Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
firasat


__ADS_3

Aryo memandu team nya yang berjumlah 10 orang itu ke lembah di sisi kiri gunung merapi. Pagi ini cuaca mendung, angin pegunungan berhasil membuat gigil tubuh para relawan yang mulai menyisir tiap-tiap jalan atau pun tumpukan pohon yang tertutup abu vulkanik.


Krakk !


Brukk !!


Suara benda jatuh dari atas pohon membuat terkejut semua pasukan.


"Awass !!" pekik Tofan pada teman-teman nya karena sebuah pohon pinus yang daun nya telah kering karena terkena terjangan pijar lava merapi mendadak roboh karena tak kuat menahan beban debu di atas nya yang menebal.


Pasukan menjadi kocar kacir dan terpisah menjadi dua barisan. Aryo berada di sisi sebelah kanan pohon, dan Tofan ada di sebelah kiri pohon. Kebetulan di sebelah Aryo terdapat jurang yang lumayan dalam. Karena tadi mereka berlari menghindari pohon besar dan mengakibatkan kaki kanan Aryo terantuk batu kerikil yang berserakan bekas muntahan dari gunung berapi sehingga tubuhnya oleng dan menggelinding ke pinggir jurang.


Tidak hanya Aryo yang berada pada posisi itu ada Galuh dan Ikshan teman satu leting nya juga mengalami nasib yang sama tubuhnya terayun di pinggir jurang.


"Tolongggg...tolonggg ...tolong!!" teriak mereka bertiga pada rekan-rekan nya.


Tofan segera memerintahkan pada teman yang berada di dekat Aryo untuk segera menarik tangan nya. Tangan kanan Aryo berpegangan pada akar pohon tua yang melintang di atas kepala nya.


Ya Allah ya Tuhan ku..ampunilah segala kesalahan ku, berilah kesempatan pada ku untuk hidup lagi agar aku bisa memperbaiki semua kesalahan ku..pada Mami dan Papi serta semua orang terdekat ku. Aku tak takut mati tapi aku takut jika ketika ajal ku tiba aku belum mendapatkan maaf dari orang-orang yang pernah ku sakiti. Terutama kedua orang tua ku..


Tes..tes..air mata perlahan meluncur dari kedua mata nya yang sedari tadi sudah menahan butiran kristal yang menggantung di pelupuk mata nya.


Di Jakarta..


Prangggg !!!


Tiba-tiba foto Aryo yang tergantung di dinding kamar nya terjatuh, saat itu Bunda sedang membereskan pakaian Aryo dari ruanh laundry untuk di tata di lemari nya. Saat pulang kemarin baju kotor Aryo memang banyak di tinggal di rumah karena di suruh Bunda untuk di cuci kan si Bibi.

__ADS_1


Entah mengapa Bunda menjadi gelisah melihat foto Aryo jatuh di lantai dan pigora nya pecah berkeping-keping. Hatinya jadi tak tenang karena tidak ada angin dan hujan foto itu terjatuh.


Bunda segera memasukkan pakaian Aryo kedalam lemari nya. Untung saja Bunda selalu memakai alas kaki atau sandal khusus untuk di dalam rumah agar kaki nya terlindung dari duri atau serpihan benda tajam yang tak tampak.


Astagjfirullah hal adzim...


Ya Allah lindungi lah anak Hamba dimana pun dia berada. Aku pasrah kan semua keselamatan dan hidup nya pada Mu. Hanya Engkau Lah tempatku meminta dan mengadu. Aamiin.


Bunda berdoa di dalam hati memasrahkan semua keselamatan anak nya pada sang pemilik hidup.


Di rumah Andrea terlihat sepi, seperti biasa semua anggota keluarga sibuk dengan kegiatan nya masing-masing, kebetulan hari ini Andrea libur hingga 3 Minggu ke depan. Dia lebih nyaman berada di dalam kamar nya sambil menonton drama Korea kesayangan nya.


