
Tok.. tok.. tok...
Aryo menurunkan kaca Mobilnya dari dalam, wajah tampan dan macho nya terlihat sangat menarik di mata gadis cantik yang mengenakan kaos ketat berwarna putih dan memakai hot Pant berbahan jeans biru.
"Yo' ayo masuk,ngapain di dalam mobil Gitu. " sapa Dona sambil tangan nya menumpuk pada jendela mobil.
"Mami kemana? katanya minta di jemput! " jawab Aryo menahan kesal.
Dona bukan tak tahu jika Aryo sedang kesal namun dia tak menanggapi kekesalan sepupunya itu malah dia melihat Aryo makin sexy dalam kondisi sedang kesal.
"Yang pasti Tante Hana di dalam lah Yo, dari tadi udah nungguin kamu. Ayo masuk dulu deh. Gak enak juga kayak mau nagih hutang! " kata Dona lagi tatapan matanya menghujam ke mata Aryo sudah yang tajam.
Akhirnya Aryo mematikan mesin Mobilnya dan keluar dari mobil sebelum nya dia mengambil keranjang parcel buah yang ada di belakang kemudi nya.
"Ini Don, buat keluarga disini"
Dona menerima parcel pemberian Dona dengan hati berbunga bunga dia bahagia hari ini Aryo mau berkunjung ke rumahnya setelah sekian tahun tak pernah menginjak kan kaki kesini.
Dulu saat Mama dan Papa Aryo masih bersama, mereka sering saling berkunjung ke rumah. Om Bagus tahu Dona sejak masih bayi merah dan sejak Tante Hana memutuskan meninggalkan Om Bagus maka sejak itu lah Dona tak pernah lagi melihat keberadaan Ayah Aryo.
Dona masih ingat saat Om Bagus datang berkunjung ke rumah mereka, pasti dia ingin diajak keliling naik motor skuter butut miliknya. Tante Hana akan mengajaknya berkeliling komplek dengan mereka berempat. Itu hal yang sangat indah dan kenangan itu tak mungkin dia lupakan sampai sekarang.
Aryo mengikuti Dona dari belakang dengan kepala yang di Tundukkan. Dia tahu Dona miliki postur tubuh yang bagus bak gitar spanyol maklum Dona juga seorang peragawati dan perancang busana serta pemilik butik terkenal di kota Bandung layak lah dia memiliki penampilan dan Body goals yang bagus yang di impikan semua wanita.
Namun Aryo tak tergoda dengan penampilan Dona saat ini, lekuk tubuhnya yang bagus tak membuatnya berpaling menikmati pemandangan indah di depan matanya itu.
"Tante... Aryo udah datang nih! " kata Dona ketika memasuki ruang keluarga.
Bu Hana sudah siap dengan penampilannya yang cetar seperti biasanya. Wanita yang berusia awal 50 tahunan itu memakai pakaian seperti gadis belia. Celana jeans belel yang mencetak jelas lekuk tubuhnya dan kaos ketat yang tipis.
__ADS_1
Aryo melihat penampilan ibunya dari atas ke bawah. Dia terkejut melihat ibunya yang tak tahu usia itu. Namun mau menegur rasanya juga tak enak takut Mami tersinggung dan ngambek lagi. Lebih baik nanti saat mereka berdua di dalam mobil saja dia akan menegur baik-baik penampilan ibunya.
"Akhirnya anak tampan ku ini datang. Vania nih calon mantu kamu udah datang.. hehee" canda Bu Hana ketika melihat Aryo berdiri mematung.
Bu Vania datang dari arah dapur sambil membawa sebuah nampan berisi secangkir minuman hangat.
"Aduh... handsome banget nih calon mantu, Kalau Tante masih muda pasti udah kejar -kejar kamu nih.. hehehe"
Wajah Aryo tetap datar tak berbesar kepala mendengar pujian tante nya dia malah merasa seperti anak kecil di perlakukan seperti itu.
"Ehmm Tante Apa kabar? lama tak bertemu? "Aryo mengambil punggung tangan kanan Vania lalu mencium nya tanda hormat seseeorang yang lebih muda pada orang tua.
Vania tersenyum mengelus punggung Aryo yang terlihat kokoh dan berisi. Hmmm... lelaki ini persis sekali dengan Papi nya saat muda. Pantas saja dulu Kak Hana tergila-gila dan rela hidup susah beberapa waktu lamanya dengan Mas Bagus.
Semoga masa depan Aryo lebih baik dari Papi nya dan bisa membuat Dona bahagia. Batin Bu Vania sendiri. Dia sangat mengharapkan Aryo menjadi menantunya karena ada satu rahasia besar yang di simpannya sendiri tanpa Hana tahu. Dan rahasia itu akan dia ungkapkan nanti saat Aryo telah benar-benar menjadi menantu nya.
