
Lima belas menit kemudian terdengar deru mesin mobil di depan rumah Mas Bimo, tak lama kemudian suara bel pintu rumah terdengar memanggil untuk segera di buka.
Seorang wanita paruh baya berjalan menunduk melewati kami untuk membuka pintu, dia adalah saudara jauh Kak Dinda yang sebatang kara dan sekarang ikut dengan Kakak Dinda sebagai Asisten keluarga mereka.
Seorang gadis cantik tinggi semampai datang membawa beberapa bingkisan di tangan nya yang jelas terlihat satu kotak goody bag transparan berisi beberpa minuman kopi kekinian.
"Haii... apa kabar semua. Untung tadi Dona ada di Mall yang dekat rumah Mas Bimo Jadi gak kelamaan kan datang nya" sapa Dona kemayu sambil menyerah kan goody bag pada Kak Dinda.
"Hai sayang, Ayoo sini durian nya udah nungguin dari tadi" jawab Bu Hana.
Hati Andrea mencelos rasa nya, dia yang sedari tadi duduk disana tidak sedikit pun di beri keramahan oleh calon mertua ku. Namun gadis yang baru saja datang ini sudah mendapatkan sambutan hangat dan ramah nya.
Dona terkejut melihat Andrea duduk di sebelah Mas Aryo. Lalu wajah nya terlihat berubah dari ceria menjadi agak cemberut. Antara kikuk dan entah lah dia yang tahu sendiri artinya ketika melihat keberadaan Andrea di samping sepupu nya.
"Halo Kak, Apa kabar? "sapa Andrea mencoba ramah. Dona tersenyum miring, dia berusaha menampilkan kebaikan di depan Aryo dan Bu Hana untuk mencari muka dengan pura-pura ramah pada Andrea.
"Halo juga, kamu Andrea kan? adik kelas ku dulu? " jawab nya agak sumbang padahal dia sudah paham jika gadis blasteran itu pacar nya Aryo sejak SMU. Namun dia tak menyangka juga jika hubungan cinta Aryo dengan Andrea bisa bertahan sampai sejauh ini.
"Iya, Andrea kan adik kelas 2 tingkat di bawah kita. Dia pacarku Don. Masa kamu lupa sih? " Celutuk Aryo agak sebal dengam sikap Dona yang pura-pura
"Owhh... emmmhh.. Gitu ya. Aku kira kalian udah putus. Karena kan udah lama ya gak pernah ketemu"
"Ya jelas lama gak bertemu lah, kan aku pendidikan militer di Surabaya sedang kan Andrea di Jakarta. Mana bisa bertemu tiap hari? "jawab nya lagi.
Dona mencebik kan bibir nya agak kesal namun Bu Hana segera menarik tangan Dona dan menduduk kan gadis itu di sebelah nya.
Dinda membuka oleh-oleh Dona dan menyajikan nya dinatas meja bundar di ruang keluarga.
Aryo tiba-tiba berdiri dan berdehem meminta perhatian keluarga nya.
"Ehmmm... mumpung semua nya sudah kumpul nih, aku ada kejutan yang menyenang kan "
"Kejutan? kejutan apa? " tanya Bu Hana dengan suara agak tinggi.
__ADS_1
"Bismillah.. Mami ijin kan anak mu ini meminta restu pada Mami, Aryo ingin menyampaikan berita gembira kalau Aryo dan Andrea sudah bertunangan. "
Jawab Aryo mengejutkan Andrea ternyata lelaki nya itu membuat pernyataan yang tak di sangka nya. Dia hanya mengira jika Aryo hanya menyampaikan jika dia berpacaran.
"Apa? tunangan?!!! Aryo!! " Bu Hana berteriak murka.
Andrea terkejut mendengar suara calon mertua nya yang nyaring itu sambil meremas tangan Aryo. Dona juga tak kalah terkejut nya mendengar suara Bu Hana namun dia lebih terkejut dengan berita Aryo yang telah bertunangan.
Bimo dan Dinda bersikap biasa saja karena memang mereka sudah mengetahui pertunangan itu, dan ini lah saat yang sangat di tunggu oleh Bimo bahwa adik nya berani menyampaikan nya sendiri tanpa bantuan nya lagi.
Dia mengacungkan dua jempol nya ke arah Aryo ketika adiknya itu melihat nya sekilas setelah menyampaikan berita itu.
Bu Hana terengah-engah dan memegang dada nya yang agak berat.
"Aryo! tega sekali kamu mengkhianati Mami! '' tangis Bu Hana pecah.
