
Di kediaman keluarga Pak Rony, Ayah Andrea terlihat sudah mulai ramai. Pemilik rumah dan anggota keluarga lain sudah berkumpul untuk makan malam bersama. Andrea berusaha menampilkan wajah ceria seolah tidak pernah terjadi apa-apa namun apa yang dia sembunyikan ternyata tak luput dari pandangan Papa nya.
Keceriaan Andrea itu tak seperti biasanya, dia masih sering termenung dan senyum nya hambar terpaksa.Sebenar nya dia bisa saja tak ambil pusing dengan Bu Hana namun di sisi hati nya yang lain dia tak mengingin kan jika suatu hari nanti kebencian Bu Hana bisa merusak hubungan nya dengan Aryo ketika sudah di dalam pernikahan nya.
Mungkin musuh terdekat kita adalah orang terdekat bisa berarti sahabat ,saudara atau pun orang tua. Dia tak menginginkan hal itu dia ingin mendapatkan restu dan ingin hidup damai berdampingan dengan orang tua dan keluarga.
Papa mengajak Andrea berbicara di ruang kerja nya dia merasa anak gadis nya itu sedang ada masalah. Sebenar nya Andrea tidak mau bercerita apa pun namun entah kenapa kalau sudah berhadapan dengan sang Ayah dia tak pernah bisa berbohong.
Setelah masuk ke ruang kerja Papa nya dan menutup pintu Andrea duduk di depan meja kerja di seberang nya ada sang Ayah dan sang Ibu yang menatap nya penuh kasih.
"Katakan kenapa nak? Papa lihat kamu sedih. And please jujur sana Papa ya" Kata Pak Rony dengan lembut.
Akhirnya air mata yang sedari tadi di tahan nya meluncur bagai air terjun niagara. Dia tak bisa menyembunyikan kesedihan nya lagi pada lelaki yang mencintai nya tanpa syarat itu.
Pak Rony hanya melihat saja tanpa berkata apa pun dia memberi kesempatan pada anak gadis nya untuk menata hati dan bisa berbicara jujur pada nya.
"Pa..hiks..hiks..Andrea belum mendapat kan restu dari Mami nya Mas Aryo."
Pak Rony mengernyitkan kedua alis nya, tangan nya bersedekap di depan dada dan posisi duduk nya tegap seperti tentara, dia masih menunggu anak gadis nya itu menyelesaikan cerita nya.
"Andrea tadi ke rumah Mas Bimo karena mereka mengajak makan siang bersama Mami nya. Ternyata Mami nya Mas Aryo tidak tahu kalau Andrea ikut makan siang bersama mereka. Inti nya suasana jadi canggung dan membuat Mami dan Mas Aryo bersitegang"
Andrea menghela nafas berat sambil menyusut air matanya yang meleleh di pipi. Pak Rony berdehem sambil melirik istri nya yang tampak sesimit syok mendengar cerita anak nya.
__ADS_1
"Lalu..?" tanya Pak Rony lagi
Anak gadis nya itu menarik selembar tissue dan mengusap hidung nya yang mengeluarkan ingus karena menangis tadi.
"Kami keluar rumah karena Mami nya tak terima jika kami telah bertunangan dan Mami kecewa dengan keputusan Mas Aryo yang mengatakan akan menikahi Andrea beliau juga terang-terangan mengatakan tidak menyetujui hubungan kami "
Pak Rony mencerna cerita Andrea dengan sabar walaupun hati nya ikut tergores mendengar cerita dan tangis anak kesayangannya namun sebagai seorang ayah dia harus bersikap tenang dan harus mampu menampilkan sikap sabar di depan anak nya agar mereka menaruh kepercayaan besar pada nya dan menganggap nya sebagai seorang sahabat.
Dia ingin kedua anak nya itu selalu bercerita jujur pada nya tentang apa yang terjadi pada mereka sehingga orang tua dan anak akan timbul kedekatan seperti seorang sahabat.
