Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Rencana Pertunangan Dona dan Aryo


__ADS_3

Pagi hari di kediaman rumah mewah keluarga Thomas, terlihat aktifitas di meja makan yang elegan itu. Lampu crystal menghiasi atas nya. Ornamen bergaya eropa terlihat memukau.


Bu Hana dan seluruh anggota keluarga Thomas sudah duduk mengelilingi meja makan bundar. Bi Asih menyajikan menu rumahan yang jadi andalan saat sarapan. Nasi uduk semur jengkol plus ayam goreng madu.


Dona melayani Bu Hana dengan sangat baik dia ingin mengambil hati calon mertuanya. Nirina hanya ingin segelas susu dan sanwich saja sedang kan Romy asyik menikmati mie goreng kesukaannya.


Setelah sarapan Pak Thomas, Romy dan Nirina berangkat bekerja dan ke sekolah. Kebetulan sekolah Nirina sejalaan dengan kantor Papa nya sehingga dia selallu berangkat bersama, Romy yang sudah kuliah semester 4 sudah mengendarai mobilnya sendiri.


Tinggal lah para wanita di rumah Bu Vania mengajak sepupu jauhnya itu pindah ngobrol ke ruang keluarga saja karena


lebih lega.


Dona masih di dapur meminta Bi Asih mengupas mangga yang ada di kulkas.


"Eh Kak, kemarin aku mau ngobrol banyak ternyata situ sudah tidur" kata Bu Vania sambil menyalakan AC di ruang keluarga.


"Iya gak tahu kenapa pas duduk di ranjang empuk Dona langsung deh mata ini pengen merem..hehehe"


Bu Vania terkekeh mendengar celoteh Sepupu nya. Bu Hana mengeluarkan sebungkus rokok mild dari tas nya.


"Van matiin aja Ac nya , mau smoke nih habis makan mulut pahit kalau kagak ngulum si putih..hahaha" canda nya. Bu Vania lekas mengambil remote AC lagi dan memarikan tombol off nya.


"Dona sekalian bawakan teh Mama di meja ya kak!" pinta Bu Vania


Bu Hana menyulut sebatang rokok dan mulai menyelipkan ke bibirnya.Kepulan asap berbentuk bulat-bulat mulai mengangkasa. Sepupunya itu hanya menggelengkan kepala sejak muda mereka berdua memang dekat dan mereka mempunyai janji jika memiliki anak ingin di jodohkan agar persaudaraan mereka tetap langgeng.


Vania dan Hana memang sepantaran lebih tua Hana 2 tahun jadi dulu sewaktu muda mereka selalu bersama-sama. Bahkan saat Hana pergi clubing dengan teman-teman nya pun selalu mengajak Vania. Mereka selalu kompak hingga akhirnya Hana menikah dengan Bagus mantan suami nya yang tak di restui oleh orang tua Hana karena mereka menganggap Bagus tak akan bisa memenuhi kebahagian Hana.


Saat Hana menikah dengan Bagus selang dua tahun kemudian Vania menikah dengan Thomas lelaki pilihan orang tuanya, entah karena memiliki kesamaan dan chemistry diantara mereka berdua perjodohan itu pun berlanjut hingga pernikahan sampai sekarang.

__ADS_1


"Kak, gimana dengan rencana awal kita tentang perjodohan Aryo dengan Dona? Apa kakak sudah mengatakan pada Aryo?" tanya Vania sambil mengambil sebatang rokok milik Hana.


Kalau sudah bertemu kedua wanita setengah baya itu lupa usia.Mereka akan kembali menjadi Hana dan Vania muda yang suka merokok dan clubing. Tapi sekarang untuk clubing sudah di tinggalkan sejak mereka memiliki anak. Namun untuk rokok tidak pernah mereka tinggalkan. Hana selalu sembunyi-sembunyi jika ingin merokok dna Vania baru merokok jika ada Hana di samping nya.


Dona masih berkutat di dapur membuatkan teh untuk Mama dan Tante nya.


"Ehmm...untuk masalah perjodohan mereka sudah pasti jadi lah. Aryo udah aku kasih tahu kok"


"Lalu tanggapan Aryo gimana? Aku udah pengen banget gendong cucu nih. Kalau Aryo dan Dona menikah pasti seperempat usaha Papa nya Dona akan di berikan pada Aryo" Kata Vania memprovokasi sepupunya.


Hana membalikkan badan mendengar ucapan Vania yang memang sudah di tunggu-tunggu.


"Ah kamu bercanda Van. Apa ide kamu atau ide kalian berdua?"