Aryo bergeming dengan ucapan Mami nya, dia jadi bingung mengkhianati seperti apa maksud ibu nya itu
"Mi! Aryo gak pernah mengkhianati Mami dalam bentuk apa pun. Apa Aryo pernah berjanji sama Mami? "
"Ar! tega sekali kau hancur kan harapan Mami dan Aku!! " isak Dona
Aryo menggandeng tangan Andrea "Maaf Don, dari dulu sampai sekarang aku tak pernah memberikan harapan pada mu, pun aku mau menuruti keinginan Mami menemui mu karena semata aku menghormati Mami dan Tante Vani. Kamu kan tahu sejak dulu aku sudah berpacaran dengan Andrea, jadi salah ku dimana? "
Dona makin terisak antara malu dan sedih bercampur menjadi satu lalu dia segera mengambil tas nya yang ada di atas kursi.
"Tante, aku pulang dulu, aku akan ceritakan pada Mama kejadian ini. Maaf Tante aku gak mau mengemis cinta Aryo lagi! " Dona berlari kecil meninggal kan rumah Bimo sambil mengusap air mata nya. Bu Hana berteriak memanggil Dona namun gadis itu tak mau berhenti dia segera masuk ke dalam mobil sedan merah milik nya.
"Puas kau hancur kan hati gadis itu?! Puas kau hancurkan harapan Mami Hah?! "teriak nya sambil menunjuk wajah Aryo.
"Apa istimewa nya dia dengan Dona?!!! Dan ingat dia pernah berjanji akan meninggalkan ku waktu itu!! Apa kau mau hidup dengan wanita yang sudah ingkar dengan janji nya pada Ibu mu? "
Andrea menangis lalu dia bersimpuh di kaki Bu Hana.
__ADS_1
"Jangan lakukan itu Yank!! "Aryo mengangkat tubuh mungil Andrea yang bersimpuh di kaki Bu Hana.
"Biarkan aku minta maaf dulu pada Mami mu,Maaf kan saya Tante telah melanggar janji saya, Maaf saya tak bisa meninggalkan Mas Aryo seperti janji saya. Karena saya sungguh mencintai Mas Aryo, saya hanya ingin meminta restu dan ridho dari Tante Hana"
Tangan Andrea menggapai tangan Bu Hana namun segera di tepis kan wanita sepruh baya itu dengan angkuh nya.
"Saya tetap tidak merestui kamu menjadi menantu saya! "
Aryo meradang "Mami!! Dengan atau tanpa restu Mami, Aryo akan tetap menikahi Andrea! Mami tak bisa memaksa kan kehendak Mami sendiri!! kemana Mami selama ini?! "
"Aryo!! " Bimo membentak adik nya karena berbicara tidak sopan pada Ibu nya walaupun dia juga merasa tidak menyukai sikap ibunya yang pemaksa namun dia tidak mau jika ibu nya juga tidak di hormati adik kandung nya.
"Cukup!! Puas kan kau melihat kami bertengkar!! puasss?!! " tunjuk Mami pada Andrea yang masih bersimpuh di kaki nya.
Aryo tak tahan menghadapi egoisme ibu dan sakit hati dengan bentakan Kakak kandung nya segera mengamit lengan gadis nya dan menyeretnya pergi bersama nya keluar dari rumah Bimo.
Air mata bercucuran membasahi pipi Andrea yang mulus, dia membuka pintu mobilnya yang terparkir di depan gerbang. Andrea masuk ke dalam mobil lalu setelah menutup pintu Aryo berjalan memutar ke samping kanan dan masuk ke dalam mobil duduk di belakang kemudi.
Dengan tergesa-gesa dia menstarter mobil nya agar segera melaju meninggal kan rumah Bimo.
Brummmm....
Andrea masih menangis terisak-isak sungguh saat ini dia tak dapat berkata apa pun hati nya sangat nelangsa mendapat kan penolakan langsung dari Bu Hana. Aryo mengulurkan tangan kiri nya mengusap air mata yang meleleh di pipi gadis itu.
Setelah meninggalkan komplek perumahan Bimo, Aryo meminggir kan mobilnya di bawah pohon Akasia yang ada di pinggir trotoar.
"Sayang, sudah ya nangis nya. Nanti mata nya bengkak, Maafin Mami aku ya? " Suara Aryo terdengar serak karena menahan tangis juga.
"Aku yang salah Mas, aku tak tahu diri terus bersama mu walaupun aku sudah berjanji pada Mami mu untuk menjauhi mu"
Aryo merengkuh kepala Andrea dan memeluk erat gadis itu. Air mata nya ikut meleleh di pipi nya.
Tes.. tes.
__ADS_1
air mata lelaki itu membasahi punggung Andrea gadis itu refleks mendorong tubuh lelaki itu dan melihat Aryo menetes kan air mata. Gadis itu terkejut dan menyeka air mata kekasih nya dengan telapak tangan nya yang putih mulus.