
Lima belas menit berjalan waktu operasi datang lah 1 rombongan keluarga yang terdiri 2 orang lelaki dan 2 perempuan yang berjalan tergesa-gesa menuju ruang operasi. Terlihat raut wajah ibu-ibu yang sembab seperti habis menangis.
Ternyata mereka keluarga Galuh, ayah dan Ibu serta kerabat nya yang saling menyapa dan bersalaman dengan Pak Bagus..
Selama kurang lebih 1 jam berjalan menunggu operasi,Seorang perawat memakai baju operasi berwarna hijau keluar dari balik pintu, masih memakai masker dan sarung tangan dan membawa map plastik berwarna putih.
"Keluarga Pasien Aryo Wibowo?!" tanya nya, Bimo berjalan mendekati nya.
"Iya Saya!" jawab Bimo
"Pasien membutuhkan darah AB + kebetulan stok disini kurang, mungkin Bapak bisa mencarikan diantara keluarga yang bergolongan darah sama." kata Suster Rita sesuai name tag nya.
Bimo mengangguk lalu "sebentar ya Suz saya tanyakan pada keluarga saya"
Lalu lelaki yang baru beberapa bulan menikah itu berbalik ke arah keluarga besar nya dan mengatakan jika Aryo membutuhkan transfusi darah saat ini. Pak Bagus tertegun mendengar penuturan Bimo,dia menggeleng lemah pertanda jika dia tak memiliki golongan darah yang sama dengan jagoannya.
"Papi tidak bisa nak karena darah Papi A" kata Pak Bagus, kemudian Bu Hafzah pun memiliki golongan darah O, Myrna O dan Bimo sendiri B.
Andrea menangis panik karena golongan darahnya pun tak cocok untuk donor pada kekasihnya. Tiba-tiba Bu Hana datang mendekati mereka dan mencoba ikut berbicar pada Bimo.
"Bimo, kamu lupa kalau Mami golongan darah nya sama dengan adik kamu?"
Wajah Bimo langsung sumringah ketika mendengar berita yang seperti angin segar bagi adiknya itu. Lalu Bu Hana merangsek maju ke hadapan mantan suami nya.
__ADS_1
"Saya adalah ibu kandung Aryo Wibowo, golongan darah kami sama, tak ada ikatan yang kuat selain ikatan ibu dan anak kandung, saya mau mendonorkan darah ini, asal..." kata wanita itu angkuh sambil melipat tangam di dada serta melirik ke arah Bu Hafzah.
Bu Hafzah merasakan getir di dalam hati nya memang sedari dulu Hana selalu cemburu dengan kedekatan nya bersama anak-anak sambung nya. Namun dia berusaha menguatkan hati agar tidak terpancing emosi nya.
"Asal apa? Katakan secepatnya agar aku bisa memenuhinya" geraham Pak Bagus terlihat mengeras karena geram. Bu Hafzah memegang lengan suaminya dan menepuk lembut jemari nya untuk menyabarkan sang suami menghadapi si mantan yang arogan.
Bu Hana tersenyum miring dan kedua tangan nya bersedekap seakan mengejek mantan suaminya. Kalau tidak karena nyawa Aryo yang sekarat ingin rasanya Pak Bagus meninggalkan mantan istrinya itu dan tak meladeni nya. Dia harus sabar dan bisa menguasai emosi nya.
Om Ferdy terlihat kikuk pada situasi yang kurang nyaman ini namun dia juga tak mau meninggalkan istri nya yang terlihat sedang menyusun suatu rencana licik.
Dia sangat tahu sifat Hana yang keras kepala dan tak mau mengalah kalau sudah memiliki keinginan. Dia sebenarnya tak suka dengan sifat Hana yang seperti ini namun dia selalu saja kalah telak jika ingin mendebat pada istrinya itu.
" Baik lah aku akan mengatakan syarat nya sekarang, aku mau mendonorkan darah untuk Aryo asal nanti setelah dia sembuh dia tak lagi bersama dengan gadis itu!" tunjuknya pada Andrea.
"Tidak !" sahut Pak Bagus cepat dan tegas, Bimo pun mengepalkan tangan nya geram mendengar ibu nya yang semena-mena itu.
Andrea yang mendengar syarat dari ibu kandung tunangan nya itu berusaha tegar dan dia kemudian bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan mendekati Bu Hana.
"Jika itu bisa membuat nyawa Mas Aryo selamat, saya terima syarat anda Bu. Saya janji akan meninggal kan Mas Aryo"
Senyum menyerigai di sudut bibirnya yang tipis tampak sekali terulas mendengar janji Andrea.
"Aku tak mau hanya mendengar janji saja, kamu sudah pernah berjanji pada ku dan kau ingkari. Sekarang aku mau kau bersumpah di depan kami semua bahwa mulai detik ini kamu harus meninggal kan Aryo selamanya." katanya mengintimidasi Andrea.
__ADS_1
Terlihat betapa hancur hati gadis cantik mendengar perintah wanita di depan nya itu. Lalu dia mengangguk kan kepala pertanda menyanggupi permintaan Bu Hana yang egois.
"Baik lah, sebelum nya saya minta maaf pada keluarga besar Om Bagus dan Bunda. Jika selama saya menjadi kekasih Mas Aryo telah berbuat salah saya mohon keikhlasan kalian untuk memafkan saya dan mulai detik ini saya juga berjanji akan meninggalkan Mas Aryo dan tak akan menemui nya lagi selama nya demi keselamatan orang yang saya cintai "
setelah mengatakan hal yang paling menyakitkan hati nya itu Andrea langsung berlari meninggalkan mereka sambil menangis tergugu.
"Andrea tunggu ! " teriak Pak Bagus sambil berusaha berdiri dari tempat duduk nya namun Andrea tak menghiraukan panggilan nya.
Myrna lari mengejar Andrea yang ternyata sudah sampai di depan gerbang Rumah Sakit.
" Kak Drea!! Tunggu kak !" Myrna akhirnya berhasil mengejar tubuh mungil Andrea.
Pak Bagus memegang dada nya yang tiba-tiba nyeri.Dia sakit hati melihat calon menantu nya di paksa untuk meninggalkan Aryo demi menyelamatkan anak lelaki nya.
"Mami jangan ngaco! Jangan keterlaluan Mi! Kalau memang Mami punya nurani dan sayang sama Aryo, gaka bakalan Mami berani berbuat keji dan dholim seperti ini!"
"Keji? Bagaimana bisa kau mengatakan Mami keji? Mami hanya ingin Aryo mendapaatkan pasangan hidup yang lebih baik segala nya dari Andrea. "
Jawab nya penuh senyum seringai.
"Mami jahat!" hanya itu yang bisa keluar dari mulut Bimo karena dia tak menyangka ibu kandung nya itu ada yang konslet di memori otaknya.
"Sialan ! Gara-gara gadis kampung itu anakkku berani membentak ku" batin nya gusar.
__ADS_1