Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Berkunjung ke rumah Dona


__ADS_3

Sesampainya di kampus Andrea, Aryo mengekori tubuh mungil Andrea ke kelasnya. Di sepanjang koridor kampus mata para cewek terlihat terpesona memandang lelaki tegap dan gagah itu.


Pssstt.....


Macan tutul...hihihii


Bisik-bisik beberapa mahasiswi kampus ketika melihat Aryo melewati mereka.


"Eh apaan si macan tutul he? " tanya gadis berambut keriting sebahu itu agak pilon


Gadis berambut cepak bergaya Poni Jupe itu mendekatinya lalu membisiki perlahan.


"Machoooooo.. cakep... tul.. tul kan?..hahahaa" jawab nya garing


"Aealah Kirain apaan Put.. eh tapi kok gue baru lihat mahluk cakep begituan di kampus ini yak. Emang doi selama ini kuliah jurusan apa? " tanya si keriting penasaran.


"Heesssstiiiii.... kamu hidup di Gua hiro ya? masa sih kagak tahu siapa dia? "


Hesti mengedikkan bahu tanda benar-benar tak tahu, Putri menggeret lengan kanan Hesti ke arah nya.


"kayaknya orang luar deh, maksudnya gak kuliah disini. Tapi kayaknya dia Menganter anak fakultas Hukum deh. "


Siapa? "


"Andrea! "


"Apaa! Andrea!"


Putri segera membekap mulut temannya karena tepiskannya membuat beberapa orang teman menoleh melihat nya.


"Stttttt.... diam! "


Hesti menarik tangan Putri yang sedang membekapnya.


"Gulingan Lu, bisa koit gue lu bekep begini Put! " sungut Hesti kesal.Putri hanya tertawa miring sambil menjulurkan lidah nya tanpa meledek.


Hesti makin kepo dia paling demen liat cowok macho plus bonus ganteng seperti Aryo. Makin penasaran lah si Ratu kepo itu untuk menyelidiki Aryo. Dia berpura-pura mencari temannya yang kuliah di fakultas hukum dia harus tahu sosok tampan yang telah membuatnya klepek-klepek itu.

__ADS_1


Dia melihat Aryo sedang berbicara dengan Andrea di depan kelas lalu tak lama kemudian Aryo memberikan tangan kanan nya pada Andrea dan di sambut dengan kecupan di punggung tangan lelaki itu.


Hesti dan Putri terperangah melihat pemandangan kedua anak muda itu "So sweet... bingit!! fix no debat !!" Seru kedua gadis itu sambil saling berpelukan karena meleleh melihat pemandangan itu.


"Aduh patah hati sebelum berkenalan nih Put! " keluh Hesti loyo.


Putri terkekeh melihat wajah Hesti yanga mantun. "Udah sih Biarin aja emang itu pacarnya si Andrea kali, coba aja kamu terima cinta nya Yayang Opim pasti kamu bakalan di gituin terus tiap hari. Romantisssssss abis! "


"No Bestie!! Opik gue ikhlasin buat pendamping lu aja gin! Gue mah udah menutup pintu hati buat dia! " balas Hesti sambil manyun.


Akhirnya kedua gadis dari fakultas ekonomi itu berjalan meninggalkan tempat pengintaian nya itu.


Aryo bukan tak tahu jika dirinya sedang di ikuti kedua gadis kepo itu makanya dia berakting dengan Andrea seperti itu agar kedua gadis itu tak mengikutinya lagi.


Dari fakultas teknik, Sepasang mata sedang menatap tajam seperti tatapan elang yang mengintai mangsanya ke arah fakultas hukum. Kedua mata itu terlihat agak berkabut karena menahan sesak di dadanya. Dia akhirnya mengetahui dengan mata dan kepalanya sendiri jika gadis pujaannya itu telah memiliki seorang kekasih yang sangat sempurna di matanya.


Dadanya sakit deru nafasnya terdengar memburu seakan menahan kekecewaan yang teramat dalam.


"Dorrr!


Tepukan keras mendarat di pundaknya lalu dia mendengar kekehan dari belakangnya..


