
Ya Tuhan ampuninlah hamba Mu yang bersalah ini tapi hamba sangat membutuhkan uang ini Tuhan, sekali lagi ampuni kesalahan hamba yang berbohong ini. Batin Suster Yeti terus bergemuruh gelisah karena dia menyimpan kebohongan demi lembaran rupiah dari wanita muda itu.
Ah...ini kan tak membahayakan pasien, aku hanya mengganti nama saja mungkin orang itu ingin mencari nama dengan jalan seperti ini. Hibur hati nya sambil bergegas melangkah ke ruang operasi karena stok donor itu sudah di tunggu Aryo.
Sedikit tergesa dia mendorong trolly yang berisi 6 kantong darah untuk Aryo. Di depan ruang operasi Suster Yeti melirik ke arah ruang tunggu dimana disitu terlihat Dona bersedekap sambil tersenyum miring. Suster Yeti menunduk kan kepala nya dia merasa malu dengan perbuatan nya tadi menerima suap dari orang yang ingin mengaku sebagai pendonor, segera dia mempercepat langkah kaki nya masuk ke ruang operasi agar dia bisa menyembunyikan wajah nya yang malu.
Danu melihat arloji di pergelangan tangan nya yang sudah merambat ke angka 20.15 wib. Dia menghela nafas berat lalu dia mendekati Bimo yang sedang berdiri mematung di depan pintu ruang OK.
"Bim, lebih baik ajak Om dan tante untuk istirahat di hotel, akubudah siapkan kamar di hotel yang gak jauh darisini. Biar aku jaga Aryo disini gantian sama Rahmad" kata Danu menawarkan istirahat.
Bimo menghela nafas nya galau, antara kasiham dengam orang tuanya dan cemas memikirkan Aryo. Seolah bisa membaca pikiran Bimo sahabat nya itu memberi solusi yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan nya.
" Kamu antar kan beliau ke kamar dulu, nanti kalau sudah masuk kamar kamu bisa kembali lagi kesini. Toh sekarang tidak ada yang bisa kita perbuat disini selain menunggu operasi selesai. Lebih kamu mandi dan makan setelah itu kembali kemari"
Danu menepuk pundak Bimo memberi suport moral pada sahabat nya karena dia tahu sahabat nya itu pasti lelah dan lapar. Bimo mengangguk setuju karena dia harus memikirkan kesehatan kedua orang tua dan kedua adiknya itu.
__ADS_1
Setelah memberikan sedikit pesan pada Danu, Bimo mendekati Ayah dan Ibu nya yang sedang duduk berdiam diri sambil terus berdzikir memohon kepada Allah untuk keberhasilan operasi anak mereka.
Bimo melihat Ibu kandung dan rombongan nya juga duduk berjauhan dengan Papi nya. Dia juga tidak enak sebenarnya pada Mami nya namun dia pun tak tahu jika sang ibu menyusul kemari.
"Pih Bunda, lebih baik kita beristirahat di hotel saja, gak jauh kok dari Rumah sakit ini, kita keluar gerbang di depan hotelnya sudah tampak. Papi sama Bunda pasti lelah dan butuh istirahat." kata Bimo mengajak kedua orang tuanya.
Pak Bagus menggeleng kan kepala nya dia tak mau enak-enakan istirahat di hotel sedang disini sang anak sedang berjuang untuk hidup dan Bimo juga sudah paham akan karakter Papi nya itu memberikan sedikit nasehat bijak seorang anak.
"Bimo tahu Papi dan Bunda pasti kuatir dengan kondisi Aryo tapi percaya lah pada dokter disini pasti akan melakukan yabg terbaik untuk Aryo. Selain itu Papi dan Bunda harus menjaga kesehatan juga jangan sampai saat Aryo sehat kalian yang jatuh sakit.Pasti Aryo akan sedih"
Pak Bagus menghela nafas berat dia memang sudah lelah secara fisik namun dia memaksakan diri agar kuat dan tetap menghiraukan kondisi kepala nya yang terasa berdenyut-denyut dari tadi.
Bu Bufzah yang juga orang medis tentu tahu kondisi suami nya sekarang inu dalam mode tidak baik-baik saja secara jiwa dan raga nya. Secara fisik Pak Bagus sudah terlihat lelah dan sedari tadi terlihat memijat pelipis nya menandakan jika kepalanya sedang pusing. Akhirnya Bu Hafzah mencoba memberi pengertian dan Pak Bagus pun setuju untuk beristirahat di hotel dengan jaminan bahwa Bimo lah yang akan menjaga Aryo disini.
Bimo segera menghubungi Myrna dan menyuruh nya mengajak Andrea untuk langsung menuju hotel yang berada di depan rumah sakit, dia mengerti tak mungkin menyuruh adiknya itu mengajak Andrea kembali lagi kesini karena sudah bisa di pastikan akan terjadi kekacauan yang di sebabkan Mami nya akan terus menintimidasi calon adik iparnya itu.
__ADS_1
Setelah Myrna menyanggupi perintah kakak nya itu dia mengajak Andrea untuk segera check in. Mereka berdua saat ini berada di dalam kantin rumah sakit. Disana Andrea menangis menceritakan semua isi hatinya pada Myrna. Sebagai sesama wanita gadis itu pahak akan kepediham dan penderitaan hati akibat penolakan dari ibu kandung kakak sambung nya.
Akhirnya mereka berdua menyudahi kegiatan nya di kantin dan segera berjalan menuju hotel yang di sebut oleh Bimo. Pun Papi dan Bunda serta Bimo juga berangkat menuju hotel, sebelumnya Bimo berbasa basi menawarkan penginapan pada Mami nya namun si Ibu bersikeras menolak karena ingin mendampingi Aryo hingga anak lelaki nya itu selesai operasi
Om Ferdy tampak kelelahan dan menguap berkali-kali namun dia harus menjaga perasaan istrinya dengan terus berpura-pura sehat dan tidak mengantuk. Bimo tak enak hati jika membiarkan Ibu kandung nya itu terus berjaga disini, dia menanyakan pada Danu apakah bisa booking kan 2 kamar lagi untik keluarga Ibunya. Dan setelah beberapa saat setelah Danu menelpon pihak hotel, dia harus menyampaikan jika kamar itu sudah full book.
Lalu Danu menghubungi salah satu hotel yang masih di kawasan rumah sakit yanh berjarak kurang lebih 1 kilo dan betapa lega hatinya saat disitu masih ada 2 kamar kosong segera saja dia membooking untuk ibu kandung sahabat nya itu.
Danu mengabarkan pada Bimo dan lelaki itu segera mengatakan pada Ibu nya hotel telah siap dan menyuruh mereka agar berisitirahat di hotel saja.
Dengan terpaksa Bu Hana dan suami serta keponakan tersayang nya itu kembali ke hotel juga.
Setelah mengantar kan kedua orang tua nya ke hotel,Bimo kembali lagi ke rumah sakit untuk menunggui adik nya dan saat dia kembali lagi ternyata operasi Aryo dan Galuh sudah selesai.
__ADS_1
Operasi di.nyatakan berhasil dan saat ini Aryo di bawa ke ruang HCU untuk observasi dan fase pemulihan. Dr Johan menemui Bimo dan menceritakan kondisi terkini adiknya yang saat ini masih dalam keadaan tak sadar karena pengaruh bius.
Jika nanti setelah reaksi obat itu habis di harapkan Aryo segera sadar dan bisa di pindah ke ruang perawatan.