Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Dia calon adik ipar saya


__ADS_3

"Andrea? halo...apa kabar? lagi ngapain disini? " sapa Zul sambil menatap wajah gadis yang selalu mencuri perhatian di dalam pikiran nya itu dengan ramah.


Andrea gugup menatap wajah Zul lalu dari arah tempat duduk suara Satrio memanggil nya pula.


Bimo melihat kedua lelaki yang baru di kenal nya itu menyapa ramah Andrea. Dia sudah menduga jika mereka saling kenal sebelum nya.


Andrea tersenyum tipis dan membalas sapaan Zul dan Satrio.


"Halo Mas, Hmm... kabar baik alhamdulillah. Aku lagi ..."


"Ehh kalian.. ayo kemari" tiba-tiba Bimo memotong jawaban Andrea dan mengajak mereka duduk di dalam ruang tunggu.


Zul menelan rasa penasaran nya namun dia mengikuti langkah Andrea dan Myrna karena dia perlu tahu dan sangat kepo kenapa Andrea ada di tempat ini.


Andra terlihat kikuk namun dia berusaha bersikap santai dan duduk di bangku steinless steal untuk menunggu pasien. Bimo memberikan dua bungkus nasi kotak yang tadi di belikan Zul.


"Kalian sudah makan? " tanya Bimo lagi


Andrea dan Myrna menggangguk mereka sudah makan Pagi di hotel tadi. Jadi mereka menolak pemberian Bimo.


"Lho Mas sudah kenal dengan Andrea? "tanya Zul tak bisa menahan rasa penasaran nya..


Bimo tersenyum " ini calon adik ipar saya, dia tunangan Aryo"


Duaarrrr!!!


Suara Bimo yang tenang berasa seperti suara granat yang meledak di telinga nya. Wajah nya jadi pias dan Satrio melihat sahabatnya itu dengan perasaan iba semoga Zul bisa mengendalikan diri di depan para penunggu pasien ini.

__ADS_1


"Oh begitu. " jawab Zul singkat dan pelan.


Bimo mengangguk lalu ganti dia menanyakan mereka kenal dimana dan Satrio lah yang) kuah menjaga bahwa mereka adalah teman satu kampus beda tingkat.


Zul pamit ke toilet karena ingin menenang kan pikiran nya yang sedang galau. Tiba-tiba saja dia tak ingin bertemu dengan Andrea saat ini. Ada rasa sakit yang sangat menghujam perasaan nya. Sakit yang tak berdarah namun mematikan rasa.


Setelah Zul ke toilet, Satrio mencoba bertanya hal yang tidak mencurigakan Bimo dan keluarga nyaa karena dia ingin menjaga perasaan Andrea yang dia tahu sangat kikuk.


Satrio menanyakan kabar Ratna kekasih nya dan Andrea menceritakan semua nya tentang Ratna yang menunggu kabar nya beberapa hari seperti kehilangan kabar dari Satrio.


Lelaki berkumis tipis itu tertawa kecil dia menunjuk kan ponsel nya yang mati total dan menceritakan juga nasib ponselnya yang terjatuh di parit. Ada


Andrea kemudian mengambil gawai nya di dalam loud berwarna coklat muda yang tercampir di pundak nya.


"Ini mungkin Mas Satrio pengen telpon Ratna biar dia gak kuatir terus. "


"Hmmm nanti saja aku pakai ponsel Zul. Ohya Jadi Taruna yang jatuh kemarin itu calon suami kamu ya? " tanya Satrio memastikan.


Dia memang sudah tahu jika Andrea telah bertunangan namun dia tak tahu jika saat ini tunangan gadis itu lah yang jadi korban kecelakaan di jurang kemarin.


"Iya Mas, Ratna pasti sudah cerita kan ?" tanya gadis itu. Sembari Satrio dan Andrea bercakap cakap, Bimo mempunyai kesempatan untuk ke kamar hotel nya untuk bersih-bersih badan nya alias mandi karena sejak tadi sore dia belum mengganti baju nya.


Myrna asyik bercakap -cakap dengan Tofan dan teman nya sembari memberi kesempatan pada Andrea untuk berbincang dengan Satrio.