"Gapapa kalau kuntilanaknya cakep kayak dia aku rela di goda" jawabnya asal tanpa berkedip melihat lurus ke depan.


"Eit dah kesurupan beneran nih perjaka tua.. Hahahha " ledek laki-laki itu sambil tertawa ngakak. Lalu berlalu meninggalkan lelaki itu sendiran di depan kelas.


"Zul!! "


"Zulkarnain!! " teriak seseorang dari arah basecamp Mapala.


Ternyata dia Zul yang tengah memandang Andrea dari kejauhan.


Seorang gadis berhijab biru tua dan menggendong ransel juga terlihat berlari kecil menghampirinya. Lalu gadis itu berhenti dan terlihat menghirup nafas karena sedikit terengah-engah karena berlari dengan menggendong beban berat.


"Kenapa Lis? " tanya Zul sambil menoleh ke arah Lisa gadis sekelasnya.


"Besok perbekalan udah aku siapkan, tinggal beli gas kaleng ya? "

__ADS_1


Zul menautkan kedua alisnya, " Lho Kemarin Satrio dan Wawan udah beli 1 lusin gas kaleng tuh, apa kurang? "


"Ohya? mereka meletakkan nya dimana ya? tadi aku tak ada lihat barang nya"


Sebenarnya Lisa hanya mencari alasan saja untuk bisa berdekatan dengan Zul karena sejak semester awal dia memang naksir pebisnis muda itu.


Namun Lisa tak berani mengungkapkan perasaan nya karena dia menjaga image nya. Seorang gadis tak baik jika terlalu agresif dan mendahului menyatakan cinta pada lawan jenisnya.


Zul sebenarnya sedikit paham dengan semua perhatian dan atensi Lisa padanya namun dia pura-pura tak mengetahui karena dia tidak ada perasaan apapun pafa gadis itu kecuali pertemanan saja. Lisa gadis yang menarik dan berwajah manis dengan lesung pipi yang menawan. Dia juga salah satu srikandi di fakultas teknik karena di kelas itu hanya ada 6 orang gadis yang menjadi mahasiswi fakultas teknik dari 30 orang mahasiswanya.


Lisa menurunkan ransel nya. Zul agak terganggu dengan kehadiran Lisa karena konsentrasi nya jadi pecah untuk mengintai Andrea dengan Aryo..


'Ya.... udah pulang "gumam nya kesal.


"Eh siapa yang pulang Zul aku masih disini.


Zul tersenyum kikuk karena dia malu ketahuan sedang memperhatikan orang lain ketika diajak bercakap-cakap dengan dengan Liza.


"Hmmm... eh.. Gapapa Lis. Mau aku bantu cari Gas nya? " Tawar Zul menutup rasa malunya. Lisa mengangguk, lalu kedua orang itu kembali menuju base camp nya.


 


Aryo memutar arah mobilnya menuju rumah Dona, dia tak mengatakan pada Andrea jika saat ini dia menemui ibunya di rumah gadis itu.


Dengan berat hati dia berhenti ke toko buah untuk membelikan parcel buah untuk keluarga Tante Vania. bukan dia pelit atau tak mau berbagi tapi dia berat karena sikap Mami nya yang kepala batu dan terus memaksa nya datang.


"Aryo jangan malu-maluin Nama Mamy ya!? kamu ini anak orang berada jangan sampai datang kemari tanpa bawa oleh-oleh! "


"Maksud Mami aapa? "


"Bawa lah makanan atau buah tangan untuk keluarga Dona jangan melenggang sendiri disini "


akhirnya Aryo membeli buah sjaa untuk buah tangan nya pada keluarga Dona.


Mobilnya telah berhenti sempurna di depan rumah sepupunya itu. Dia menelpon Maminya dengan malas. Dia ingin segera menjemput ibunya dan membawanya kembali ke hotel.


Mami menyuruhnya masuk ke dalam rumah dan tak lama kemudian seorang gadis keluar menemui sosoknya yang masih duduk di belakang kemudi.

__ADS_1


Gadis itu mengetuk kaca mobil, Aryo melihat Dona sedang berusaha mengetuk pintu mobilnya.. 1


__ADS_2