"Ide aku sih kak, tapi Bang Thomas pasti setuju aja karena dia kan emang nurut sama aku."


Vania mematikan puntung rokok ke dalam asbak karena Dona sudah masuk ke ruang keluarga. Dia tak nyaman saja jika anak-anak nya melihat kebiasaan nya merokok. Kalau suaminya sudah tahu sejak awal kalau Vania adalah type wanita bebas dan tak bisa lepas rokok.


"Makasih sayang teh nya. Sini duduk kita lagi ngobrolin rencana pertunangan kamu dengan Aryo" kata Bu Hana.


Dona mengambil tempat duduk di depan Bu Hana.Gadis itu mengambil segelas es teh manis dan mulai menyeruput dengan sedotan hitam.


"Ehmmm...Dona kamu mau kan di jodohkan dengan Aryo?" tanya Bu Hana sambil mematikan rokoknya. Kemudian dia meneguk teh manis yang masih hangat itu.


Dona tersenyum dengan antusias dia mengangguk kan kepala. Dia benar-benar berharap bisa secepatnya menikah dengan saudara nya itu.


"Tapi te kayaknya Aryo masih dingin deh. Dona kan sedih setiap kali kami bertemu dia selalu cuek." keluhnya


Bu Hana mengedipkan mata sebelah kirinya pada Dona agar gadis itu tidak berkeluh kesah pada Mama nya dia kuatir nanti Vania akan mencecar nya habis-habisan tentang Aryo.

__ADS_1


"Dona sayang, jangan kuatir Aryo kan pendiam sejak dulu pasti dia jaga sikap karena dia tak mau membuat korp nya malu.Dia kan calon perwira Don, gakbmungkin kan cengengesan sama seorang gadis. Mungkin nanti kalau kalian bersama dia akan lebih lembut sikapnya" bela Bu Hana terhadap aryo.


Dona menghela nafas berat sebenarnya dia tahu kenapa sikap Aryo dingin karena dia tahu sejak SMA Aryo sudah berpacaran dengan Andrea adik kelasnya. Dona tapi tidak mengetahui jika hubungan Aryo dan Andrea sudah pada tahap tunangan. Bu Hana pun tak mengetahui jika putra kesayangannya sudah mengikat janji pada seorang gadis pujaan nya.


"Kak, gimana kalau sebelum Aryo lulus, kita ikat saja mereka berdua dengan tali pertunangan. Jadi setelah Aryo lulus biar langsung menikah dengan Dona. Ohya Untuk perusahaan Papa Dona kan bisa ya Kak di merger dengan Perusahaan suami kakak di Bandung" Bu Vania menekan Bu Hana dengan halus.


Pada dasarnya Bu Hana matrelistis dan sangat mencintai kedudukan dan harya maka dia sangat mendukung usul Vania.


"Ohya Aryo sekarang lagi cuti semingguan deh. Ini udah hari ke 2 dia di rumah. Nantik aku suruh jemput aja ya kemari, biar kalian bertemu dengan aryo lagi."jawab Hana menemukan ide.


Vania dan Dona setuju jika nanti sore merek akan bertemu dengan Aryo. Bu Hana mengambil telpon genggamnya dan mulai menghubungi Aryo.


---


Mami calling...


Ponsel Aryo berbunyi di saat sang empunya sedang sibuk mencuci mobil kesayangan nya. Ada dua panggilan tak terjawab di layar ponselnya.


Karena hari ini hari efektif kerja maka di rumah hanya ada Aryo dan dua asisten rumah tangga mereka. Myrna sudah berangkat kuliah sejak tadi. Papi dan Bunda pun sudah berangkat kerja.Rencana nya pagi ini Aryo akan mengantar Andrea ke kampus lagi. Kemarin dia hanya sebentar saja karena menjemput ibunya dan hari ini dia sudah berjanjibakan menemani Andrea hingga selesai kuliah.


Kebetulan Andrea hanya ada dua mata kuliah saja, sembari Andrea belajar dia akan ke perpustakaan kampus untuk menghabiskan waktu disana. Dan setelah kuliah mereka berencana untuk berjalan-jalan ke Mall.


Suara ponselnya berbunyi lagi bertepatan dengan selesainya kegiatannya mencuci mobil. Bisa saja dia menyuruh penjaga rumah untuk mencuci namun dia tak ingin jadi pemalas saat libur begini.


Aryo mendengar suara ponselnya dan segera masuk ke ruang tamu untuk mengambil gawainya.


Mami calling..


Ini sudah panggilan ke 4 jadi dia harua menjawab jika tidak maka ponselnya akan berbunyi lagi.

__ADS_1


__ADS_2