Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Keinginan Andrea yang aneh


__ADS_3

Ratna udah tiba di depan Base camp dia celingukan mencari Satrio namun lelaki itu tak terlihat batang hidung nya, salah satu anggota Mapala yang mengenal Ratna sebagai pacar Satrio menyapa gadis itu.


"Haii Kak Ratna,cari siapa?" tanya Uzi gadis tomboy adik tingkat nya.


"Cari Pak Ketua hehehe. Ada lihat Mas Satrio ya?" tanya Ratna malu-malu


Uzi menunjuk pintu kamar yang tertutup. "Semedi beliau nya di dalam, sebelum berperang he.he.he"


Ratna tersenyum sambil menggelengkan kepala lalu dia ijin masuk menemui kekasih nya. Uzi membungkuk seperti seorang pengawal yang memberi hormat pada ratu nya.


Ratna melenggang kan kaki menuju kamar yang pintu nya tertutup itu. Dia mulai mengetuk pintu dua kali tak lama kemudian pintu terbuka dan terlihat wajah Satrio yang mengantuk.


Satrio keluar kamar dan mengajak Ratna duduk di ruang rapat, disana ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang asyik bercanda. Ketika melihat Satrio berjalan dengan kekasih nya, mereka terlihat kompak berdiri meninggal kan tempat seperti memberi ruang pada mereka berdua.


"Eitt..mau kemana sih? Kok pada kabur?" tanya Satrio pura-pura heran.


"ehmmm....anu..anu..mau ke dapur dulu mas bikin mie instan.." jawab Wawan sambil cengengesan.


"Ya udah yang lama yaaa...jangan balik kesini kalau gak penting hahahaa" balas Satrio sambil menarik bangku kayu yang di sandarkan di depan lemari besi.


Tiga orang mahasiswa itu ngeloyor pergi sambil sesekali berdehem Menggoda Satrio dan Ratna.


Setelah mereka benar-benar pergi ke dapur, Satrio mulai duduk di depan Ratna. Pintu sengaja mereka buka agar tidak menimbulkan fitnah karena berduaan di dalam ruangan. Toh di ruangan itu mereka tak berdua juga masih ada 6 orang mahasiswa yang bersiap-siap merapikan barang bawaan nya.


"Ada apa say? Kok kayaknya penting banget. Rindu ya?" goda Satrio sambil menaik turun kan alis matanya yang lebat itu dengan menahan kantuk.


"Ehmm...Mas besok Andrea mau ikut ekspedisi !" jawabnya kuatir.


"Hah !!"


Dia menggosok-gosok kedua telinga nya dengan kedua tangan nya. Dia merasa ada yang tak beres dengan pendengaran nya.


"Iya..Mas gak salah dengar kok, Andrea tadi mengatakan ingin ikut ekspedisi ke Merapi." sahut Ratna gemas sekali melihat pacar nya itu seperti pura-pura tuli.

__ADS_1


"Waduh...kenapa tiba-tiba?" jawabnya bingung.Karena dia telah menutup laporan tentang jumlah peserta ekspedisi dan telah menyetorkan ke kantor Basarnas melalui Zul tadi.


Ratna mengedikkan bahu nya tanda tak mengerti. "I dont know"


Satrio memutar bola mata nya dengan malas. Dia paling tak suka dengan jawaban Ratna yang membuat nya harus berpikir tentang alasan Andrea.


"Apa dia ingin bersama Zul?" kali ini tebakan nya membuat Ratna yang gantiaan memutar bola mata dengan malas.


"Gak mungkin lah Mas, aku tahu Andrea hanya cinta sama Mas Aryo gak mungkin dia mengikuti ekspedisi ini karena ingin dekat dengan Bang Zul!"


"Lalu kenapa?" tanya Satrio sambil menguap lebar.


Ratna merasa kasihan dengan kekasihnya yang menahan kantuk tapi tetap memaksa kan diri untuk menemani obrolannya.


"Aku telpon Andrea ya?Dia tadi ada di kelas masih mengerjakan tugas dari dosen nya.Siapa tahu dia udah selesai."


Satrio menyandarkan punggung nya ke dinding sambil memejamkan mata, sebenarnya dia senang dengan keberadaan Ratna tapui kondisi nya sekarang hanya ingin memejamkan mata sebentar saja.


Andrea telah selesai mengerjakan tugas jadi dia sudah bisa mengumpulkan tugasnya dan ketika kembali ke bangku tiba-riba hape nya berdering 2 x. Untung saja si dosen sudah keluar kelas 10 menit yang lalu. Sehingga dia aman menjawab telpon.


Ratna menelpon nya...


Gadis itu memberondong nya beberapa pertanyaan yang dia sendiri bingung harus menjawabnya.


Intinya dia bilang ingin memastikan keadaan Aryo baik-baik saja selama di Gunung dan satu satu nya jalan yang bisa di laluinya adalah ikut ekspedisi ini.


Tadi Pagi Aryo berpamitan pada nya untuk kembali lagi ke Surabaya untuk melanjutkan lagi pendidikan nya dan persiapan pergi ke Jogjakarta ke esokan hari nya.


