Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Zul sedih


__ADS_3

Setelah berbincang dengan kedua orang tua nya Andrea keluar dari kamar dan masuk kembali ke kamar nya. Hatinya sedikit mendingin namun pikiran nya masih berkutat memikir kan sang kekasih.


Dia harus segera menelpon Satria dan mengabarkan jika besok dia batal ikut ke Merapi. Entah apa yang akan di katakan Satria yang jelas dia akan meminta maaf atas kebodohan nya tadi siang memaksa ikut ekspedisi tanpa berpikir panjang.


Andrea mengambil hape yang tergeletak di atas nakas dan mulai mencari nomer Satria. Berkali-kali dia menscrol aplikasi hijau yang ada di hape nya namun nomer Satrio tidak di temukan nya.


Terpaksa dia mencari nomer Zulfikar karena dia ingat pernah menyimpan nomer lelaki itu. Agak segan sebenar nya dia menelpon Zul karena dia merasa tidak enak dan takut Zul ke GR an.


Entah kenapa saat ini dia tidak kepikiran menelpon Ratna, kan pasti bestie nya itu punya nomer hape pacar nya.


Akhirnya dia menelpon Zul, dan berharap lelaki itu menyampaikan permintaan maad nya pada Satria.


Tringgg....triiinggg...triingggg...


Tiga kali deringan membuatnya tak sabar. Ckkk..


Kemana sih Bang Zul, kalau lagi di butuh kan begini menghilang.


Akhirnya dia mengirimkan sebuah pesan pada Zul.


Mas Zul, maaf besok aku tidak jadi ikut kalian pergi ke Merapi. Karena orang tua tidak mengijin kan. Tolong sampaikan Pada Mas Satrio juga ya..sekali lagi aku minta maaf telah membuat kalian repot..


Begitu pesan nya. Setelah itu dia meletakkan ponselnya. Namun beberapa saat kemudian ponsel nya berbunyi dan disitu ternyata Ratna yang menghubunginya.


Andrea langsung menepuk jidatnya dengan keras. Dia langsung menerima telpon dari Ratna dengan mode kesal.


"Na !!! Kesel banget gue ame lu!" cerocos nya dengan suara melengking. Ratna otomatis menjauh kan ponsel yang tadi di tempelkan di telinga nya.


"Awwwww......gilak berissiiiikkkkk !!!" teriak Ratna membalas. Lalu Andrea tergelak sendiri di telpon.

__ADS_1


"Sory...sory yaa Neng. Habis nya gue kesel banget dari tadi tuh mau kirim pesan ke cowok lu, eh ternyata gue kagak punya nomer nya . Akhirnya terpaksa deh telponan ke nomer nya Bang Zul!" cerocos nya lagi.


Ratna memberengut karena gendang telinga nya masih terasa pekak.


"Eit dah, pura-pura aja terus nyari Mas Satria padahal modus nya pengen telpon Bang Zul kan? Hayoo ngaku aja kagak udah jadi belagak bodoh !" jawab Ratna manyun.


"Suer Rat, gue tadi kagak kepikiran nanyain nomer Mas Sat, langsung ke lue. Jangan ngambek yaa...besok gue belikan es kepal Mimo" jawab nya menyesal.


Ratna terkekeh dia tak benar-benar marah sebenarnya, lalu mereka berdua sepakat akan berangkat pagi sebelum pukul 07.00 wib agar bisa mengantar dan melepas team Mapala berangkat


 


Di jam yang sama Zul dan Satria memang sedang briefing para anggota nya sehingga ponsel mereka masih aman dalam mode silent di dalam tas selempang masing-maasing.Ternyata mereka berdua belum membaca pesan dari Andrea.


Zul semangat sekali memberi briefing untuk proses evakuasi korban dan tata cara keselamatan pada para anggota nya. Setelah di rasa cukup pembekalan akhir untuk mereka, acara di tutup dengan doa memohon kelancaran dan keselamatan untuk perjalanan yang akan mereka lakukan besok pagi.


Diantara peserta memang ada yang memutuskan untuk menginap di base camp untuk yang rumahnya jauh. Zul menghempaskan bokong nya ke atas bangku kayu dengan helaan nafas berat.


