Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Kacau


__ADS_3

Keluarga Aryo datang menjenguk Andrea saat mengetahui calon menantunya itu terbaring sakit. Bunda di temani Myrna dan Mas Bima beserta istrinya Adinda


Mas Bima sudah menikah beberapa bulan yang lalu dan kini mereka sudah tinggal terpisah dengan orang tuanya. Sekarang di rumah besar itu menjadi sepi karena hanya ada Myrna bersama Papa dan Bunda serta dua Art mereka.


Bunda menggenggam tangan kiri Andrea yang tidak terpasang infus. Wajah pucat gadis itu masih terlihat walaupun sudah lebih segar daripada pertama kali datang ke rumah sakit.


Andrea bingung kenapa keluarga kekasihnya itu tahu kalau dirinya sedang di rawat, padahal dia tak memberi tahu siapa pun perihal sakitnya ini.


"Bunda tahu darimana kalau Andrea sakit?" tanya nya dengan lirih.


"Myrna yang memberitahu. Kemarin dia ke rumah, mau mengantar titipan dari Aryo untuk kamu. Di rumah hanya ada Bu Tini dan dia yang mengatakan kalau Andrea sakit" jawab Bunda sambil tersenyum.


Axell menepuk jidaknya yang agak nongnong. Dia lupa memberi tahu art nya agar tidak mengatakan pada siapapun kalau Kakak nya sedang di rawat.


Keluarga Aryo memberi semangat Andrea untuk sembuh. Dan dia tak perlu memikirkan hal yang tidak perlu di pikirkan.


Pintu di ketuk dari luar, sekarang memang waktu bezuk pasien.


Axell menyeret kaki nya menuju pintu lalu tampak tiga orang teman kakak nya datang menjenguk.


Ternyata Ratna,Satria dan Zul yang datang membezok. Andrea terkejut dengan kedatangan Zul lagi. Dia berharap semoga keluarga Aryo tak mencurigai apapun.


"Eh Kak Ratna, ayo masuk kak" Sapa Axell dan mempersilahakan tamunya duduk.


Karena di kamar masih penuh dengan pengunjung maka, Ratna menunggu dari luar, dia tak enak jika harus berdesakan dengan keluarga Aryo.


"Kami di luar saja Cell. Nanti saja masuk" jawab Ratna agak sungkan. Waktu kunjungan mereka kurang pas juga.


Zul mengintip dari sela pintu yang terbuka sedikit. Dia melihat Bima yg tak sengaja juga melihat ke arah luar. Mereka saling berharap muka, lalu Kedua nya saling mengangguk kan kepala.


Akhirnya keluarga Aryo pamit pulang, saat Bunda keluar kamar bersama anak-anak nya,Myrna yang telah mengenal Ratna pun menyapa.


Ratna bersalaman dengan Bunda dan Istri Bima serta Myrna Begitupun kedua Lelaki itu bersalaman dengan Bima dan Bunda. Zul terdiam melihat rombongan Keluarga Pak Bagus. Setelah ber basa basi sejenak akhirnya keluarga itu pulang.

__ADS_1


Saat mereka sudah di dalam kamar Andrea, Zul tampak murung dan tak bergairah sama sekali. Satria melihat gerak gerik temannya itu dengan sudut ekor matanya.


Ratna merasa kasihan melihat Zul yang merasa tak di anggap sahabatnya karena memang sejak awal Andrea sudah menolak. Mama melihat dari pandangan nya sebagai orang tua juga melihat ada yang di simpan diam-diam di sembunyikan di oleh pemuda itu.


"Doakan semoga Andrea cepat sehat ya nak dan bisa segera kuliah lagi. Katanya mau Ujian ya kalian? " kata Mama memecah keheningan.


"Aamiin.. pasti kami doakan cepat pulih sehat kembali Tante, soalnya sepi kampus kita gak ada yang bawel Hehehe.. " ledek Ratna. Andrea melempar gulungan tissue bekas makan nya tadi ke arah sahabatnya yang usil.


"Kalau Mas Satria dan Mas Zul tinggal wisuda aja Tante jadi mereka sudah santai." Kata Ratna lagi.


"Ohya Kami sekalian mau pamit mau melakukan ekspedisi ke Gunung Merapi. " kata Satria melihat Zul dari tadi hanya diam saja tak berbicara sepatah kata pun. Dia hanya diam menunduk melihat layar ponselnya entah dia sedang serius mengecek pekerjaannya atau hanya sekedar mengalihkan perhatian nya saja dari gadis di depannya itu.


"Lho Nak Satria, Merapi kan sedang memuntahkan lahar dingin. Bukan lah berbahaya jika kesana? " tanya Bu Rony kuatir.


