Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Ekspedisi di mulai


__ADS_3

Di dalam kamar terlihat teman-teman nya sudah tertidur pulas. Untung nya dia mendapat jatah tidur di ranjang bawah. Ternyata dulu rumah Pak Raden bekas kamar kost anak mahasiswa perantauan. Kos murah meriah sehingga Pak Raden menyediakan ranjang susun dua di setiap kamar nya untuk menghemat budget juga.


Sejak sering gempa dan merapi sering muntahkan lahar nya, rumah kost Pak Raden perlahan mulai sepi dari anak kost mereka pindah ke tempat yang lebih aman. Sehingga 2 rumah Pak Raden disini kosong hanya tinggal 10 kapling rumah petak yang masih terisi oleh orang kontrak beberapa pasangan rumah tangga yg tempat bekerja nya dekat dengan lokasi.


Aryo segera merebahkan badan nya yang sudah penat dari tadi beberapa saat kemudian dia sudah terlelap di buai mimpi. Dalam mimpi dia seperti berjalan di dalam hutan bersama teman-teman nya tapi sesaat kemudian mereka telah berpencar tak tahu kemana.


Aryo memanggil Tofan karena berangkat tadi dia masih bersama Tofan.


"Fan..Tofan !!"


Gluduk..gluduk..!


Cetarr!!


Tiba-tiba suara gemuruh geluduk dan petir datang bersamaan. Aryo berlari menghindari hujan dengan berjalan ke arah gubuk reot di tengah hutan.


Hah..hah..hah


Nafasnya memburu karena tadi berlari kencang sampai kaki nya terantuk akar pohon yang menjulur. Sesampai nya di gubuk reot itu dia segera memegang dinding untuk pegangan tangan nya yang gemetar tiba-tiba sepasang tangan berbulu hitam mencengkeram bahu nya dari belakang.


Arrggggghhhh....


Tolongggg....

__ADS_1


Tolongggg...


Bruk !


Aaduh ! Aryo terjatuh dari tempat tidur nya dan kepalanya terantuk kaki ranjang besi itu.


Awww..dia terbabgun dan mengusap wajahnya dengam kedua tangan nya,


Hosh..hosh..host..


Ternyata dia mimpi, lalu dia melihat jam dinding di atas lemari telah menunjuk kan pukul 02.00 wib.


Ugh..untung mimpi dan teman-teman masih terlelap kalau tidak aku pasti di bully di jadikan bahan candaan mereka


Aryo segera bangun dan pura-pura push up karena tadi dia melihat ada teman nya yang sudah menggeliat mau bangkit dari tempat tidur nya.


"Push up sebentar, badan ku pegel semua" jawab Aryo menutupi malu karena tadi sudah jatuh dari tempat tidur nya.


Haikal menggelengkan kepala, ada -ada aja nih anak ! Batin nya aneh. Kemudian Haikal turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar mau ke kamar mandi.


Aryo bergegas bangun dari posisi push up nya lalu mengikuti Haykal ke kamar mandi karena kandung kemih nya juga sudah penuh dengan air yang butuh di keluarkan.


"Haykal,jangan lama-lama keburu ngompol!" teriaknya di pintu kamar mandi.

__ADS_1


Haykal yang masih menuntaskan hajad nya pun menggelengkan kepala nya.


💟💟💟


Pagi telah tiba mentari mulai menampak kan wajah nya yang malu-malu tersembul di ufuk timur. Semua relawan telah siap untuk ke medan perang, dan ada yang sudah bersiap membawa beberapa peralatan seperti cangkul dan lain nya.


Satria dan teman-teman nya sudah membagikan jatah sarapan pagi dan mulai menikmati makanan dengan cepat, hari ini merek aakan menyisir desa yang paling dekat dengan pusat gempa. Di perkirakan ada 10 orang yang masih tertimbun di tanah.


Beberapa saat kemudian mereka telah siap dengan peralatan masing-masing dan keluar menuju halaman. Lokasi desa itu sekitar 15 km dari posko sehingga mereka harus menggunakan mobil untuk sampai disana.


Rombongan relawan telah bergerak menuju lokasi bencana dan telah menggunalan APD juga. Topi seperti helm dan baju pengaman. Satria dan rombongan telah menyisir masuk ke desa yang paling dekat dengan kaki gunung Merapidengan berjalan kaki.


Mobil di parkir lapangan desa,semua orang telah turun untuk menyisir area terdampak. Bau belerang yang menyengat membuat sebagian relawan terbatuk-batuk, mungkin terkejut dan adaptasi dengan indra penciuman mereka.


Pak Kades dan pamong nya memberikan catatan warga desa yang belum di temukan dan oleh keluarga nya masih di nyatakan hilang. Sungguh menggenaskan nasib warga yang di terjang wedus gembel dan lahar dingin itu. Rumah mereka rusak porak poranda. Terkubur bersama dengan reruntuhan abu vulkanik.


Satria dan Pak Basri anggota tim Basarnas memasuki sebuah rumah yang sudah di informasikan oleh warga sekitar bahwa ada salah satu anggota keluarga nya hilang. Untung helm yang mereka pakai ada senter nya jadi mereka dapat melihat cahaya dalam kegelapan akibat tumpukan kayu dan bata.


Satria memeriksa ruangan demi ruangan dan dia tak mendapatkan petunjuk apa pun, begitupun Pak Basri dan anak relawan lain belum mendapatkan petunjuk keberadaan korban.


Rombongan Zul berada di tengah desa mereka juga memiliki tugas yang sama mencari korban di dalam reruntuhan siapa tahu nasib mujur bisa menyelamatkan korban dalam keadaan hidup.


Rombongan rekawan Taruna juga sudah masuk di desa sebelah yang penduduk nya memang lebih banyak yang hilang. Aryo menyusuri desa dengan doa yang tak putus di panjatkan nya pada sang pencipta untuk keselamatan semua warga dan relawan.

__ADS_1


Satu persatu rumah mereka periksa dan dengan cekatan mereka mulai meyingkirkan kayu ataupun barang rumag tanga yang hancur dan menjadi rongsokan.


"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun !!" teriak Resti


__ADS_2