Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Sakitnya tuh disini


__ADS_3

Mitha dan Andrea naik taxi online ke Mall yang sedang mengadakan promo sale besar-besaran di pertengahan tahun ini kedua gadis cantik itu tampak asyik berceloteh tentang kekasihnya masing-masing, Mitha memang sudah memiliki kekasih sejak kecil.


Dari teman bermain dan belajar kelompok bersama hingga kuliah mereka menjalin cinta. Facry ardiansyah adalah seorang lelaki yang pendiam. Jujur yang nembak cinta duluan adalah Mitha karena Facry dulunya malu-malu dengan nya.


Mitha bercerita jika saat dia nembak Facry dia harus berlatih di depan cermin hampir sebulan lamanya dan harus menebalkan rasa malu nya di hadapan Facry jika cinta nya bertepuk sebelah tangan.


Dan ternyata cintanya bersambut bagaikan terbang melayang ke Nirwana rasanya cinta nya di terima lelaki itu.


Andrea ternganga mendengar awal percintaan Mitha dengan kekasihnya. Dengan geli dia tertawa terbahak-bahak melihat Mitha cemberut malu.


"Eit dah gulingan beud deh Pren gue nih. Jagoan banget berani nembak cowok! "


Mitha memukul lengan Andrea pelan pura-pura merajuk padahal dia senang bisa membuat Andrea tertawa lepas mendengar ceritanya.


"Terus sekarang yang agresif siapa dong? masa cowok lu masih malu-malu terus? "tanya Andrea penasaran.


"Ehmmm.... Rahasia dong! dilarang kepo Hahahaha... "jawab Mitha jail.


Andrea memukul ganti lengan Mitha karena gemas lalu tak lama kemudian taxi online mereka berhenti sempurna di depan loby Mall.


Kedua sahabat itu memasuki Mall dengan ceria seolah lupa dengan kejengkelan nya pada Aryo. Mitha mengajak melihat ke counter sepatu sneaker yang sedang Trend sekarang. Mitha ingin memberi kado untuk Facry karena 3 hari lagi kekasihnya itu akan merayakan ultah ke 25 tahun.


Facry memang sudah bekerja di sebuah perusahan Expedisi yang sedang naik daun sebagai seorang manager operasional. Dan Andrea pun pernah bertemu dan berkenalan dengan kekasih Mitha itu jadi dia lumayan akrab dengan nya. Mitha seorang anak tunggal yang super mandiri dan menyenangkan.


Setelah membayar sepatu sneaker nya, Mitha mengajak Andrea keluar counter.


"Mit, nanti kita lunch dimana? "tanya Andrea.


Kita memegang kening nya seolah-olah berpikir keras. "Hmmmm....Aku ingin makanan korea deh, Kayaknya Sup Haelmultang menyegarkan di cuaca panas kayak gini."


"Iya aku juga udah lama pengen Bulgogi juga, Yuk cari resto korea! " jawab Andrea.


Kedua gadis itu berjalan mencari Restoran Korea yang ada di dalam Mall. Setelah berjalan kurang lebih 5 menit mereka menemukan restoran Korea yang sedang ramai pengunjung Mall karena sekarang jam makan siang.


Andrea mendapatkan tempat duduk di sudut restoran yang terhalang hiasan pohon dari Plastik untuk memperindah restoran. Ketika sedang mengamati buku menu, tiba-tiba telinganya mendengar suara tawa waniya dewasa yang sangat di kenalnya.

__ADS_1


"Hahaha... Ya pasti lah Van, kalau kita udah besanan pasti restoran kalian akan tambah maju, secara teman Aryo sama Dona kan banyak dari kalangan berduit juga pasti lah mereka bisa jadi icon untuk mempromosikan restoran ini"


Deg..


Deg..


Deg...


Tiba-tiba matanya harus melihat keberadaan Aryo dan Mami serta kedua wanita yang salah satunya sangat di kenalnya.


Mitha tak menyadari jika di seberang tempat duduk mereka ada Aryo sedang bersama Dona dan kedua Ibunya.


Dona tampak duduk di samping Aryo dan kedua Ibu mereka duduk di depan nya. Posisi Andrea ada di belakang tempat mereka berempat.


Andrea menutupi wajahnya dengan buku menu sehingga dia tak terlihat dari arah Depan. Mitha heran melihat sikap Andrea yang Sepertu bersembunyi dari seseorang.


