
Ratna dan Axel telah tiba di loby Rumah Sakit mereka berdua berjalan beriringan menuju ruang rawat Andrea. Jarum jam telah menunjukkan pukul 19.30 wib, tapi suasana di rumah sakit hati ini masih ramai. Mereka berdua melewati lorong panjang sesekali Ratna menggoda Axel menanyakan kekasih Axel saat ini.
Tak terasa mereka berdua telah sampai di depan Kamar dan Ratna mengetuk pintu kamar Andrea. Mama mendengar ada orang yang mengetuk pintu segera berjalan membuka nya.
"Assalamualaikum Tante," sapa Ratna sambil memcium takzim punggung tangan Ibu Andrea.
"Waalaikum salam Ratna, Lho kok bisa bareng sama Axell kesini? Ayo masuk nak" tanya Bu Radian heran.
"Tadi Ratna mengantar motor Andrea ke rumah Tante, pas Axell baru datang dari Rumah Sakit jadi saya sekalian aja Neneng kemari. " jawabnya tangan di gandeng Bu Radian menuju ranjang tempat Andrea berbaring.
Andrea tersenyum lemah tangan kiri nya di infus, sehingga tangan kanan nya melambai ke arah sahabat nya itu.
"Dihh... ini sakit beneran apa sakit malarindu tropi kangen nih? "ledek Ratna sambil duduk di bangku yang ada di samping ranjang pasien.
"Asem loe Rat," jawabnya dengan senyum miring.
"Jadi sakit apaan nona muda ini? obat nya kan jauh neng, jangan sakit-sakitan dong! "seloroh Ratna
"Mau nya gak sakit juga Oncom, tapi tak tahu nih gegar bakso pedas kemarin perut jadi disko... hahaha"
Adik lelakinya datang memberikan tas tangan Andrea.
" Salah sendiri rakus kak, makan bakso gak berbagi sama adiknya, nah akibatnya itu deh.. wkkwkwkwk" ledek Axell sambil menjulurkan lidahnya.
'' Hehehe.. iya deh nanti kakak bagi sakitnya. " balas Andrea
"Ish... amit-amit jabang bagong deh Kan, bagi kok sakit! "
Semua pada tersenyum mendengar gurauan kakak beradik itu yang kadang akur kadang berantem.
" Tar, Jangan bilang siapa-siapa ya kalau aku opname disini.Aku gak mau merepotkan teman-teman "pinta nya.
__ADS_1
Ratna mengganguk menyetujui permintaan Andrea. Namun dia lupa kalau tadi dia menghubungi pacarnya untuk menjemput nya di rumah sakit ini.
Setelah berbincang-bincang Ratna pamit pulang pada keluarga Andrea. Tiba-tiba ada suara ketukan di pintu kamar inap andrea.
Axell membuka pintu dan terkejut melihat dua orang laki-laki yang tak di kenalnya. Ratna menoleh melihat ke arah tamu Andrea dan dia segera menepuk dahinya ketika melihat Zul dan Satria sudah berdiri di depan pintu sambil membawa sekeranjang buah segar dan buket mawar merah.
Andrea mendelik ke arah Ratna serta mencubit lengan sahabat nya itu dengan pelan.
"Maaf... aku tadi hanya minta jemput mas Satria Lha kenapa dia bawa gandengan kesini.. hehhehe" jawab Ratna yang memang tidak mengetahui jika Satria telah menelpon Zul mengabarkan kalau gebetan nya sedang tergolek tak berdaya.
Zul yang sedari siang tadi gelisah menunggu kabar Andrea makin menjadi kuatir mendengar kabar jika gadia pujaan nya itu masuk rumah sakit.
Papa dan Mama Andrea mempersilahkan tamu anaknya masuk dan duduk di bangku yang telah di sediakan rumah sakit. Kebetulan Papa mendapatkan fasilitas kesehatan dari kantor nya kelas VIP untuk semua anggota keluarga nya jika sakit.
Sehingga Andrea mendapatkan satu kamar tersendiri dengan fasilitas lengkap seperti hotel bintang 5.
"Rat, temani aku dulu disini. Gak enak kan nanti kalau ada keluarga Mas Aryo datang tiba-tiba "
"Dek, Maaf ya Mas kesini tanpa kasih kabar. Karena Mas cemas" kata Zul sambil meletakkan buket bunga mawar di atas nakas.
