Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Dasar Licik !


__ADS_3

Andrea menangis di depan taman Rumah Sakit bersama dengan Myrna. Mereka saling berpelukan. Myrna sangat marah dan sedih dengan keputusan Bu Hana yang semena-mena itu.Namun dia sendiri tak bisa berbuat apa-apa karena sekarang nyawa Aryo yang jadi taruhan nya.


"Kak, jangan pergi. Kasihan Mas Aryo kak please.." pinta Myrna getir.


Andrea masih menangis tergugu tak bisa mengatakan kepedihan nya namun Myrna sudah paham jika gadis itu terluka dalam dan hati nya hancur. Dia bersedia mengorbankan ikatan pertunangan nya demi nyawa Aryo.


Entah apa yang akan di lakukan Aryo jika nanti setelah dia sadar dari siuman dia mendapati kenyataan jika Andrea tak bisa bersamanya lagi.


Di depan ruang operasi Bu Hana tersenyum licik dan seorang petugas segera mengajak nya ke ruang sample darah untuk segera mengambil darahnya.


Bu Hana mengajak Dona untuk menemani nya dan Pak Bagus tak bisa berkata apapun demikian juga dengan istri nya semua tampak tak terima dengan keputusan Andrea, di dalam benak laki-laki paruh baya itu berpikir nanti perlahan akan mencari jalan keluar yang terbaik untuk menyelamatkan hubungan anak nya sekarang yang penting nyawa Aryo bisa diselamatkan dahulu.


Di selasar rumah sakit terlihat rombongan Zul,Tofan dan Pak Basri sedang berjalan tergesa-gesa mendatangi ruang sample darah mereka tadi telah di kabari oleh Sang komandan jika rekan mereka saat ini dalam keadaan genting membutuhkan donor darah yang langka.


Kebetulan Zul dan Tofan memilki golongan darah yang sama dengan Aryo sehingga mereka berdua bersedia memberikan darah mereka sebanyak mungkin agar rekan nya dapat terselamatkan.


Mereka segera menemui Pak Tito sang Komandan yang masih bersiaga di depan ruang sample bersama 2 prajuritnya. Tofan memberi hormat pada Pak Tito dan tanpa banyak basa basi lagi dia memerintahkan Tofan dan Zul untuk menemui petugas yang berjaga.


2 orang perawat sedang memeriksa tekanan darah dan HB Bu Hana, Dona terlihat berdiri di sebelah nya sambil bersedekap. Zul dan Tofan menunggu di kursi tunggu yang di sediakan.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Suster mengatakan hasil pemeriksaan darah Bu Hana tidak memenuhi syarat untuk jadi pendonor karena HB nya rendah dan tensi nya saat ini lumayan tinggi.


Wanita yang doyan pamer kekayaan itu tampak terkejut dan memaksa untuk di periksa ulang lagi namun petugas tetap mengatakan tidak bisa karena takut membahayakan si pendonor karena kondisi fisiknya yang kurang baik.


Raut wajah nya kecewa dan kuatir jija nyawa Aryo tak dapat tertolong sebagai seorang ibu dia juga takut kehilangan anak kandung walaupun sikap nya akan berganti menyebalkan dan pemaksa jika dalam kondisi baik.


Suster mempersilahkan Bu Hana keluar karena ada 2 orang lagi yang akan bersiap mendonorkan darah. Bu Hana memanggil Dona dengan melambaikan tangan ke arah dan gadis itu pun mendekati nya.


"Dona coba kamu selidiki, mereka mendonorkan darah untuk siapa?" tunjuknya dengan dagu yang di arahkan ke Zul dna Tofan.


Dona mengernyitkan kening nya karena bingung dengan perintah Bu Hana. Wanita itu mengedipkan mata nya seolah memberi isyarat agara Dona segera melaksanakan perintah nya.


