
Pagi telah tiba Andrea sudah selesai di mandikan ibunya dan bersiap untuk melakukan tes pengambilan darah. Saat kursi roda Andrea memasuki lift, ternyata di dalam lift sudah berisi pasien lain yang menuju ke Laboratorium Rumah Sakit juga.
Setelah beberapa saat Andrea telah diambil darahnya oleh petugas lab untuk keperluan tes widal. Setelah pengambilan darah akan dianalisis, Jika terbukti positip maka penderita dinyatakan mengidap tipes.
Selang beberapa saat kemudian hasil test sudah keluar dan dapat di serahkan padaa dokter yang menangani nya.
Hasil laboratorium sudah berada di dalam amplop putih dan mereka sedang menunggu panggilan untuk menghadap dokter internis.
Seorang perawat memanggil nama Andrea dan mempersilahkan masuk ke dalam ruang konsultasi dokter.
Axell menunggu di ruang tunggu pasien sambil mengeluarkan ponselnya. Ternyata Malika mengirim sebuah foto padanya kemudian dia melihat pesan itu dan dia. terkejut ketika foto itu adalah foto dirinya saat ini. Axell menoleh ke kanan dan kiri mencari sosok gadis yang di rindukannya.
Dia tak melihat sosok gadis itu, di ruang tunggu pasien ini hanya ada beberapa orang ibu-ibu yang sedang berbincang-bincang dengan tubuh membelakangi nya lalu ada dua orang bapak yang sedang membaca koran. Dimana Arundhaty berada?
Tak sabar mencari gadis itu akhirnya dia mengeluarkan ponsel dari saku kemejanya. Dia mulai memencet nomor Malika.
Suara ponselnya berdering menandakan telpon yang bersangkutan sedang aktif. Namun sosoknya belum terlihat, Axell mulai kesal karena merasa di permainkan lagi oleh gadis itu.
Akhirnya dia mulai memutuskan sambungan telponnya dan kembali duduk di kursi tunggu lagi.
Run masih saja suka iseng dan usil ya? aku hitung sampai 3x kalau tak keluar dari persembunyian mu aku gak mau ketemu lagi!
Setelah mengirim pesan pada Malika dia duduk menyilangkan kaki nya.
Tak lama kemudian pintu ruang konsultasi dr Wahyu Kurniawan, Sp. pd terbuka, rombongan kedua orang tua dan kakaknya sedang keluar ruangan. Tak lama kemudian seorang perawat juga mengikuti mereka.
Axell menyambut kursi roda kakaknya dan mengganti Papa nya untuk mendorong.
"Cell kamu gak kuliah? " tanya Papa
"Ijin absen Pa,ohya gimana hasilnya? apa benar typus?" tanya Axell pada Andrea.
Sambil berjalan beriringan mereka asyik mengobrol menuju lift untuk kembali ke kamar inap lagi. Axell sampai lupa dia tadi sedang mengultimatum Malika.
"Iya kena Typus dan infeksi lambung. Jadi harus rawat inap lagi sampai dokter menyatakan sembuh "jawab Andrea lirih.
__ADS_1
Axell menepuk-nepuk pundak kakaknya untuk menguatkannya. Andrea tersenyum samar. Mereka berlima masuk ke dalam lift menuju ruang rawat inap lagi.
Andrea kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang kamar. Papa melihat pergelangan tangan kiri nya dan mengatakan pada Mama kalau beliau akan berangkat ke kantor karena ada kunjungan dari Pimpinan Pusat.
"Kakak kalau Papa tinggal kerja tak masalah kan nak? "
Andrea mengangguk, " iya tak apa-apa. Kan ada Axell sama Mama. Jangan kuatir ya Bos"
Papa tersenyum beliau jadi sedikit sedih,saat anaknya sakit begini beliau malah sibuk dengan pekerjaan nya tapi beliau juga harus profesional dalam bekerja memberi contoh pada anak buahnya agar dapat memisahkan kepentingan pribadi dengan kepentingan pekerjaan.
Setelah memberikan pesan-pesan pada Axell jika ada keadaan darurat jika maka dia harus sigap menghubungi nya.Lalu Papa segera keluar menuju parkiran kendaraan langkah lebar nya terburu-buru mengejar waktu karena ada rapat penting pagi ini untung nya acara di adakan pada 30 menit lagi.
:
:
Ratna berangkat ke kampus dengan Satria. Kebetulan Satria yang sudah menjadi Mahasiswa akhir tinggal menunggu wisuda terlihat santai. Dia sudah tak ada kewajiban lagi di kampus hanya mengurus beberapa berkas untuk kelengkapan wisuda 2 minggu lagi.
