
Malam minggu ini Andrea sedang beristirahat di rumah, sudah hampir sepekan dia keluar rumah sakit dan dia sudah mulai aktifitas kuliahnya lagi. Namun untuk kegiatan di luar jam kuliah untuk sementara waktu sedang di off kan. Dia tak ingin jatuh sakit lagi.
Lepas adzan magrib setelah melakukan ibadah, dia sudah standby di dalam kamar mungilnya yang nyaman dan tertata rapi,sebuah musik mengalun merdua dari penyanyi favoritnya yang di dengar nya dari ponselnya.
...lagu Viera Bestari dengan " celengan rindu " nya ...
...Aku kesal dengan jarak...
...Yang sering memisahkan kita...
...Hingga aku hanya bisa...
...Berbincang denganmu di whatsapp...
...Aku kesal dengan waktu...
...Yang tak pernah berhenti bergerak...
...Barang sejenak agar ku bisa...
...Menikmati tawamu...
...Ingin ku berdiri di sebelahmu...
...Menggenggam erat jari-jarimu...
...Mendengarkan lagu sheila on 7...
...Seperti waktu itu saat kau di sisiku...
...Dan tunggulah ku di sana...
...Memecahkan celengan rinduku...
__ADS_1
...Berboncengan denganmu mengelilingi kota...
...Menikmati surya perlahan menghilang...
...Hingga kejamnya waktu...
...Menarik paksa kau dari pelukku...
...Lalu kita kembali menabung rasa rindu...
...Saling mengirim doa sampai nanti sayangku...
...Jangan matikan hapemu...
...Kau tahu aku benci khawatir...
...Saat kau tak mengabari...
...Aku tak suka bertanya tanya...
...Mention mentionan denganmu di twitter...
...Namun kau selalu menyakinkanku...
...Ku tumbukan rasa percaya...
...Bukan rasa curiga...
...Dan tunggulah ku di sana...
...Memecahkan celengan rinduku...
...Berboncengan denganmu mengelilingi kota...
__ADS_1
...Menikmati surya perlahan menghilang...
...Hingga kejamnya waktu...
...Menarik paksa kau dari pelukku...
...Lalu kita kembali menabung rasa rindu...
...Saling mengirim doa sampai nanti sayangku...
Matanya mulai berat karena lagu ini terasa sekali menyentil perasaannya saat ini. Perlahan kelopak matanya mengatup dan dengkur halus nya mulai berirama.
Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dari luar. Dia malas sekali menggerakkan badannya alias mager di ranjang nya yang nyaman. Air conditioner yang dingin dan selimut tebal telah menemani malam minggu kelabunya.
"Masuk! " perintahnya pada orang yang mengetuk kamar. Namun pintu kamarnya masih tertutup dia juga masih malas membuka pintu kamarnya paling di bontot yang mau meminjam motor matic atau memimjam helm nya pikir nya lagi namun ketukan masih belum berhenti.
Dengan jengkel dia turun dari ranjang sambil mendengkus dan ingin mencubit lengan adiknya itu nanti karena sengaja mengganggu kenikmatan nya.
Andrea mengucir rambutnya dengan model kucir kuda ke atas. Sehingga leher jenjang nya yang kuning langsat terlihat menarik. Dengan ogah-ogahan dia memutar tuas pintu kamarnya.
'ceklek.
"Axell ma.......!"seketika ucapannya terhenti karena di depan kamarnya telah berdiri seorang lelaki tampan membawa satu buket bunga Mawar putih. sesaat dia terdiam lalu detik berikutnya dia mulai menghambur ke dalam pelukan lelaki itu. Dia terisak Karena terkejut campur bahagia. Pelukan hangat yang di rindukannya telah di rasakan nya kembali.
"Ehem... Ehemmm.... ehemmm" goda Axell nyengir sambil berlalu menuju dapur.
Kedua orang yang sedang rindu berat itu saling mengerti pelukan karena malu, apalagi Mama juga ada di belakang Axell. Mama tersenyum melihat putrinya itu telah sehat dan kelihatannya lebih sehat lagi setelah sang kekasih datang menjenguk nya. Ternyata Aryo tidak datang sendiri dia bersama Myrna adik bungsunya yang sudah lama tak berkunjung kemari.
"Ayo nak Aryo coklat hangat nya sudah di depan" kata Mama sambil tersenyum.
"Baik Tante, terima kasih. "Lalu Aryo menggamdeng tangan kanan Andrea mereka berdua berjalan ke ruang tamu di sana Myrna sudah duduk sambil mencomot sepotong bolu pisang buatan Mama Andrea.
__ADS_1