu Zul untuk uang saku. Dan Zul juga berbaik hati mengajak Ruben adik lelakinya yang baru lulus SMK untuk bekerja di bengkel Zul.
__ADS_1
Zul mampir ke restoran terdekat dengan rumah Elisa, dia ingin membawakan makanan kesukaan Elisa. Ikan gurami bakar saus padang dan Ayam panggang khas restoran itu. Sudah lama juga dia tak menikmati masakan restoran itu. Dulu Elisa mengenalkan restoran itu saat mereka terjebak macet saat hendak buka bersama, dengan teman sekolah. Alhasil mereka tak jadi berbuka dengam teman-teman nya jadi mereka menikmati makan malam berdua saja disini.