Gadis yang berpenampilan feminim itu kemudian mendekati salah satu perawat yang bertugas. Dan dengan celingukan dia menanyakan perintah tante nya. Suster mengatakan jika mereka akan mendonorkan darah buat korban yang terjatuh dari jurang. Seketika Dona tersenyum dan kembali lagi menemuai tante nya di luar ruangan.


Bu Hana tersenyum miring, kemudian dia mulai membisikkan sesuatu pada Dona gadis itu terkejur dan menutup mulutnya dengan keras. Dia tak menyangka jika tante Hana memiliki akal yang sangat licik dan culas namun dia tak keberatan dengan tindakan ibu kandung sepupu nya itu.


"Gimana Don? Kamu mau kan melakukan nya? tante sudah berusaha maksimal agar kau bisa bersanding dengan Aryo. Sekarang tindakan terakhir yang harua kamu lakukan jija kamu benar-benar menginginkan Aryo menjadi milik mu !" tekan Bu Hana pada keponakan nya itu.


Dona mengangguk lalu Bu Hana mengeluarkan sebuah amplop coklat yang berisi 50 lembar uang seratus ribuan. Mereka menunggu situasi aman dan setelah Zul tan Tofan selesai mendonorkan darah mereka pun segera menemui sang komandan untuk melaporkan kegiatan mereka telah di laksanakan.

__ADS_1


Di saat kedua lelaki itu keluar ruangan Dona segera masuk ke dalan ruang sample dan menemui perawat yang sedang memberi label kantong darah itu dengan kode golongan darah Aryo.


Kesempatan emas bagi Dona ketika rekan si perawat tadi keluar ruangan tinggal lah 1 perawat saja disana, gadis itu bergegas mendekati suster Yeti sesuai nama tag di dada wanita yang berseragam putih.


Dona menyapa ramah dan kemudian gadis itu membisik kan sesuatu pada telinga suster Yeti. Awalnya wanita berusia 25 tahun itu tampak ragu namun ketika dia melihat amplop tebal yang di selipkan di tangan nya, dia jadi menyetujui keinginan gadis cantik itu.


"Kak, tolong jaga rahasia ini ya, karena ini menyangkut karir saya disini." kata Suster Yeti dengan tegas.


Dona tersenyum dan menyilangkan dua jari nya pertanda dia berjanji akan menepati permintaan perawat itu.


Dengan gerak cepat suster Yeti menempelkan stiker yang bertuliskan nama Ny.Hana dan menempelkan nya pada kantong darah yang sebenarnya berisi darah Zul.


Ya Tuhan maafkan hamba Mu ini, terpaksa hamba lakukan karena sangat butuh uang untuk bayar spp Naira yang nunggak 3 bulan. Batin Suster Yeti sedih sambil meremas amplop di dalam tas kecilnya.


Ternyata Bu Hana menyuruh Dona menyuap tenaga medis itu untuk mengganti nama Zul dengan nama Bu Hana untuk mengelabui keluarga mantan suaminya. Dia akan membuat Pak bagus menyerah kan Aryo bersanding dengan Dona dan dia akan mendapatkan jatah warisan dari kakek buyutnya.


Bu Hana memang licik, dia menghalal kan segala cara agar nama nya lah yang menjadi harum bak pahlawan dengan mengatas nama kan darah orang lain dengan nama nya agar Aryo pun merasa berutang budi dengan ibunya dan akan menuruti keinginan Bu Hana tanpa paksaan.


Walaupun tak ada yang tahu kecurangan nya namun Tuhan maha tahu dan maha melihat siapa yang berbuat curang akan mendapatkan balasan setimpal tinggal tunggu tanggal main nya saja.

__ADS_1


Suster Yeti segera menyimpan tas nya di dalam loker hatinya gelisah namun dia berusaha tenang karena dia memang membutuhkan uang itu untuk adik nya.


Semoga segera terbongkar kebusukan bu hana


__ADS_2