
Setelah 3 bulan bekerja dengan Josh kehidupan ku mulai membaik, dan begitu pula dengan hubungan ku dengan Josh diam-diam kami berhubungan di luar pengetahuan pasangan kami. Josh yang romantis dan royal membuatku makin jatuh cinta.
Namun ada keresahan saat Mas Ferdy datang ke Indonesia setelah kuliah nya di London selesai. Jujur saja Mas Ferdy adalah saudara jauh Eyang dari Ibuku. Dia sejak kecil sudah memperhatikan ku pun sampai kami remaja dan sama-sama dewasa. Aku juga sebenarnya senang dengan perhatian nya namun saat lulus SMA dia harus pergi ke London untuk mengambil kuliah Management disana untuk mempersiapkan pengganti pimpinan untuk kelangsungan masa depan pesahaan Papa nya kelak.
Aku tahu Mas Ferdy datang beberapa minggu lalu dan kami pun sempat jalan bersama ketika aku pulang kerja. Dia semakin tampan dan matang di usianya yang telah menginjak 28 tahun. Pesona nya masih sama dan dia selalu memanjakan ku beda dengan Mas Bagus yang pendiam dan sedikit acuh.
Mas Ferdy diam-diam sering menjemput ku pulang kerja dan mengajak ku jalan-jalan. Dan karena saking asyiknya berduaan aku sampai melupakan kewajiban ku sebagai ibu dari 2 orang putra. Entah kenapa aku menikmati hubungan dengan dua lelaki yang sama-sama memanjakan ku dan aku tak ingin mereka saling tahu.
Sriany belum kembali ke Jerman karena menunggu Josh menyelesaikan kontrak pekerjaan nya selama di Indonesia. Aku senang sekali mendapatkan perhatian dan cinta dari Josh aku tahu ini salah tapi cinta tak bisa dilarang hadir pada waktu dan tempat yang salah.
Aku sering di belikan barang mewah dan branded oleh Josh dan pasti kalian tahu lah imbalan nya aku harus menemani nya kemana-mana saat menyelesaikan pekerjaan nya. Menemani malam panjang Josh ketika kami harus tugas keluar kota dan hal ini berjalan hampir setahun kami melakukan hubungan terlarang.
__ADS_1
Mas Bagus pernah curiga melihatku sering membawa tas mahal dan baju butik namun aku selalu bisa berkelit dengan mengatakan perusahaan menang tender dan karyawannya di berikan bonus banyak.
Suatu hari saat aku menemani Josh tugas ke Bandung, dan seperti biasanya aku akan menemani malam sepinya juga. Aku berangkat hanya berdua saja dengan Josh padahal ada Brian Manager operasional perusahaan yang bertugas mendampingi Josh.
Saat kami sedang check in, Tiba-tiba dari belakang punggung ku di tepuk oleh seseorang dan saat aku berbalik badan aku terkejut ketika melihat Vania sepupu ku sedang menginap juga disini dengan suaminya. Aku gemetar dan mungkin wajahku pucat melihat adik sepupuku sedang memergoki ku sedang berduaan dengan suami sepupu kami.
Vania menyeretku ke samping lalu mulai mengintrogasi aku dengan gayanya yang sok care. Dia mengatakan akan menjaga rahasiaku asalkan aku mau menjodohkan salah satu anak ku kelak dengan anak nya.
Dan paling parah aku akan di musuhi sama Sriany bisa jadi aku akan di permalukan di hadapan seluruh keluarga besarku jika aku ketahuan main belakang dengan suaminya. Karena aku tahu watak Sriany yang tak mau kalah dan mengalah dengan siapapun.
Sejak saat itu aku selalu menurut semua keinginan Vania dan berusaha mengikat salah satu anakku untuk anak gadis Vania. Aku sebenarnya kurang respect dengan Dona putri sulung Vania karena jujur saja sejak kecil sikapnya juga terlalu arogan untuk anak se ukurannya. Bahkan aku pernah lihat dia membully teman bermain nya yang kurang mampu. Aku jadi berpikir bagaimana kalau kelak Sona menjadi istri salah satu anakku pasti anakku akan banyak di tindasnya apalagi kedua anak lelaki ku itu terlihat memiliki sifat mengalah seperti Mas Bagus.
__ADS_1
Tapi demi keamanan rumah tangga dan hubungan ku dengan keluarga besar maka aku menuruti keinginan Vania yang aku rasa sangat egois. Tapi sepandai-pandai nya tupai melompat akhirnya aku terjatuh juga, aku tak bisa lagi mengelak dan menutupi hubungan ku dengan Mas Ferdy di belakang Mas Bagus. Saat aku dan Mas Ferdy tertangkap basah sedang bermesraan di salah satu villa saat gathering keluarga di perusahaan tempat kerja Mas Bagus.
Saat itu aku sengaja tidak mau ikut dengan alasan sedang menunggui Romo yang sedang sakit.Memang saat itu Romo sedang mengeluh tak enak badan karena beberapa hari ini tenaganya di forsir mengurusi dan mengawasi sawah dan ladang nya karena Pak Maman buruh tani kepercayaan Romo sedang ijin ke kota menengok Menur anaknya yang baru saja melahirkan.
Aku pura-pura berangkat ke rumah Romo dengan membawa beberapa baju ganti yang nanti nya akan ku gunakan berganti selama aku pergi dengan Mas Ferdy, kemarin aku sengaja ijin ke Josh dengan alasan ada urusan keluarga. Dan tanpa banyak tanya Josh memberikan ku ijin beberapa hari untuk tidak masuk kerja.
Dan setelah kepergian ku dengan Mas Ferdy yang saat itu dengan ijin Romo karena aku bilang akan mengantar Mas Ferdy ke kota Bandung untuk mencari tempat tinggal sementara dia. Dan entah karena Mas Ferdy yang masih saudara dengan ku maka Romo dengan mulus mengijinkan aku pergi tanpa menanyakan apa-apa lagi.
Dan aku juga sangat senang bisa pergi berdua dengan Mas Ferdy karena dia mengatakan akan mengenalkan ku apda kawan-kawan nya dan membelikan ku beberapa pakaian baru disana. Mungkin karena hatiku memang sejak lama terpaut dengan nya maka aku pun tak segan-segan mengikuti saja ajakannya yang justru membawa ku pada satu kemarahan Mas Bagus yang tak pernah aku lihat sebelumnya.
Biasanya separah apapun sikap ku yang paling menjengkelkan pada Mas Bagus, dia hanya diam tak mau menanggapi bahkan jika aku merajuk marah dia pun dengan rendah hati akan meminta maaf terlebih dahulu. Tapi tidak saat dia mendapatiku sedang bermesraan saling memagut dengan Mas Ferdy di pinggir kolam renang secara kasar dia menarikku darisana dan memberondong ku dengan pertanyaan yang aku sendiri tak bisa menjawab nya.
__ADS_1
Mas Ferdy dengan gentle mengakui jika mencintaiku sejak kami kecil dan tumbuh bersama hingga remaja tapi terpisah karena dia kuliah di luar negeri. Entah terbuat dari apa hati Mas Bagus saat itu hingga tak ada tindakan kasar padaku hanya tatapan kepedihan yang berselimut amarah membalut nya. Dia segera pergi meninggalkan villa itu dengan mengendarai vespa bututnya yang selalu ku rendahkan biasanya.