Entah kenapa hatinya sangat tidak tenang dan was was ketika melepas kepergian Aryo kembali ke Surabaya. Ingin rasanya dia melarang namun apa daya dia tak bisa berbuat apa-apa karena semua kegiatan Aryo adalah tugas wajib.


Dan tak tahu dari mana ide gila itu terpikir tadi saat berangkat ke kampus. Hatinya yang beberapa hari kemarin berbunga-bunga karena kehadiran Aryo,hari ini menjadi layu karena kekuatiran nya yang berlebihan.


Akhirnya dia spontan menyampaikan keinginan nya ikut ekspedisi besok pagi bersama tema Mapala, dia juga tak tahu harus beralasan apa ketika nanti meminta ijin kepada kedua orang tua nya. Dia belum memikirkan alasan yang dapat di terima kedua orang tuanya yang penting dia harus ikut besok.

__ADS_1


Ratna yang terkejut dengan ide gila sahabatnya itu spontan mencari kekasih nya yang juga ketua Mapala.Dia berharap Satrio menolak keinginan Andrea karena dia juga kuatir dengan situasi disana apalagi Andrea tidak pernah mengikuti kegiatan se ekstrim itu.


Kalau dengan Satrio Sih Ratna sudah percaya dengan kelihaian dan kecakapan kekasih nya itu menaklukkan beberapa gunung di Indonesia.


"kenapa Rat? Bisa kan aku ikut besok?" cecar gadis itu pada sahabat karib nya.


"Dre kayaknya gak bisa deh gak muat kendaraan nya. Data peserta sudah di serahkan ke Basarnas dan gak bisa di ubah lagi"jawab Ratna bersungguh sungguh agar Andrea membatalkan niat nya untuk pergi kesana.


"Bisa Rat ! Ini data belum aku serahkan kok" tiba-tiba ada suara Zul yang terdengar di telinga Andrea.


Andrea bersorak dalam hati karena niatnya untuk pergi ke Merapi ada harapan walaupun dia tak mengingin kan keberadaan Zul disana. Namun demi keinginan nya yang kuat untuk bisa bertemu Aryo lagi dia mengesampingkan perasaan jengah nya pada Zul agar dia bisa pergi esok hari.


"Dre kamu bisa gak kemari, kalau kamu memang beneran mau berangkat besok!" Suara Zul kembali terdengar di telinga Andrea, dia telah mengambil alih ponsel Ratna karena dia terlalu gembira mendengar keinginan gadis pujaan nya itu untuk pergi ke Merapi.


Dia tak tahu alasan sebenarnya dari keinginan Andrea. Yang jelas dia hanya merasa bahagia karena bisa bersama Andrea besok. Ratna yang akan protes dengan keputusan Zul hanya bisa diam karena Satrio meminta nya untuk diam sementara Zul berbicara dengan Andrea.


Setelah beberapa saat Zul menyudahi pembicaraan nya dan memberikan ponsel itu pada Ratna lagi.


"Iih..apa-apa an sih Bang Zul! Kenapa kasih kesempatan Andrea pergi? Kalau ada apa-apa dengan Andrea gimana?" decak kesal Ratna pada Zul yang lancang sekali mengijinkan sahabatnya itu pergi ke Merapi.


Dia takut akan terjadi hal yang buruk pada sahabat nya. " Na ! Jangan negatif thinking dulu dong! Berdoa yang baik karena hasilnya akan baik pula!" jawab zul enteng.


Satrio memukul lengan Zul pelan." Bro gue kagak mau tahu ya?! Keselamatan Andrea lu yang jamin. Jangan sampai gue jadi jomblowan lagi kalau terjadi sesuatu pada Andrea!" canda Satrio pada Zul untuk mencairkan kekesalan Ratna.


"Insya Allah tidak akan terjadi apa-apa pada Andrea. Trust me!" jawab nya nyengir.


Ratna melotot dia gak rela sahabatnya itu nekad pergi. Lalu dia pun merengek ke Satrio kalau dia ingin ikut pula karena rasa solidaritas persahabatan nya pada Andrea.


Sekarang gantian Satrio yang kalang kabut melarang Ratna pergi karena dia tahu gadis nya itu tidak berpengalaman sama sekali di medan pendakian. Bisa-bisa tugas jadi relawan nya itu akan berantakan menjadi tugas mengawal pacar.


Satrio tidak tahu jika Ratna dan Andrea dulu mantan aktivis di Osis yang kerap mengikuti kegiatan pelatihan di gunung pula walaupun tidak se ekstrim yang di lakukan anak Mapala ya g sudah terlatih. Jadi mereka tak terlalu buta dengan masalah pendakian. Namun Ratna tak pernah bercerita kepada kekasihnya karena hal itu sudah lama tak di lakukan nya. Satrio merayu Ratna agar membatalkan keinginan nya. Namun Ratna juga keukeh menyuruh Zul untuk melarang Andrea pergi.


Saat Ratna sedang adu argumen dengan Satrio dan Zul ,sosok tubuh mungil ayu sudah berdiri di depan pintu base camp.

__ADS_1


__ADS_2