
Ke esokan hari nya andrea terlihat membantu Mama nya di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga nya. Kebetulan hari ini Aryo berjanji akan mengantarkan nya kuliah karena dia sedang mendapatkan cuti.
Seperti gadis yang baru pertama kalinya jatuh cinta wajahnya sangat sumringah dan ceria sekali. Mama menyuruh nya memotong sosis dan menyuir ayam untuk toping nasi goreng. Sedang kan Mama menumis bumbu andalan nya.
"Tumben nih anak Papa turun ke dapur?" sindir Mama nya sambil terus menumis masakan.
"Eh...hehehe...persiapan Ma. Kan bentar lagi jadi Nyonya Aryo jadi harus pandai memasak" jawab nya malu
"Harus nya dari dulu atuh neng rajin bantuin Mama di dapur biar ilmu masaknya berkembang dan lebih hebat dari Mama"
Andrea tersenyum membayangkan saat dia memasak untuk suaminya kelak. Sebenarnya bukan dia tidak bisa memasak hanya saja rasa malas nya saat harus mengupas bawang yang selalu membuatnya menangis atau mencuci ikan laut yang baunya amis. Pasti dia akan muntah-muntah alhasil Mama pasti akan menggerutui nya tanpa henti karena acara memasak nya jadi terhambat karena banyak insiden dari anak gadisnya.
"Kamu tuh harus pinter manjain perut suami biar suami tambah sayang dan betah di rumah. Karena lelaki yang sayang istri itu lebih suka makan masakan istrinya walaupun masakan nya sederhana." Mama memberi wejangan pada anak gadis nya yang sebentar lagi akan berganti status menjadi nyonya.
"Iya deh Ma. Andrea janji akan sering belajar memasak dari Mama. Kan nanti kalau sudah menikah pasti akan di bawa Mas Aryo ke rumah dinas nya. Dan harus siap mengikuti kemana pun suami bertugas"
Mama meminta sosis yang tadi di potong Andrea kemudian memasukkan ke dalam wajah beserta bumbu dan nasinyang telah bercampur menjadi satu menu spesial. Setelah sekian menit masakan nasi goreng sosis toping ayam telah matang dan di sajikan di atas meja makan beserta para lalapan segar.
Tepat pukul 06.30 wib Papa dan Axell telah siap di meja makan. Mbak Tini menyediakan satu teko air teh hangat dan se toples gula di meja makan. Mama menyuruh Mbak Tini ikut makan sekalian namun dia memilih makan agak siang karena tidak terbiasa makan pagi. Setelah semua duduk di meja makan mereka mulai menyendokkan nasi goreng ke dalam piring masing-masing.
Saat hendak menyuapkan sesendok nasi goreng, bel rumah mereka berbunyi nyaring. Mbak Tini segera berlari kecil untuk membuka pintu gerbang. Kurang lebih 5 menit seorang pemuda tampan dan memakai kemeja biru navy dengan celana denim warna senada sudah berdiri di depan keluarga Pak Roni.
"Assalamualaikum semua"
__ADS_1
"Waalaikum salam , eh Nak Aryo ayo duduk sini. Kita sarapan bersama."
Mama menyuruh Andrea mengambilkan piring untuk Aryo. Memang tadi Aryo tidak sempat sarapan dengan keluarga nya sehingga dia mau di ajak makan bersama calon mertuanya itu.
Denting sendok garpu beradu dengan piring, suara kriuk dari krupuk udang yang sedang beradu dengan gigi terdengar merdu di telinga. Mereka makan dengan di selingi percakapan ringan yang menanyakan seputar kegiatan Aryo ketika di asrama. Aryo menceritakan kegiatan sehari-hari nya dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi lengkap tanpa di tutupi.
Axell merinding mendengar kegiatan Aryo yang padat dan sedikit sekali waktu tidurnya. Dia bersyukur tidak mengikuti pendidikan militer seperti calon kakak iparnya itu.
" Wah kalau jadi Axell udah kabur duluan Mas kalau tiap hari kegiatannya seperti itu ha.ha.ha" tawa renyah Axell membuat Andrea bersiap membully nya.
"Gak bakalan juga kamu di terima di militer kalau modelmu seperti itu Cell. Bangun aja harus di gedor dulu sama Mama. Terus kalau Mandi udah seperti perawan lelet bin lama..hehehehe." ledek kakaknya sadis.
Axell memajukan bibirnya kesal. Kedua orang tua mereka hanya menggelengkan kepala mendengar ledekan kakak beradik itu. Walaupun sering ribut tapi mereka saling menyayangi satu sama lain.