Axell selepas subuh tadi sudah pamit ke rumah teman kuliah nya yang ada di Bogor dengan mengendarai motor sport nya. Pamit nya tadi mereka beramai-ramai mau mencari lokasi untuk acara bakti sosial disana dan tempat kumpul nya di Bogor di rumah Adi.


Papa sudah dari tadi berangkat ke kantor sedang kan Mama sudah beraktifitas dengan 3 orang karyawati nya di paviliun, kebetulan mama mendapatkan proyek menjahit baju pengantin serta pengiring nya. Karena waktunya kurang 10 hari lagi mereka akhirnya lembur.


Tak sengaja kaki nya menyenggol gelas yang ada di atas nakas nya dan pecah berkeping-keping di lantai. Posisi tubuh nya yang tengkurap dengan kaki yang mengarah ke kepala ranjang sehingga membuat kaki kiri nya menyenggol gelas saat dia melonjak gemas melihat drama korea tadi.


"Astaghfirullah, ugh ceroboh sekali kaki ini "gerutunya sediri.


Dia bangkit dari tengkurap nya dan mulai memunguti pecahan gelas tadi, karena terburu-buru tangan nya menggores serpihan kaca yang ada di tangan nya.


"Awww....sakit !" teriak nya sendiri.


Jelas saja teriakan nya tak akan terdengar dari paviliun karena jarak nya terhalang ruang makan.


Andrea menyalakan lampu kamar nya dan mendapati jempol tangan kanan nya mengeluarkan darah akibat gorrsan tadi.

__ADS_1


"Maaaaaamaaaa!!! "


"Maammmaaa!"teriaknya kencang, dia memang sangat parno melihat darah sejak kecil apalagi darah nya sendiri.


Mbak Tini yang sedang berjalan melewati kamar Andrea segera berhenti dan mengetuk pintu kamar nya.


Tok..tok..tokk..


"Kak...kak..kakak kenapa?"


Tini tetap mengetuk pintu berkali-kali dia sangat cemas karena anak majikan nya itu tak bergeming membuka pintu kamar nya.


Sebagai asisten rumah tangga yang telah lama bekerja di rumah itu sedikit banyak dia tahu sifat semua anggota keluarga ini. Hampir 6 tahun dia bekerja sebagai asisten rumah tangga dan merangkap pegawai konveksi Mama Andrea.


Di paviliun Mama Andrea masih asyik menyelesaikan baju pengantin modern yang membutuhkan konsentrasi penuh nya. Dia membantu memasang payet dengan cara menjahit manual dengan tangan nya sendiri.


Mama Andrea melihat jam dinding dan dia meletakkan benang dan jarum nya, sepuluh menit lagi dia harus melihat kue nya yang berada di dalam Oven di dapur. Tadi dia lupa memberitahukan Tini agar melongok Oven nya.


"Siska, Ibu mau ke dapur dulu lihat Oven. tolong selesaikan payet di leher nya dulu takut kue pesanan Bu Rika gosong" kata Mama Andrea pada Siska salah satu anak buahnya.


"Baik bu" Siska yang sedang memotong kain, segera mengambil alih pekerjaan majikan nya.


Hmmm... lama sekali Tini ke kamar mandi jangan-jangan ketiduran disitu. Batin Siska melihat rekannya belum kembali dari sepuluh menit yang lalu.


Setelah Mama Andrea keluar paviliun, Siska dan Diana mulai bergosip ria membicarakan gosip Artis yang sedang viral. Biasa mereka berdua suka sekali menonton acara ghibah di media sosial Tok. tok.


Di dalam kamar Andrea masih menangis sambil memungut pecahan gelas nya dengan tangan kiri. Untung saja dia tadi turun ranjang maksi alas kaki sehingga beling itu tak masuk ke kaki nya. Duh saat begini Axell tidak ada di rumah.

__ADS_1


__ADS_2