
Sebelum langkah kaki Aryo sampai di parkiran dia berpapasan dengan rombongan Satria dan Zul yang baru datang dari kantor Basarnas. Karena Aryo tak mengenal mereka jadi dia pun santai saja melangkah memasuki mobilnya.
Beberapa anak buah Satria yang cewek tampak memperhatikan sosok Aryo yang terlihay berbeda dari teman-teman nya yang lain. Parfum maskulin nya menguar ke udara sehingga cewek-cewek itu begitu menghalu ketika mencium bau segar itu berlalu di depan mereka.
Zul membawa dua ransel besar uang berisi perlengkapan baksos besok. Dia sangat prihatin mendengar serita penduduk sekitar lereng merapi yang berkali-kali terkena dampak wedus gembel. Karena itu dia benar-benar ingin memberikan bantuan secepatnya pada para penduduk apalagi dia mendengar bahwa salah satu juru kunci merapi ikut menjadi salah satu korban yang di temukan meninggal di dalam rumah terkena lahar dingin.
Mereka berjalan menuju markas MAPALA yang ada di samping parkiran mahasiswa. Aryo sudah keluar dari parkiran ketika anggota Mapala itu memasuki markasnya.
Satria menurunkan ransel yang ada di punggungnya kemudian dia meraba-raba saku celana nya mencari ponsel yang dari tadi pagi bel di lihatnya. Mungkin ada pesan penting untuk dirinya.
Dia membaca pesan dari Ratna kemudian dia segera menelpon kekasihnya itu. Memang dia tak sabar jika hanya membalas pesan tadi dia ingin berbicara langsung saja pada Ratna.
'Ratna : Mas kalau udah sampai base camp tolong di infokan, Aku di kantin bersama Andrea dan calon suami nya.
Owh...what !!!!
My God bisa jantungan ini si Zul kalau melihat Andrea dengan calon nya. Aku harus mencegah Zul ke kantin. Panik Satria membaca pesan Ratna.
Dia segera menelpon Ratna karena penasaran juga.
Ratna : Halo Assalamualaikum Mas, lagi dimana?"
Satria : Waalaikum salam Sayang, Udah di base camp.kamu masih di kantin kah?
Ratna : Udah balik kelas, oh syukur lah kalau udah di base camp. Untung kalian baru datang Mas.
Satria : Hmmm...gitu ya. Kok kayaknya lega banget nadanya kenapa?
Ratna : yaaa..karena kalau kalian tadi ke kantin bakal ada yang jelous dan jantungan deh..hehehe. Tuh si Bule udah berani bawa calon suaminya kemari. Kasihan kalau Bang Zul ngelihat kemesraan mereka sih.
__ADS_1
Satria : Owwhh..ya itu juga yang mau aku tanyakan tadi. Kalau sekarang apa mereka masih di kantin?
Ratna : Udah balik kelas si Andrea nya sedang kan calon nya udah balik pulang.
Satria menghembuskan nafas lega karena sahabatnya itu tak akan bertemu langsung dengan kekasih Andrea. Namun jauh di lubuk hatinya dia juga ingin agar Zul berhenti berharap pada Andrea. Satria menyudahi percakapan nya tanpa dia tahu Zul mendengar pembicaraan nya dengan Ratna.
Zul menepuk pundak Satria dari belakang dan membuat lelaki itu melonjak kaget.
"Sial lu ! Hampir jantung gue copot !" sentak nya kesal. Satria yang lagi mikirin nasib Zul jelas saja uring uringan karena terkejut.
Zul tertawa geli melihat karib nya itu melonjak kaget. Dia menanyakan masalah Andrea pada Satria. Kenapa tadi telpon Ratna bawa-bawa nama Zul. Satria terdiam karena tak enak hati membicarakan nya diam-diam dengan Kekasihnya.
Dia menggaruk rambutnya yang agak gondrong. "Gak papa tadi Ratna tanyain kamu udah di base camp apa belum!"
Zul hanya mencebik kesal karena dia tahu ada sesuatubyang di sembunyikan Satria. Namun dia juga tak mau terlalu kepo dengan rahasia antara Satria dan Ratna.
"Kantin dulu! Lapar!" pamit Zul sambil berjalan meninggalkan Satria yang masih bengong saja.