Walaupun satu kampus dengan kakaknya tapi Axell.pagi ini tak mau berangkat bersama dengan kedua pasangan itu takut jadi obat nyamuk sehingga dia memutuskan untuk mengendarai motor sport nya sendiri.
Terkadang dia juga bersama satu boncengan dengan kakaknya jika jadwal kuliah mereka bersamaan jam nya. Namun sering nya mereka berangkat sendiri-sendiri karena mereka memiliki keperluan lain setelah mata kuliah usai.
Di dalam kendaraan Aryo selalu menggenggam tangan kanan Andrea dan sesekali mengecupnya. Dia bahagia sekali sebentar lagi akan mempersunting gadis nya. Andrea tersenyum malu-malu. Mereka mengobrolkan tentang kegiatan mereka sehari-hari selama berhubungan jarak jauh. Tak terasa mobil sedan Aryo memasuki gerbang kampus Andrea.
Tampak nya Axell pun baru saja tiba dan memarkir motor sportnya di parkiran mahasiswa. Andrea membenahi dandanan rambutnya sebelum keluar dari mobil. Aryo bersikap sangat gentlement dengan membuka kan pintu untuk Andrea. Gadis itu tersipu malu. Karena jam kuliah Andrea masih dua jam lagi maka Andrea memutuskan untuk mengajak Aryo ke kantin untuk menunggu kelas mulai.
Dia hari ini sangat bahagia karena bisa mengajak Aryo ke kampusnya, baru kali ini Andrea berjalan mesra dengan lelaki selama di kampus dia terkenal dinhin dan cuek. Beberapa teman yang mengenal nya tampak menyapa nya ramah namun kemudian berbisik-bisik membicarakannya setelah gadis itu berlalu.
__ADS_1
Ratna yang pagi itu ada kelas tak tahu jika Andrea datang bersama dengan Aryo ke kampus. Andrea memang sengaja mengajak Aryo ke kampus karena dia memberitahukan secara tak langsung pada rekan nya bahwa dia sudah ada yang punya. Jadi dia selama ini risih karena cap sombong dan dingin itu. Sebenarnya bukan dia sombong dan dingin namun dia ingin menjaga perilaku dan sikapnya selama di kampus mengingat dia akan menjadi istri seorang perwira.
Dia ingin menjaga nama baiknya sendiri dan nama baik calon suaminya, Jangan sampai Aryo mendengar tingkah laku nya yang tak pantas di dengar atau pun tak pantas di lakukan oleh calin istri abdi negara.
Beberapa teman se fakultasnya yang sednag menunggu kelas di kantin terkejut melihat Andre duduk dengan laki-laki yang tak pernah mereka lihat di kampus nya. Lelaki yang gagah dan berpenampilan maskulin.
Bisik-bisik beberapa anak gadis di kantin tak membuat Andrea resah. Dia memang sengaja memperkenalkan Aryo secara tak langsung dengan cara seperti ini.
Karena masih kenyang dengan nasi goreng mereka hanya memesan snack ringan dan mineral water. Andrea mengirim spesan pada Ratna agar dia menemuinya di kantin setelah kelasnya selesai. Kebetulan Ratna saat menerima pesan Andrea sudah selesai mengerjakan tugas dosen nya yang hanya sebentar saja mengajar dan di ganti dengan memberikan tugas saja.
Bibir Ratna tersenyum membaca pesan sahabatnya namun dia tak tahu jika Andrea membawa Aryo.
"Yank. Apa kamu kenal dengan mahasiswa mahasiswi disini semua?" tanya Aryo pada Andrea.
"Kenapa Mas?" jawab nya sambil menusukkan garpu ke atas singkong keju kesukaannya.
"Ehmm...aku lihat mereka seperti melihat artis ketika kita masuk ke kantin ini."
Andrea tertawa sambil menutup mulutnya agar tawanya tak terdengar warga kantin. Memang Andrea paham dengan situasi mereka dari saat memasuki kampus hingga ke dalam kantin ada banyak pasang mata yang memperhatikan mereka dan berbisik-bisik penasaran.
Tapi dia tak ambil pusing karena dia ingin teman-temannya tahu jika dia sudah memiliki kekasih. Jadi untuk para cewek yang baper kalau ada cowoknya yang sedang dekat dengan Andrea cemburu nya gak ketulungan maka dia berharap dengan membawa Aryo mereka bisa menghentikan sikap jelous ketika berhadapan dengan nya.
Pun dia juga ingin membungkam mulut cowok-cowok usil yang sering mengiriminya chat untuk berkenalan maupun berkencan. Dia adalah gadis yang memiliki kekasih dan gadia yang menjaga sikap terhadap godaan para lelaki usil.
__ADS_1