Biasanya seorang anak yang di perlakukan seperti seorang sahabat oleh orang tua nya akan membuat anak lebih dekat dengan keluarga. Inti nya Pak Rony dan istri nya ingin kedua anaknya itu lebih mempercayai orang tua mereka daripada orang lain agar mereka juga tidak terpengaruh oleh pergaulan yang kurang baik di luar rumah.
" Apa Aryo membela mu?" tanya Bu Rony
Andrea menganggukkan kepala.Senyum Pak Rony merekah kemudian dia berdiri dan berjalan menghampiri putri cantiknya.
"Tidak semudah itu mendapat restu Bu Hana Pa, karena beliau telah memiliki gadis pilihan untuk Mas Aryo" jawab gadis itu pesimis.
Pak Roni mengusap pucuk kepala anak nya dengan penuh kasih. Bu Rony masih merasa geram dengan cerita anaknya namun dia harus bisa menahan diri untuk bersabar tidak mengeluarkan kalimat yang akan memperkeeuh suasana hati mereka semua.
"Sayang, batu yang keras saja bisa berlubang jika setiap saat di tetesi dengan air. Apalagi hati manusia nak? Tetesi pah hati yang keras itu dengan kelembutan mu.Jangan kau balas kekerasan dengan kekerasan juga. Ingat ya nak biar bagaimana pun Bu Hana adalah calon mertua mu yang nanti nya insya allah akan jadi ibu kamu juga"
Andrea mengangguk hati nya mulai dingin,kesedihan nya mulai berkurang. Memang setelah melepas semua beban di hati nya, pikiran nya menjadi lebih rileks dan bisa berpikir jernih lagi.
__ADS_1
Namun dia tetap akan menyimpan satu rahasia yang tak akan di ceritakan pada orang tua nya, karena dia tak ingin membuat kedua orang tuanya menjadi tidak respek lagi dengan keluarga Aryo.
Dia tak akan menceritakan aksi nya bersimpuh di kaki Bu Hana tadi siang untuk mendapatkan maaf dari wanita itu. Dia sudah merendahkan diri pada wanita angkuh itu.
Orang tua nya pasti tak akan terima jika anak nya di perlakukan sekaligus di permalukan seperti itu tadi.
Setelah menceritakan semua keluh kesah nya pada kedua orang tua nya, Andrea pamit kembali ke kamar nya karena dia juga sedang menunggi telpon dari Aryo untuk bertukar pikiran lagi.
Bu Rony menghela nafas berat setelah anak nya keluar dari ruang kerja suaminya. Dia sebenar nya kesal juga dengan sikap ibunya Aryo namun di atak mau menampakkan kekesalannya itu saat berada di depan anak nya. Karena dia tak mau membuat anak sulung nya itu mengikuti jejak nya yang terlanjur kesal dengan Bu Hana.
"Kenapa Ma? Kok kelihatannya kesal?" tanya Pak Rony pada istrinya
Bu Fita nama ibu kandung Andrea itu mengepalkan tangan nya ke udara tanda di sangat kesal sekali.
"Rasanya ingin melabrak wanita itu Pa!"
Pak Rony menggelengkan kepala nya tanda tak menyetujui keinginan istri nya itu.
"Jangan kau balas kejahatan dengan kejahatan. Mama tidak menyimak perkataan Papa tadi ya?" Pak Rony akhirnya menenang kan istrinya dan mengajak nya masuk ke dalam kamar tidur mereka yang ada di sebelah yang terhubung dengan satu pintu tengah.
Masih di dalam kamar, kedua orang tua Andrea berunding untuk mencari jalan keluar pada Pak Bagus calon besan mereka agar rencana pernikahan anak mereka bisa berjalan lancar tanpa kendala restu mantan istri Pak Bagus.
__ADS_1
Pak Rony berpikiran ada baik nya mengajak makan malam calon besan nya itu besok untuk berunding masalah yang terjadi pada kedua anak mereka.
Di kamar Andrea sedang berbicara pada Aryo dia membahas masalah tadi siang agar bisa di selesaikan dengan baik. Aryo sekalian berpamitan pada Andrea karena besok siang dia akan kembali ke Surabaya untuk persiapan untuk tugas ke Jogjakarta dua hari lagi.