Zul membula tas ranselnya dan mengambil ponsel yang dia letakkan di dalam sana. Dengan wajah lelah namun semangat yang masih membara dia mulai berselancar dinapliaksi warna hijau nya.


Whattttt !!!


Lelaki itu sedikit menegang membaca pesan dari gadis impiannya. Seketika wajahnya berubah menjadi muram. Di hempaskan nya benda pipih berwarna hitam berukuran 7 inch itu ke dalam ranselnya.


Arrrgggghh!!!


Surara geraman nya terdengar menakutkan. Beberapa mahasiswa yang melewati ruangan istirahat yang tertutup itu terlihat berlarian agak ngeri juga. Mereka saling menduga ada sesuatu yang tidak wajar terjadi di ruangan itu.


Nila salah satu mahasiswi yang berlari keluar menuju ke tempat berkumpulnya rekan-rekan nya yang sedang beristirahat pula. Satrio mengernyitkan alisnya melihat junior nya terlihat agak ketakutan.

__ADS_1


Dia menginterogasi Nila dan gadis itu mengatakan jika tadi di ruangan istirahat yang asli nya berfungsi sebagai ruang sholat terdengar suara orang yang sedang menggeram seperti marah.


Satrio mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan dan tidak melihat batang hidung sahabatnya. Segera dia berjalan menuju ruangan berukuran 3x3 meter yang pintu nya tertutup dari dalam.


Dia mulai mengetuk beberapa kali namun tak ada sahutan dari dalam. Karena tak sabar akhirnya Satrio membuka pintu berwarna coklat tua itu dan melihat Zul sedang memeluk lututnya di atas sajadah.


"Nape loe sob, kayak perawan di tinggal kawin tunangan nya aja" canda Satrio garing. Zul tak merespon lalu dia mengurai pelukan lututnya dan menghempaskan tubuh nya ke lantai.


" Andrea batal ikut" jawabnya galau,kedua tangan nya di jadikan penopang kepala nya dan pandangan matanya nananr menatap plafon berwarna putih itu.


"Astagaaaaaa!!!! Ehmmmm..tuh anak bener-bener minta di emposs paha nya deh!" kata Satrio geregetan plus gemas dengan pernyataan Zul.


"Tanya aja sama pacar loe pasti tahu sebab nya!" jawab Zul dingin.


Satrio mengacak rambutnya dengan geram. Dasar nih bocah pasti gak di ijin kan sama bokap nyokap nya deh. Ngeyel aja dari kemarin minta ikut. Gue udah paham pasti ortu nya kagak kasih restu dia kabur ke Merapi.


Ckkk !!


untung cakep, coba kalau enggak bakal gue maki-maki juga tuh orang. Batin nya kesal juga.


Akhitnya Satrio menelpon Ratna dan menanyakan alasan Andrea membatalkan keberangkatannya besok. Dan sudah bisa di tebak jika alasan utama Andrea adalah tidak mendapatlan ijin orang tua.


Satrio pun mengetahui sebab musabab sahabatnya itu jadi terlihat lemah tak berdaya karena penyemangatnya tidak jadi ikut. Lelaki itu berpikir akan menggoda teman baik nya itu agar dia tak berharap banyak pada Andrea karen a semua harapan dan perhatiannya itu akan sia-sia.


---🍉🍉


Setelah berbicara dengan Andrea lewat telpon Ratna berinisiatif main ke rumah Andrea untuk menghilangkan kesuntukannya di rumah karena semua anggota keluarga nya sedang keluar rumah dengan kegiatannya masing-massing.


Beberapa saat kemudian Ratna sudah berada di rumah Andrea dan mereka berdua telah terlibat obrolan seru yang membuat Axell menggelengkan kepala karena suara cekikikan mereka berdua terdengar sampai kamar nya.

__ADS_1


Dasar cewek kalau ketemu bakalan rame kayak pasar senggol deh. Untung cuma 2 biji coba kalau 10 bisa transmigrasi juga semua orang di rumah ini. Batin nya kesal.


Axell menutup laptop nya dan keluar kamar menuju meja makan. Dia membawa ponselnya dan mulai berjalan menuju ruang tamu. Dia mulai berselancar mengusap layar ponselnya dan mencari nama Malika.


__ADS_2