"Kenapa? "tanya Mitha pelan hampir berbisik. Andrea menyulangkan telunjuknya ke arah mulut.


"Sttt....."


Mitha mengangguk melihat kode dari gadis itu lalu dia melihat ke arah mata Andrea yang mengarah ke tempat duduk Aryo dan keluarga nya.


Mereka berdua seolah menonton drama keluarga yang nyata di depan mata. Andrea tersenyum kecut melihat tangan Dona yang sesekali memegang tangan Aryo yang bersikap tenang dan tak menanggapi.


Pesanan mereka berdua telah datang dan waitres itu mempersilahkan untuk menikmati hidangan makan siang itu dengan sopan.


"Dre, itu kan Pacar kamu? kok sepertinya mereka akrab sekali." kata Mitha berbisik.


"Stttttt... nanti aku jelasin. Yang penting kita dengerin dulu pembicaraan mereka"


Mitha mengangguk dan mulai menguping pembicaraan orang di depannya. Terlihat Aryo menikmati makanan di atas piring nya dengan sumpit yang ada di tangan kanan nya.


Bu Hana terlihat bahagia melihat Aryo yang duduk berdampingan dengan Dona dan sesekali melemparkan candaan yang membuat pipi Dona bersemu merah. Andrea mengepalkan tangannya di bawah meja. Rasa nya tiba-tiba sakit tak berdarah. Denyut jantungnya berdegub kencang.


Aku ingin sekali mendatangi meja mereka dan mengatakan bahwa aku lah tunangan Aryo bukan Dona. Batin Andrea perih.

__ADS_1


"Ar, Jangan malu-malu makannya yang santai rileks gitu dong masa sih malu dengan Tante Vania, kan nanti nya akan jadi Mama kamu juga " kata Vania sambil menyuapkan sesendok Makanan ke mulutnya.


Aryo terbatuk-batuk mendengar penyataan Vania dia merasa jengah juga jika selalu di kaitkan dengan hubungan mereka.


Dona memberikan gelas minuman di depannya pada Aryo. Karena memang aryo membutuhkan minuman untuk melegakan tenggorokannya maka dia menerima gelas pemberian Dona dan langsung meminumnya.


Mitha mengabadikan kejadian itu dengan video di handphone nya. Dia sengaja menyimpan video itu untuk sahabatnya. Ingin rasanya Andrea segera berlari pulang dan menangis tersedu-sedu di ranjang nya. Mitha menggenggam tangan Andrea mencoba memberi kekuatan.


"Makan dulu beb nanti lambung kamu sakit karena telat makan" bisik Mitha.


"Udah kenyang gue Mit kamu makan aja dulu sebelum dingin sup kamu" jawab Andrea pelan seakan takut terdengar suaranya.


"Eit.. marah boleh, kecewa dan sedih boleh juga tapi ingettt perut kamu jangan di siksa nanti kamu sakit lagi kan habis opname. Ingett say nangis itu butuh tenaga juga. Yuks makan dikit gih biar nangisnya makin kenceng " canda Mitha konyol.


Mau tak mau Andrea tersenyum dengan candaan Mitha dan mulai mengaduk isi mangkuknya.


Setengah jam berlalu makan siang ke empat orang di depannya telah selesai, Dona memanggil seorang pelayan yang berdiri tak jauh dari meja makan mereka.


Pelayan yang berusia kurang lebih 20 tahunan itu berjalan mendekati meja mereka. Dona mengeluarkan satu kartu kredit berwarna hitam. Lalu pelayan itu menerima kartu dari tangan Dona dengan membungkuk.


Walaupun restoran ini milik keluarga juga namun Dona tetap membayar sesuai bill karena dia ingin tertib dan disiplin untuk pembukuan keuangan restoran. Setelah menggesek kartunya ke mesin edc pelayan itu mengembalikan kartu itu ke pemiliknya.


Andrea mengirim pesan pada Aryo


Mas lagi dimana?


Aryo merasakan getar di sakunya, lalu dia mengambil gawai dari dalam sakunya. Dia membaca pesan dari gadisnya.


Makan siang dengan Mami


Dia membalas singkat pesan itu, dia ingin menceritakan perihal makan siangnya nanti kalau bertemu saja agar tidak terjadi salah paham.


Owh.. sama Mami doang?


Aryo mengetik lagi balasan untuk Andrea.

__ADS_1


Sama sepupu Mami


Dia berharap Andrea tak menanyakan lagi karena saat ini dia sedang malas berdebat.


__ADS_2