Selama dalam perjalanan Satria menginterogasi Ratna tentang Andrea karena selama ini kehidupan pribadi sahabatnya itu nyaris tertutup rapat. Tak ada yang tahu jika Andrea telah memiliki kekasih dan tunangan yang sedang menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Laut di Kota Pahlawan.
Ratna yang sedang mengunyah sanwich bekal sarapan nya dari Satria menghentikan gerakan mulutnya.
"Mau tanya apa?Selama itu bukan hal yang terlalu pribadi, aku mau jawab"
Satria tersenyum mendengar jawaban Ratna,dia tahu gadis nya itu sangat pintar menjaga rahasia sahabat nya,tak heran hubungannya dengan Andrea awet terjalin tanpa ada pengkhianatan selama kurang lebih 5 tahun berjalan.
"Sebenarnya Andrea sudah pacar apa belum? Please jawab ya?"
Ratna menghela nafas,kemudian dia mulai melahap sanwich nya lagi.
"Owh tanya itu.Ya jelas sudah lah Mas,gadis secantik Andrea gak mungkin lah jomblo hehehe..kenapa tanya Andrea? Kepo!" canda nya
Satria menarik hidung Ratna yang mancung ke dalam alias pesek hingga gadis itu mengaduh kesakitan. Satria terkekeh melihat kekasih nya mengadu.
"Ish..kdrt ini ya! aku laporin ke Pak RT!"sungutnya pura-pura marah.
__ADS_1
"Awww...ampunn...ampunn maafin saya bu RT saya siap menerima konsekuensi dari kdrt nya.Menikahi Bu RT ya? Wkwkwkwkwk..."
"wedyan !" cubit Ratna pada pinggang Satria.
"Ehm.eh...eh..Rat. Serius nih. Mas kan penasaran selama ini dia cuek banget kayak dingin sama cowok."
"Ya iya lah dingin orang sudah ada yang menghangatkan hatinya hehehe.." ceplos Ratna sambil menghabiskan sanwichnya.
"Terus status cowoknya mahasiswa atau sudah bekerja?" kepo Satria lagi.
Ratna mengulurkan tangan nya meminta tissue di sebelah tangan kiri Satria lalu dia memberikan tissue tersebut untuk membersihkan sudut bibirnya
"Sebenarnya cowok Andrea itu sedang menjalani pendidikan militer di Surabaya. Kayaknya tahun depan sudah lulus dan setelah itu mereka akan menikah"
"Apaaa? Menikah?"tanya Satria terkejut bahkan dia sampai mengerem mendadak dan mengakibatkan tubuh Ratna condong ke depan untung tidak membentur dashboard.
"Ya Allah Mas!!! Hati-hati dong!"Ratna memberengut karena terkejut.
Dengan sigap Satria memegang tangan kanan kekasihnya lalu meminta maaf karena aksinya tadi nyaris membuat Ratna terbentur.
"Maaf..maafin Mas ya sayang."
Ratna mengangguk."Kenapa sih kepo banget? Jangan-jangan naksir Andrea ya,?" Ratna pura-pura merajuk karena Satria sangat terkejut dengan ucapannya tadi.
"Ngawur kamu ya, aku gak ada niat naksir sahabat kamu ya? Aku hanya ingin tahu saja karena Zul sangat mengharapkan Andrea.Masa sih kamu gak tahu sikap Zul selama ini? Kalau dia gak tahu Andrea sudah punya calon suami kan kasihan dia menunggu harapan kosong" jawabnya dengan raut sedih.
Ratna melihat kesungguhan di wajah kekasihnya dia sebenarnya tidak cemburu hanya ingin mencandai Satria saja.
"Aku sudah bilang sama Zul.Tanya dulu sama Andrea agar dia tak kecewa jika Andrea sudah memiliki kekasih lebih baik dia berhenti berharap pada gadis itu. Tapi Zul tetap berpendirian sebelum janur kuning melengkung maju terus pantang mundur katanya begitu. "
Ratna tekikik mendengar semboyan sahabat Satria itu. Ya memang cinta itu akan mengalahkan logika.Dan Cinta itu akan membuat semua nasihat menjadi tak berguna.
"Aku salud dengan tekad Mas Zul. Tapi aku sarankan saja mundur agar tidak terlalu dalam kecewa nya. Andrea dan Aryo sudah menjalani hubungan sejak SMA dan mereka sudah bertunangan"
__ADS_1