
Beberapa bulan berlalu dengan damai dan normal untuk keluarga Pak Bagus dan Keluarga Andrea. Ya terkadang Mami Hana masih mengusik dan rasanya akan terus mengusik asmara Aryo dan Andrea sampai mereka benar-benar berpisah niat nya seperti itu namun dengan cara bermain cantik dan aman.
Bu hana sudah paham pasti dengan memaksa kan kehendak nya pada Aryo tak akan bisa menggoyahkan ikatan cinta mereka berdua dia sedang mencari cara untuk memisahkan tanpa terlihat karena dia sendiri sudah di deadline oleh keluarga Dona terutama sang Mami.
Usut punya usut ternyata Bu Hana memiliki satu rahasia besar yang di pegang oleh Nyonya Vania ini kandung Dona. Karena itu dia tunduk saja mengikuti kemauan Vania untuk menjodohkan Dona dan Aryo.
######
Kalau gak karena dia memegang rahasia besarku pasti aku gak bakalan ngotot menjodohkan Aryo. dengan Dona. Aku tahu anak-anak ku ini adalah anak yang patuh pada orang tua namun entah kenapa aku merasa makin jauh saja dengan mereka terutama Aryo.
Lelaki kecilku yang sudah tumbuh dewasa, tampan dan miliki masa depan yang insya allah cerah. Aku sangat menyayanginya kedua anakku dari Mas Bagus terutama Aryo karena dulu dia adalah anak kecil yang sering sakit-sakitan dan dari usia balita aku sudah pergi meninggalkan nya di asuh oleh Mas Bagus.
Aku sebenarnya sangat mencintai Mas Bagus, tapi setelah mengarungi bahtera. rumah tangga dengan lelaki pilihan ku sendiri aku sadar pada kenyataan nya bahwa hidup tak melulu memikirkan cinta. Dulu aku nekad milih Mas Bagus karena cinta ku yang terlalu besar dan menutup mata dengan kenyataan bahwa lelaki pilihan ku ini belum mapan secara financial.
Aku yang terbiasa hidup berkecukupan dan di. layani pembantu, jadi shock ketika mendapatkan kenyataan pahit nya hidup berumah tangga bersama Mas Bagus hampir 7 tahun lamanya, aku yang sudah tinggal. di kontrakan sederhana yang di sewa suamiku itu jadi terkejut ketika harus mengurus rumah tangga sendiri tanpa bantuan pembantu. Gaji Mas Bagus yang hanya cukup untuk makan sehari-hari dan membeli susu anak-anak membuatku lama-lama kesal karena tak bisa memanjakan diri lagi hang out bersama teman-teman ku.
__ADS_1
Jatah bulanan dari orang tua ku sudah lama di stop Ayah karena dia terlanjur kecewa dengan keras kepala ku yang nekad memiliki Mas Bagus daripada lelaki pilihan nya. Bayangkan saja jatah jajan ku dulu sama dengan uang gaji bulanan suami ku sekarang. Kadang aku menangis diam-diam karena rindu dengan kehidupan ku dulu yang bergelimang kemewahan dan semua serba tercukupi.
Ya walaupun Mas Bagus juga sering memberiku uang jajan untuk ku gunakan keperluan pribadi ku, namun rasanya masih jauh dari kata cukup. Dulu setiap bulan aku bisa membeli 5x baju maupun make up ku, kini aku harus puas dengan belanja baju sekali sebulan dan itu pun aku harus membeli di tempat perbelanjaan yang sangat jauh dari kata mewah. Alias di toko baju yang ada di dekat pasar. Bukan di butik langganan keluarga ku dulu.
Diam-diam Vania sering kali mengajakku shopping dan sering kali dia mentraktir ku beli pakaian maupun tas mahal ya walaupun aku tahu diri tidak banyak yang aku ambil Vania sering kali mengejek ku walaupun dengan nada bercanda namun sangat menyakitkan sekali dia bilang aku sudah tidak glowing dan bersinar lagi. Aura kecantikan ku sudah meredup karena kurang terawat. Aku sebenarnya tersinggung dan malu dengan candaan Vania, namun apa daya memang kenyataan nya seperti itu.
Biasanya aku membeli make up seharga jutaan rupiah sekarang aku turun grade dengan puas membeli yang kisaran puluhan ribu saja. Di tambah lagi kemana-mana aku harus naik motor butut Mas Bagus berdesakan dengan kedua anakku. Ketika menghadiri acara keluarga besarku aku datang dengan suami dan kedua anakku mengendari motor tua Mas Bagus di tengah jalan hujan turun dengan deras sehingga kami harus berteduh di emperan toko yang hampir tutup. Saat hujan reda kami mulai berjalan lagi mengendaraii motor tua itu membelah jalanan, dan apa. yang terjadi di jalan?
Pakaian kami basah kena cipratan air comberan yang tergenang di jalan berlubang dan alhasil saat tiba di rumah eyang ku, semua mata seolah melihat kami dengan pandangan mengejek walaupun ada beberapa sepupuku yang menatap iba. Dan Bulik Salma adik Romo ku yang pendiam diantara adik-adik Romo ku yang lain mengajak kami semua masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan diri. Karena di kamar Bulik Salma ada kamar mandi pribadinya sehingga kami semua bisa membersihkan tubuh kami yang basah dan bau comberan.
Setelah berganti pakaian kering tubuh kami hangat dan segar. Kulihat tubuh anakku yang tadinya menggigil kedinginan dan berwarna putih seperti kapas bisa terlihat normal lagi.
Aku merengkuh tubuh kedua anakku dan mendekapnya dengan lelehan air mata sedih. Pun suamiku merasakan hal yang sama saat ini sedih.
Bulik menyuruh kami keluar dan bergabung dengan semua sepupu dan keponakan, kedua anak ku yang pendiam itu tampak malu-malu membuntuti pantatku.
__ADS_1
"Wah kasihan sekali kau Han, hujan-hujan begini kan emaknya naik mobil atau taxy. " sapa Juniar sepupuku yang terkenal tukang kompor dan suka menghina orang yang dianggap tak sebanding dengan derajatnya.
"Gappa Mbak Jun, sambil nostalgia dulu saat pacaran. " jawabku sekenanya.
Terdengar derai suara kerabat ku di ruang tamu, kali ini kehadiran keluarga kecil ku tampak di acuhkan oleh para sepupu yang kaya.
" Ayo sini Aryo, Bimo. Ayo main sama Kiki dan Zian di sana. Jangan berdiri di belakang pantat ibumu saja. " sapa Amirah sepupu dari anak bibi ku.
Amira memang ramah dan care pada semua saudaranya tak memandang kekayaan nya. Dia menuntun aku untuk duduk di samping nya dan menyuruh Mas Bagus melebur menjadi satu biar akrab dengan para sepupuku yang lain.
Romo dan Ibu menatapku tajam beliau seolah malu melihat penampilan ku yang memakai pakaian bibik. Aku mendekati kedua orang tua ku dan mencium punggung tangan kanan nya.
"oalah nduk melas men nasibmu! ".bisik Ibuku di telinga kanan ku seakan takut terdengar oleh suamiku.
Aku tetap tersenyum sambil menggenggam erat kedua tangan Ibu ku yang terlihat sedih. Aku yakin kan pada beliau bahwa aku baik-baik saja dan pasti bisa melewati semua masalah dengan bahagia.
__ADS_1