Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Perhatian yang sia-sia


__ADS_3

"Apa? Apa Mas? " tanya Andrea seolah ingin mendengar lagi perkataan Zulfikar yang menyebutnya 'Dek' ehmmm.. tumben nih orang panggil pake sebutan dek, biasanya langsung sebut namanya aja.


"Ehmmm... kamu tanya apa? " tanya Zul bingung karena dia tak merasa mengatakan hal yang aneh dan perlu di pertanyaan kembali.


"ehmm..gak... gak jadi lupain aja. " jawab Andrea sedikit malu karena dia terkejut dengan sikap Zul yang sekarang sudah lebih santai ketika berbicara dengan nya.


Mitha datang membawa ransel Andrea dan di beberapa buku diktatnya.


"Sory Dre gue tinggal bentar ambil tas kamu, soalnya di Arlita bilang kamu harus istirahat di rumah. Jadi lebih baik aku antar kamu pulang ya? "kata Mitha sambil menggendong ransel teman nya.


"Udah Mit, aku yang antar Andrea pulang, aku kan udah gak ada kelas.Dari pada kamu bolos satu mata kuliah lagi hayo" Zulfilar masih berusaha menawarkan jasa nya. Mitha menaikkan dagu nya ke arah Andrea, dan daripada waktunya habis untuk berdebat akhirnya dia mengangguk kan diri.


"Ya udah,Mit biar Mas Zul aja yang nganter aku, kamu ikut kelas nya Miss Nina aja. Daripada ntar absen kamu kurang. Betewe terimakasih Bestie cantikku" kata Andrea mencoba melucu dengan mimik wajah memelas.


"Ohya motor kamu nanti biar di bawa Ratna saja Dre, nanti istirahat aku ke kelas nya Ratna. Kan rumah dia dekat sama kamu, mana kunci motor nya? " kata Mitha lagi sambil menengadah kan telapak tangan nya. Andrea mengambil kunciotor dari dalam ranselnya.


"Tolong bilang Ratna, nganternya malam aja gapapa."


Mitha mengangguk lalu segera melambaikan tangan nya,dan ber balik kembali ke kelas nya.


Tinggal Andrea dan zulfikar yang berjalan beriringan menuju parkiran mobil di halaman kampus. Beberapa saat kemudian mereka berdua telah membelah jalan raya yang sedikit padat karena berhenti di persimpangan trafic light.


Suara Once mengalun merdu menemani siang yang sesikit mendung.


Lamat-lamat terdengar alunan suara Once yang khas dengan nada tinggi.


'Kau boleh acuhkan diriku

__ADS_1


Dan anggap ku tak ada


Tapi takkan merubah perasaanku


Kepadamu


Kuyakin pasti suatu saat


Semua kan terjadi


Kau kan mencintaiku


Dan tak akan pernah melepasku


Aku mau mendampingi dirimu


Aku mau cintai kekuranganmu


Selalu bersedia bahagiakanmu


Kujanjikan aku ada


Kau boleh jauhi diriku


Namun kupercaya


Kau kan mencintaiku

__ADS_1


Dan tak akan pernah melepasku


Aku mau mendampingi dirimu


Aku mau cintai kekuranganmu


Selalu bersedia bahagiakanmu


Kujanjikan aku ada


Aku mau mendampingi dirimu


Aku mau cintai kekuranganmu


Aku yang rela terluka


Untukmu selalu


Mata Andrea terpejam namun dia tidak tidur,dia hanya pura-pura memejam kan mata saja, karena dia merasa tak enak hati dengan Zul. Dia sudah menolak uluran cinta lelaki itu namun Zul tetap berusaha menolong nya. Entah mencari simpati atau memang sekedar bersahabat saja dia juga tak mengerti.


Biasa nya kalau cowok sudah di tolak sama cewek dia tak akan mau lagi menemui atau berkesan cuek tak mau tahu dengan si cewek tersebut.


Zul mengetuk stir nya mobilnya sambil sesekali menoleh melihat Andrea yang terlihat terlelap.


"Andai saja aku ada kesempatan untuk mendapatkan hati nya sekali saja pasti tak akan ku sia-sia kan kesempatan emas itu " katanya dalam hati.


"Kamu dekat namun begitu jauh tak terjangkau." katanya lagi. Dia harus sabar dan tulus jika menginginkan hati Andrea.

__ADS_1


__ADS_2