Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Jangan tinggal kan aku Sayang!


__ADS_3

Dinda tak bisa mengejar langkah Andrea yang semakin menjauh. Hati nya ikut pedih bersamaan dengan menghilang nya bayangan Andrea dari hadapan nya. Segera dia mengusap sudut mata nya yang sudah berembun.


Dinda masuk kembali ke dalam kamar dan mengatakan kepergian Andrea dengan kepala menunduk karena tak tega melihat wajah adik ipar nya yang pucat dan sedih.


"Tuh lihat kan gadis kesayangan mu! Attitude nya jelek sekali. Di hadapan kita sebagai orang tua nya saja dia berlari pergi seperti tidak menghargai kita disini! Sinis suara Bu Hana terdengar kesal.


Kalau tidak di halangi oleh tangan lembut istri nya sekarang,rasa nya ingin sekali Pak Bagus menampar mulut lancang mantan nya itu namun dia juga tak mau berbuat rendah seperti itu di depan anak dan menantu nya. Dia berusaha menahan emosi nya yang menggelegak mendengar ocehan Bu Hana.


Kalau tidak melihat kondisi Aryo yang mengernyit kesakitan sudah tentu Pak Bagus membongkar kebusukan Bu Hana namun dia tak mau menambah beban mental Aryo saja melihat kelakuan ibu nya.


Pak Bagus menyuruh Myrna mengejar Andrea ke kamar hotelnya karena beliau mengkuatir kan Andrea yang dalam kondisi kalut. Gegas Myrna keluar kamar dan menyusul Andrea yang saat ini ada di kamar hotelnya menangis tersedu-sedu.


 


Di ruang perawatan Galuh, beberapa lelaki terlihat saling bersenda gurau menghibur teman nya yang tergolek sakit. Tak henti-henti nya Tofan berceloteh menceritakan kejadian lucu di hadapan Galuh sehingga membuat pemuda itu tersenyum kembali.


Niat nya setelah dari kamar Galuh mereka akan menjenguk Aryo namun Satria melarang karena situasi disitu sepertinya sedang rapat keluarga alias sedang dalam mode serius tak bisa di ganggu. Karena selintas saat dia keluar ruangan terdengar sayup-sayup suara orang yang bernada tinggi seperti bersitegang.


 


Myrna keluar ruangan dan tak sengaja Tofan sedang membuang sampah plastik kue yang tadi di makan nya, dia heran melihat adik sahabatnya itu seperti mau menangis. Lalu dia memutuskan untuk mengejar Myrna yang berjalan ke arah pintu gerbang rumah sakit.


Dengan langkah panjang Tofan akhirnya bisa mengejar langkah gadis cantik berambut sebahu itu.


"Myr mau kemana? Jangan lari-lari nanti jatuh !" seru Tofan santai padahal nafas nya ngos-ngosan namun dia bisa mengatur nya karena terbiasa tiap pagi selalu jogging di asrama.

__ADS_1


Myrna menghentikan langkah kaki nya dan menatap wajah Tofan dengan mata sembab. Dia tak bisa menutupi lagi kesedihan nya.


"Lho..kamu habis menangis? Kenapa?" Tanya Tofan penasaran.


Myrna menceritakan kalau sedang mengejar Andrea ke hotel dan dia harus bergegas sebelum kedahuluan gadis itu pulang ke bandara.


Tofan menawarkan untuk menenani Myrna dan kedua orang itu melenggang menuju hotel yang berada di depan rumah sakit.


Andrea terlihat berkemas kemas memasukkan pakaian nya ke dalam tas ransel. Sambil mengusap kedua matanya yang amsih meneteskan air mata,sembari dia menelpon Ratna dan menceritakan kejadian di rumah sakit.


Di saat semua perlengkapan nya sudah beres dia menulis di secarik kertas yang di tujukan pada Myrna jika dia meminta maaf akan sikap nya yang meninggalkan mereka dahulu.


Namun di saat dia hendak keluar kamar, Myrna ternyata sudah sampai di depan dan mengeluarkan sebuah ky card untuk membuka kamar.