Hampir 15 menit Zul belum kembali dari toilet dan Andrea pun menanyakan keberadaan sang fans berat nya itu pada sahabat nya.


Sebenar nya Zul tidak berada di dalam toilet melainkan kan ke kantin rumah sakit untuk membeli minuman dan merokok di sudut kantin. Ada perasaan yang terluka 7 tak berdarah.

__ADS_1


Hati nya benar-benar patah dan kalau saja ini kamar nya bisa di pastikan isi nya akan berantakan ke lantai. Sekuat-kuat nya dia menepis rasa kecewa tetap saja perasaan itu tak bisa langsung saja hilang.


Rasa cinta nya pada gadis mungil bermata coklat itu sudah tumbuh subur sejak lama, dan sebenar nya dia sudah berusaha menyuap kan mental nya jika suatu saat dia mengetahui dengan pasti dengan mata kepala nya sendiri siapa lelaki yang beruntung meluluhkan hati Andrea,pasti dia akan terluka. Namun dia tak menyangka akan secepat ini dia tahu.


Lelaki yang telah di selamatkan nya itu tak bersalah, disini yang bersalah adalah perasaan nya sendiri pada Andrea dan dia juga sudah berkali-kali di ingat kan Satrio jika Andrea Sudah memiliki kekasih dan satu saja kesalahan nya adalah tak pernah berhenti mencintai nya.


Argggghhh......


Dengan gemas dia mematikan puntung rokok dan menginjak nya hingga menjadi serpihan seperti perasaan ny asaat ini.


Lalu dia sudah memutuskan akan kembali ke ruangan itu lagi untuk sekedar memandang sang pujaan hati dan berusaha keras menata hati nya yang patah tadi.


Myrna masih kerasan disitu karena ada Tofan yang terlihat dewasa dan mengalah. Dan sebenar nya sosok Tofan itu seperti sosok Axel adik Andrea. Dan jujur saja Axel juga cinta pertama nya.


Entah mengapa dia sangat nyaman berbicara dengan Tofan karena dia selalu menjadi pendengar yang baik ketika Myrna bercerita. Hati nya kini mulai tertarik ingin mengenal lebih jauh Tofan, apalagi hubungan nya dengan Tito sedang dalam mode break.


Sejati nya saat hendak berangkat ke Jogjakarta dia dan Tito sedang berantem dan saling diam. Tito yang seumuran dengan nya sama-sama memiliki sifat yang keras dan tak mau mengalah. Ada aja yang di sebutkan tiap bertemu.


Hubungan mereka makin lama makin toxic hingga Myrna memutus kan untuk break dulu dengan Tito walaupun berkali-kali lelaki itu meminta maaf dan berjanji akan lebih dewasa dalam sikap nya. Namun seperti nya gadis itu telah lelah secara batin apalagi saat ini dia seperti nya nyaman dengan orang baru yang mirip dengan first love nya.


Bimo masih di kamar hotel sebelum nya dia menemui kedua orang tua nya dan mengabar kan jika saat ini kondisi adik nya sudah stabil dan nanti bisa di pindah kan ke ruang perawatan biasa agar bisa di jenguk keluarga nya.


Sang Ayah dan Bunda sangat bersyukur dan mereka langsung sujud syukur atas mukjizat Allah pada anak lelaki ny aynag di ambang maut. Ada Lalu lelaki paruh baya itu menyuruh Bimo membooking kan ruang VVIP untuk putra tercinta nya agar mereka sekeluarga bisa lebih leluasa menunggui dan tak mengganggu pasien lain.


Pun dengan Galuh, sang Ayah dengan dermawan nya menyuruh Bimo memesan kan kamar yang sama agar Aryo tidak merasa sendiri di saat sakit begini.


Bimo mematuhi perintah sang Ayah dan dengan segera dia menghubungi pihak Rumah sakit dan meminta kamar khusus untuk adik dan teman nya.

__ADS_1


Kalau menurut analisa nya sebagai dokter mungkin 3 hari di ruang perawatan kondisi Aryo bisa pulih dan mereka akan memindahkan kan ke Rumah Sakit di Jakarta agar bisa leluasa memantau nya.


__ADS_2