"Hmmm... don't worry ya, I will be oke. Sudah ada Papa Mama dan Adik aku yang jagain aku."
Satria dan Ratna saling berpandangan mereka berdua merasa bersalah dengan situasi yang ada saat ini, namun apa boleh di kata Zul sudah berada di ruangan ini.
Satria menanyakan sakit yang di diagnosa dokter dan Andrea menjawab belum pasti karena belum tes darah, kemungkinan besar terkena typus.
Zul melipat tangan nya bersedekap, dia sedih melihat Andrea yang tak merespon perhatiannya. Dia sadar kalau Andrea sudah memiliki kekasih dan dia mendengar langsung dari mulut gadis itu. Dia sangat penasaran bagaiamana sosok kekasih Andrea sehingga gadis itu sangat setia menanti. Zul belum menanyakan pada Ratna karena dia ingin dengan mata kepala sendiri melihat sosok Aryo.
Entah mengapa diantara beberapa gadis yang demikian getol mendekati nya hanya Andrea lah gadis yang menarik di hatinya. Gadis yang ceria, manis dan cerdas serta sikap cuek nya terhadap lawan jenis hingga membuat banyak kumbang kampus pemasaran mendekatinya.
Biarlah dia akan mencoba mendekati nya lagi siapa tahu Masih ada peluang. Sebelum janur kuning melengkung semua kemungkinan itu bisa saja terjadi. Toh jodoh tidak ada yang tahu dengan siapa nanti akan bersanding di depan pak penghulu.
__ADS_1
"Hmmm.. Mas Satria dan Mas Zul sebaiknya kita pulang sekarang, karena Andrea butuh istirahat untuk pemeriksaan nya besok pagi. "ajak Ratna pada kedua lelaki itu karena dia tak ingin mengganggu sahabat nya yang sedang kesakitan, selain itu dia juga tak mau jika Zul selalu menaruh harapan kosong pada Andrea.
Kedua lelaki dewasa itu mengangguk dan mulai berpamitan pada kedua orang tua Andrea dan Axell. Ratna janji besok pulang kuliah akan kesini lagi menemani Andrea.
Setelah tamu nya pulang Papa memperhatikan keranjang buah dan buket bunga mawar dari Zul dengan seksama.
"Ada penggemar baru nih.. hehehe" canda Papa pada putri sulung nya.
"Ahh.. Papa suka nya ngeledekin aja! " jawab Andrea kecut, dia tahu Papa hanya menggoda nya saja.
"Mas Satria itu kan pacar Kak Ratna ya?terus yang satunya itu siapa kak? "
"Teman sekelas Satria"
"Owh teman nya, terus kenapa dia bawa parcel buah dan buket bunga untuk Kakak? Dia kan teman Mas Satria bukan teman Kakak? " Axell memancing Andrea padahal diam-diam dia sudah tahu gelagat Zul menyukai Kakaknya Sejak acara kampus dulu.
Biar pun status nya adik, tapi dia bersungguh - sungguh menjaga keselamatan Kakak Kandung nya dari jarak jauh. Karena Papa nya selalu berpesan agar melindungi Kakak tunggalnya itu dimana pun dia berapa. Karena itu dia juga mengikuti dimana pun Andrea bersekolah.
Gak percuma dia menjadi pemegang sabuk hitam di pencak silat saat Sekolah dulu. Axell yang konyol dan suka bercanda itu ternyata sangat menyayangi kakaknya dia tak akan membiarkan satu orang pun menyakiti Andrea.
"I don't know "jawab Andrea cuek. Axell membuka keranjang buah pemberian Zul.
"Kak, aku buka ya parcel nya? " Andrea mengangguk, dengan tangkas Axell membuka plastik penutup keranjang buah itu, buah-buahan import yang segar menggoda lelaki itu untuk memakannya.
Dia mengambil sebutir anggur hitam lalu masukkan ke dalam mulutnya.
"Andrea, ayo tidur besok pagi harus ambil darah. Axell kamu tidur disini atau pulang? "Mama membetulkan letak selimut Andrea yang melorot.
"Axell tidur disini saja Ma, takut nanti kalau Mama atau Papa butuh sesuatu untuk Kakak. Jadi Axell bisa bantu lari"
Kebetulan kamar ini memiliki 2 bed dan 1 sofa besar. 1 bed untuk pasien, dan satu lagi untuk penunggu pasien. Axel tidur di sofa dan bed yang satunya untuk kedua orang tuanya.
__ADS_1