Aryo kemudian mengambil posisi duduk di sebelah Mami nya. Dia tak enak juga bersikap kaku di depan saudaranya. Walaupun dia sendiri tak nyaman disitu.
"Doakan saja tahun depan sudah lulus"
Bu Vania menyuruh Aryo meminum coklat hangat yang tadi di buatnya. Dona yang sedari tadi melihat Aryo tampak makin terpesona dengan sikap dan tindakan lelaki itu. Entah kenapa sejak dulu dia tak bisa menolak pesona Aryo padahal saat dia kuliah di Amerika dulu dia pun telah bergonta ganti pacar dengan lelaki lokal maupun pria asing disana.
Dona duduk di depan Aryo dengan kaki di silangkan sehingga paha mulus nya terlihat makin menggoda.
"Mi, kita jalan jam berapa jadinya? "tanya Aryo yang sudah gelisah karena dia juga memikirkan Andrea yang sudah waktunya di jemput.
"Lho.. Lho.. kok buru-buru sih. Kan kita mau lunch di restoran Korea Papa nya Dona. "sahut Vania terkejut
"Iya Ar, kan kamu udah lama gak berkunjung kemari jadinya Mama sama Aku mau traktir kamu lunch di tempat Papa, nantinya kan Resto itu jadi milik aku Ar. Biar kamu ngerasain masakan handal koki kita " lanjut Dona
__ADS_1
"Ayo lah nak. kapan lagi kamu ada wakru buat Mami, hidup kamu kan sudah banyak di asrama dan kamu jarang bertemu Mami dan mumpung sekarang ada waktu libur, Please deh bahagiakan Mami sebentarrr aja.. "Kata Bu Hana memohon Air muka wanita itu tampak sendu.
Aryo adalah anak lelaki yang baik dan sayang dengan ibunya lepas dari sikap dan perlakuan ibunya yang dulu meninggalkannya saat dia masih kecil, dia tetap mengasihi dan menyayangi ibunya dalam diam.
"Ya udah gapapa kita lunch bareng,tapi setelah lunch, Aryo pamit ya Tante, karena Aryo sudah ada acara yang tak bisa di tinggal kan. " Aryo yang tak enak hati dengan desakan Mami nya akhirnya menyerah untuk menuruti mereka.
Bunyi ponsel Andrea terdengar pelan namun gadis itu tahu jika aplikasi hijau nya sedang menerima pesan. Karena saat ini masih ada Bu Maria yang sedang menerangkan mata kuliah Hukum ketenaga kerjaan membuatnya harus serius mendengarkan materi itu. Karena cita-citanya ingin menjadi lawyer bagi para pekerja kecil yang tertindas oleh para pengusaha yang kerap menghilangkan hak-hak mereka.
Setengah jam kemudian Bu Maria telah selesai dengan teori nya dan dia keluar kelas menuju kelas sebelah. Andre segera mengambil ponselnya dan melihat ada beberapa notifikasi pesan dari teman-teman maupun orang rumahnya, namun dia lebih dulu membaca pesan dari kekasihnya.
yank nanti Mas gak bisa jemput kamu ya, Mami minta diantar ke Mall. Maafin mas ya. Dan jadwal kita ke Mall kita tunda besok gapapa kan yank...
Andrea membaca pesan itu dengan bibir agak maju beberapa centi. Hmmm... angan-angan nya bermanja ria dengan Aryo harus tertunda. Ini adalah resiko yang harus dia jalani dan terima. Agak kesal juga dia sebenarnya namun dia tak tahu harus melampiaskannya pada Siapa.
'Huh..! gatot lagi deh kencan gue!
Sungut nya sendiri sambil memasukkan diktatnya ke dalam tas.
Mitha melihat raut wajah sahabatnya itu mendung, dia heran tadi gadis itu terlihat sumringah sekarang mendung pasti ada sesuatu yang telah terjadi pada dirinya. Apalagi tadi pagi kan kekasihnya sudah mengantarnya kuliah.
"Wait.. Wait... kenapa mau turun hujan lokal ya disini? "canda Mitha pada sahabatnya itu ketika melihat wajah murung yang cantik itu di tekuk.
"sebel gue Mit, rencana mau jalan ke mall gagal deh. kesel ih"jawabnya
"Ya udah sih bawa santai aja, kita bisa kok jalan ngemall sendiri sambilan cari sneaker buat kado Mas Fahry. Yuk Anterin aku aja kalau gitu"hibur Mitha.
Andrea mengangguk Tanda setuju daripada bete karena Aryo lebih baik dia pergi dengan Mitha. Dia menelpon Ratna menanyakan kesediaannya ikut namun gadis itu masih ada 2 jam mata kuliah lagi,akhirnya Andrea hanya ke mall berdua dengam Mitha
__ADS_1