Tofan hanya memandang kedua gadis itu dengam tangan yang di lipat di dada. Dia hanya bisa memandang saja tak berani berkata apapun karena bukan ranah nya ikut campur dengan urusan mereka.


"Aku tak bisa mengingkari janji ku pada Tante Hana untuk meninggalkan Mas Aryo ketika dia sembuh. Tante Hana sudah mau berkorban untuk menyumbangkan darah nya pada Mas Aryo. Sekarang aku harus membuktikan pengorbanan ku untuk Mas Aryo juga" jawab Andrea sambil menyusut air mata.


Tofan yang mencuri dengar percakapan kedua gadis itu jadi tergerak hati nya untuk mengungkap kan kebenaran dan kebohongan yang dia kemuka kan ibu sahabat nya. Dia kasihan dengan mereka yang sudahlama merajut kasih harus terpisah karena kebohongan seorang ibu yang egois.


" Jangan pergi Dre, maaf aku ikut campur dengan masalah kalian karena aku harus mengatakan kebenaran nya. "


Andrea melerai pelukan nya dan menatap Tofan dengan mata yang menuntut penjelasan nya. Tofan menghela nafas perlahan menenang kan perasaan nya karena dia juga merasa tidak enak dengan Tante Hana jika harus menguliti nya di depan keluarga Aryo.


" Kamu tak harus menepati janji ke Tante Hana, karena yang di katakan beliau tentang mendonorkan darah nya pada Aryo itu tidak benar." Dengan pelan Tofan menjelaskan namun dengan hati berdebar.

__ADS_1


Myrna dan Andrea berkoar bersamaan


" Apa?!!"


"Maksud nya?? Apa maksud perkataan mu Mas? Tolong katakan sebenar nya " Andrea tak mengerti dan menuntut penjelasan yang pasti.


" Bukan Tante Hana yang menyumbangkan darah untuk Aryo, tapi aku dan Zul teman kamu itu" akhir nya kebenaran bisa di ungkapkan nya dengan lega.


"Jadi...jadi Tante Hana berbohong dengan ku ?" tanya Andrea menyakin kan diri nya lagi. Tofan mengangguk pasti.


"Ya Allah..tega sekali beliau berbohong pada kita semua." lirih suara Myrna terkejut.


"Jadi kamu tak boleh pergi meninggalkan Aryo karena perjanjian kalian akhirnya gugur, kembali lah kesana lagi perjuangkan cinta kalian." Tofan menasehati Andrea sambil tersenyum.


Sebagai seorang lelaki pasti dia bisa merasakan perasaan sahabat nya jika kekasih nya itu pergi meninggal kan nya saat sedang sakit dan membutuh kan kehadiran nya.


Andrea menyeka air mata nya dan tersenyum, dia sungguh ingin mendatangi ruangan Aryo namun sisi hati nya tak tega jika nanti Aryo tahu kejadian sebenar nya dia akan makin membenci ibu kandung nya dan dia tak mau jadi penyebab Aryo durhaka pada wanita yang telah melahirkan nya ke dunia ini.


Myrna memegang kedua tangan Andrea dia mengajak Andrea untuk kembali lagi dan makin berusaha keras untuk membujuk calon kakak ipar nya itu untuk berjuang lagi mempertahankan jalinan cinta mereka berdua.


"Aku gak mau jadi penyebab kebencian Mas Aryo pada ibu kandung nya. Aku tidak mau memisah kan hubungan darah mereka dengan kehadiran ku. Seperti nya aku harus mengalah dan benar-benar mengikhlas kan Mas Aryo dengan wanita pilihan Mami nya"


Tofan menggeleng kan kepala nya tanda tidak setuju dengan perkataan Andrea. Pun Myrna juga menggeleng kuat serta meremas tangan Andrea dengan kencang sehingga gadis itu merasa sedikit kesakitan karena remasan kuat gadis itu.


"Kakak tak boleh pergi, please kak jangan tinggalin mas Aryo dalam keadaan seperti ini."

__ADS_1


__ADS_2