Dia memang tak ingin membicarakan Andrea saat ini. Karena dia tak mau mood sahabat nya itu kacau sebelum mereka berangkat besok. Untuk melakukan ekspedisi berbahaya besok dia ingin semua anggota Mapala nya sehat jasmani dan rohani tidak terbebani suatu masalah besar yang merusak konsentrasi mereka di medan perang.
"Bodo!" jawab Zul cuek sambil melambaikan tangan nya ke arah Satria namun tetap melangkah menuju kantin.
Mata lelaki itu tampak merah dan berair berulang kali dia menguap karena mengantuk dan rasa lapar yang menyerangnya, dia bergegas memasuki kantin biru langganannya.
Saat tubuh jangkung nya memasuki pintu kantin,Mata Bu Isa pemilik salah satu warung di kantin itu menatapnya dengan raut wajah yang tak biasa.
"Bu, Nasi soto ayam special satu sama teh manis panas" pesan nya pelan sambil menguap lagi.
Bu Isa segera mengambil piring dan melayani permintaan pembelinya, dia heran dengan Zul yang sepertinya melewatkan satu kejadian langkah di kampusnya.
__ADS_1
"Darimana Mas Zul kok tumben siangan ke kantin nya." tanya Bu Isa sambil terus meracik pesanan soto. Seorang pelayan Bu Isa memberikan teh panas pesanan Zul.
"Dari kantor Basarnas Bu, koordinasi buat persiapan ke Merapi." jawab nya santai sambil mengaduk teh panas nya.
Bu Isa sudah selesai meracik soto dan telah memberikan semangkuk soto dengan sepiring nasi putih hangat yang uap nya masih mengepul.
Diantara 5 pedagang di kantin itu, Bu Isa adalah orang yang paling menyenangkan dan cukup akrab di kalangan mahasiswa dan mahasiswi disana.
Bu Isa yang bereprawakan gemuk dan sabar sering jadi tempat curhat para jomblo ketika menikmati masakan nya.
Kadang Bu Isa sering memberikan advis nya yang terkadang nyeleneh pada para mahasiswa yang membutuhkan nasehat ala-ala psikolog dadakan.
"Bu, minta sambal nya di piring kecil ya?"pinta Zul sambil mengucurkan irisan jeruk nipis ke dalam mangkuknya. Dengan cekatan Bu Isa memberikan permintaan Zul.
Lelaki itu mulai menyuapkan sesendok soto ke dalam mulutnya, dia mengunyah perlahan sambil menyesap kuah kental nya. Bu Isa memperhatikan gerak gerik mahasiswa tampan di depannya itu.
"Mas Zul, biasanya kan kemari sama Mbak Andrea kan ya?" tanya Bu Isa kepo.
Zul mengedikkan bahu nya malas menjawab karena sedang menikmati makan pagi yang kesiangan..
"Gak juga bu, kalau kebetulan aja kita bisa kesini bersamaan."
Bu Isa tampak ragu-ragu ingin menanyakan sesuatu. Selama ini dia beranggapan jika ada mahasiswa yang sering datang ke kantin nya itu adalah sepasang kekasih. Dan dia menganggap Zul sedang menjalin hubungan dengan Andrea saat ini, namun tadi dia cukuo terkejut melihat Andrea duduk di kantin dengan lelaki selain Zul.
Jiwa keponya meronta-ronta ingin tahu kejadian yang tadi pagi membuatnya harus mencuri-curi pandang ke arah Andrea dan Aryo.
"Ehmm..Mas Zul pacaran gak sih sama Mbak Andrea ? Keliatannnya kalian cocok deh satu sama lain. Ganteng sama cantik" Kepo Bu Isa lagi sambil mulutnya menyesap es cincau buatan Mimi pelayannya.
"Doain aja bu, semoga di kabulkan doa Ibu buat saya hehehe.."
__ADS_1
Bu Isa menarik nafas, dari jawaban Zul dia bisa mengambil.kesimpulan jika mereka berdua tak ada hubungan asmara. Jadi tafi Andrea ke kantin dengan siapa ya? Tadi dia sebenarnya mau kepo langsung ke Andrea masih sungkan karena Andrea typical mahasiswa yang tak banyak mengumbar omongan pada Ibu kantin.