"Justru kami kesana karena di undang oleh Tim BASARNAS untuk ikut membantu mencari korban yang masih tertinggal disana. Katanya ada yang bersembunyi di dalam gua juga Bu"


Bu Rony terperangah mendengar penjelasan Satria. Dia ngeri sendiri mendengar penuturan anak muda itu. Situasi yang berbahaya jika untuk mendatangi daerah itu.


"Nak Zul juga berangkat? "


Axell diam menyimak namun matanya tetap melihat wajah Zul yang tatapan nya berubah kelabu dan sendu.


"Baik lah kalian harus lebih hati-hati lagi disana ya, jangan lupa keselamatan diri sendiri lebih penting ya. Orang tua dan sanak kerabat menunggu kalian pulang dengan selamat" pesan Bu Rony.


"Baik Tante terimakasih sudah mengkuatirkan kami berdua"


Sorot mata Andrea terlihat kuatir,namun dia tak mau mengatakan apapun agar Zul tak berharap lebih pada perasaannya. Dia memiliki kekasih yang sedang menunggu nun jauh ratusan kilo disana.


Setelah ngobrol beberapa lama ketiga orang itu pamit pulang dan sebelum Ratna melangkah pergi, sebelah tangan nya di cekal oleh Andrea.


"Ratna, tolong bilang sama Kak Zul aku minta maaf tak bisa membalas perasaannya. Tolong berhenti mencintaiku. Aku tak mau menyakiti perasaannya. Terimakasih atas perhatiannya selama ini" Kata Andrea dengan sedih.


Ratna mengangguk kemudian dia memeluk Andrea dan memberinya semangat untuk cepat sehat.

__ADS_1


Setelah mereka bertiga pulang, Andrea membuka sebuah kotak pemberian Aryo yang kemarin di titipkan pada Axell. Dia merobek bungkus kado berwarna merah jambu itu. Sebuah cincin emas putih bermata berlian dengan bentuk love.


Ada sepucuk surat terselip di kotak tersebut. Sebersit senyum terhambat di wajahnya yang pucat.


Aryo menuliskan rindu padanya dan sebulan lagi dia ada liburan agak panjang kurang lebih 2 minggu. Setelah dia mengadakan kegiatan bakti nusa di desa Terdampak bencana alam. Dan desa itu ada di lereng gunung Merapi.


Deg!!


Karena kalut dia menjadi mual dan gelisah. Axell yang melihat kakaknya terlihat meringis kesakitan mendekati ranjang nya.


"Kenapa? "


tanya nya cemas. Andrea meringis, dia menyodorkan surat dari Aryo ke adiknya.


Axell segera membaca isi surat tersebut kemudian menggengam tangan kakaknya.


Ibunya yang sedang istirahat Tiduran di ranjang sebelah melihat kedua anaknya tampak saling menggenggam tangan menjadi terheran-heran.


"Ada apa nak? kenapa dengan Kakak? Ada keluhan apa nak? "Bu Rony turun dari ranjang dan mendekati kedua anaknya. Andrea menitikkan air matanya, setelah dia cemas karena Aryo akan mengikuti kegiatan wajib ke Gunung Merapi seperti Zulfikar.


Dia tak ingin kekasihnya itu pergi mengikuti kegiatan wajib dari instansi nya. Namun apa daya hal itu adalah kewajiban seorang siswa pendidikan militer bahwa perintah itu wajib di jalankan.


"Jangan berpikiran yang tidak-tidak ya nak. Ingat kata dokter harus menjaga pikiran dan hati. Karena stres itu berpengaruh terhadap kesehatan kamu. " hibur bu Rony pada anaknya.


"Aku takut Ma, disana berbahaya. Aku gak mau Mas Aryo berangkat kesana. Tolong larang dia Ma" isaknya pedih.


Bu Rony tersenyum melihat betapa cinta nya Andrea pada Aryo sehingga terus memikirkan nya dalam keadaan sakit juga. Wanita berparas ayu itu memeluk dan mengusik bahu anak gadisnya. Dia meraba Kening anak nya dan masih terasa demam.


"Berdoa yang terbaik ya nak, setelah jangan berpikiran buruk. Doakan Aryo, Satrio dan Zul selamat dan sehat selama di sana dan pulang dalam keadaan sehat juga"


Axell menerima pesan dari seseorang lalu dia berpamitan pada Mama dan Kakak nya untuk keluar sebentar.


Malika menunggunya di kantin Rumah Sakit sekarang juga karena Papa nya sudah sembuh dan nanti sore sudah di perbolehkan pulang.

__ADS_1


Axell berlari kecil menuju kantin, dia tak sabar berjumpa dengan Malika.


__ADS_2