
"Apakah kamu rela mengorban kan perasaan kalian yang sudah lama terjalin demi ke egoisan seorang Ibu yang tega menghancurkan kebahagiaan anak nya?" tanya Tofan sambil menatap tajam pada Andrea.
Andrea masih terdiam dan gamang dengam pikiran nya sendiri. Dia benar-benar galau dan saat ini tak bisa berpikir dengan jernih.
Kaki nya terasa lemah untuk melangkah kembali ke kamar Aryo separuh hati nya sudah tertinggal pada kekasih nya yang sedang masa pemulihan kesehatan nya.
"Tidak sayang kah Kakak pada hubungan yang telah terjalin lama itu? Apa kah kakak tega menancap kan kesedihan lagi pada Mas Aryo,? Come on...please berjuang lah!" rengek Myrna tetap dengan nada memelas. Dia tak mau kehilangan calon kakak ipar yang sudah seperti bestie nya.
Andrea yg memang mencintai Aryo seperti mendapat kan satu kekuatan besar untuk memperjunag kan cinta nya sekali lagi.
"Baik lah aku ikut kalian dan akan menyelamat kan hubungan kami. Tolong antar aku kesana lagi Myr."
Gadis cantik yang masih berusia 20 tahun itu mengangguk lalu perlahan dia menggandeng tangan calon ipar nya itu keluar kamar hotel dna kembali lagi ke ruang prawatan Aryo.
Di kamar suasana terasa dingin karena kebekuan para penghuni nya hanya suara mesin monitor detak jantung yang terdengar menambah pilu hati Aryo.
Bu Hana menyuruh Dona mengambil kan makanan yang ada di atas troly. Sepiring nasi lembut dengan kuah sup ayam maaih tertutup plasrik wraping.
"Dona suapin Aryo dulu biar tidak masuk angin dari tadi makanan nya tidak tersentuh !" perintah Bu Hana. Gadis itu mendekati troly makanan kemudina mendorong nya mendekati ranjang pasien.
Dona mengambil piring yang berisi nasi berserta lauk yang masih hangat itu dan mulai menyendok kan ke mulut Aryo namun lelaki itu menggeleng kan kepala tanda menolak suapan Dona.
Rasa malu karena di tolak sudah menguasai hati gadis berambut panjang itu namun demi sebuah misi khusus nya itu dia rela menebal kan muka menerima perlakuan Aryo. Dia berusaha menyorong kan sendok itu mendekati mulut Aryo.
" Cukup Don ! Jangan paksa aku !" seru nya ketus. Dona menurun kan tangan nya yang memegang sendok sedang kan tangan kiri nya mengepal ke bawah karena rasa malu bercampur menahan amarah .
Bimo melihat reaksi Dona terkejut karena baru kali ini melihat sepupu nya itu menahan marah. Namun dia tak mau bertindak dulu karena ingin melihat situasi.
Tok..tok..tok..
Tiga kali ketukan di pintu membuat Bimo berjalan mendekati pintu berwarna putih itu.
Pintu terbuka dan tiga orang berbeda jenis itu tampak menyembul kan wajah nya dengan ekspresi penuh ketakutan.
__ADS_1
"Ayo kalian masuk!" ajak Bimo kepada ketiga tamu nya.
Tofan terpaksa mengikuti kedua gadis itu karena dia juga sudah gatal ingin mengatakan kebenaran yang sejujur kan pada keluarga Aryo.
Setelah mereka masuk pintu kamar di tutup nya. Andrea berjalan di belakang Myrna dan Tofan sekarang berada di depan kedua nya.
"Haii Bro ! Udah enakan belum?" sapa Tofan pada Aryo dengan sesekali melirik ke arah Bu Hana dan Dona.
Mereka seperti tak menggubris kedatangan tamu nya. Pak Bagus mengangguk angguk kan kepala ketika dia membaca salah satu pesan dari gawai nya.
Sebelum masuk ruangam Myrna telah mengirim pedan pada ayqah nya jika dia datang dengan Andrea dan Tofan untuk membuka kedok Bu Hana. Dan dia ingin .memperlihatkan pada Aryo kecurangan ibu kandung nya
Dia ingin Aryo tahu siapa yang berhak dia pilih dan bela saat ini.
"Sayang kemari lah !" mata Aryo berbinar cerah ketika melihat Andrea kembali lagi. Seolah mendapatkan doping obat kuat dia langsung merasa sehat.
"Untuk apa kau kembali lagi ?! dasar tak tahu malu !" sindir Bu Hana tajam, tangan andrea kembali dingin jika wanita di depan nya itu bukan ibu kandung kekasih nya pasti saat ini dia akan melawan kata-kata pedas penuh sindiran itu langsung.
"Apa maksud mu ! Dasar munafik tidak bisa di pegang kata-kata mu ! Fix no debat ya Mami tidak setuju sampai mati pun dengan hubungan kalian!" jawab nya dengan nada sedikit membentak.
"Mami !" suara Aryo dan Bimo berbarengan keluar karena terkejut dengan omongan kasar ibu nya apda Andrea.
"Kenapa?! Mau melarang Mami mengatakan itu? Huh dasar tak tahu malu!"
jawab nya sengit sambil menatap sangar anak lelaki nya.
Tiba-tiba ponsel Pak Bagus berdering nyaring. Dia segera keluar kamar dan menerima telepon tersebut. Terlihat kepala nya mengangguk-angguk tanda mengerti dan senyum terlihat melebar di bibir bawah nya lalu dia mematikan ponsel berlogo apel gigit.
Pak Bagus masuk lagi ke dalam kamar dan segera mengambil alih situasi kamar yang tidak kondusif.waktunya dia bertindak tegas untuk menghentikan ke egoisan mantan istri nya itu.
" Andrea kamu tidak perlu menepati perjanjian dengan Tante Hana nak !" tegas Pak Bagus sambil melipat tangan dan melihat ke arah mantan nya yang terlihat berang karena tidak terima kalau perjanjian
nya dengan Andrea di batal kan.
__ADS_1
"Kamu tidak usah ikut campur dengan urusan kami Mas !" sengit Sekali suara Nyonya Hana Saraswati terdengar memekak kan telinga.
Aryo terkejut dengan reaksi ibu nya yang di lihatnya sangat kampungan dan membuat nya malu di depan Tofan dan Andrea. Dia tak menyangka jika si ibu yang biasanya berkelas itu ternyata bisa bersikap naif dan kampungan.
"Mami please !" pinta Aryo memelas.
Bu Hana melengos ke arah nya dan mata nya terlihat sangat kesal. Tofan ingin sekali membuka mulut namun dia tak mau memperkeruh suasana yang masih panas namun dia sudah bertekad akan membuka rahasia besar itu jika Mami Aryo tetap memaksa kan kehendaknya.
" Pokoknya saya tetap menagih janji mu pada saya kemarin. " jelas nya tegas sambil melipat kedua tangan di depan dada nya.
"Mami ngomong apa sih? Janji apa?"tanya Aryo dengan suara lemah dan penuh selidik.
Dona mendengus kan nafas cepat karena dia merasa tak sabar ingin menyampaikan berita yang akan mengguncang batin lelaki yang telah lama di incarnya itu.
"Andrea berjanji akan meninggalkan mu selama nya jika Mami bersedia mendonorkan darah untuk mu. Dan perlu kamu ketahui jika Andrea telah melanggar janji nya 2x pada Mami. "
Aryo menatap nanar ke arah kekasih nya dia kecewa dan sedih mendengar keputusan Andrea yang lagi-lagi menyerah pada Mami nya. Dia jadi meragukan cinta kekasih nya itu. Saat ini dia benar-benar sedih dan rasanya ingin berlari meninggalkan mereka semua.
"Tega sekali kamu melakukan itu lagi Yank, kamu tak tahu betapa aku sangat mencintaimu dan kamu adalah salah satu alasan ku bertahan hidup saat jatuh kemarin. Tapi ternyata cinta mu tak sedalam cinta ku pada mu. Pergi lah jika itu membuat mu bahagia "kesah nya dengan mata yang berkaca-kaca.
Dia kecewa dan tak ingin bertemu Andrea saat ini, ingin dia berteriak kencang untuk meluapkan rasa kecewa, amarah dan sedih yang merajai hati nya.
Pak Bagus mengepalkan tangan nya ke bawah kalau tak ingat wanita di depan nya itu ibu dari anak-anak nya rasanya ingin sekali menempeleng dan mengusir nya namun dia masih berusaha mengendalikan diri dan pura-pura santai menghadapi masalah anak nya.
"Mas...kamu jangan salah paham. Aku melakukan nya karena..." kata-kata Andrea terputus karena Dona menyela pembicaraan nya.
"Sudah deh, ratu drama gak usah main watak lagi. Cepat kamu tinggalin Aryo toh dia udah menyuruh mu pergi "
"Dona ! Jangan ikut campur urusan ku dengan Andrea!" sentak Aryo makin kesal. Dan bentakan itu menyiutkan nyali Dona
Tofan memandang wajah Pak bagus seolah meminta pendapat tentang tindakan yang akan diambil nya demi menyelamatkan hubungan sahabatnya.
Pak Bagus mengangguk dan sekilas Bimo mulai mengerti jika kedua orang itu telah merencanakan seauatu untuk menyelamatkan adik nya.
__ADS_1