Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Sepenggal kisah perceraian Orang tua Aryo


__ADS_3

Orang tua Hana memandang sinis ke arah Bagus, mereka kecewa dengan keputusan anak gadis yang di sayang nya itu. Mereka merasa Hana sangat naif dan terlalu terburu nafsu sesaat.


Namun mereka juga tak mau jika Hana nekad melakukan ancaman nya, Pak Wirya tahu bagaiamana sifat keras kepala nya Hana. Jika keinginan nya tak terpenuhi maka Hana benar-benar akan melakukan ancaman nya.


Hana mengajak Bagus untuk keluar rumah, dengan sopan dia Bagus akhirnya pamit undur diri dari hadapan orang tua Hana. Dia tetap memberi salam hormat dengam mencium punggung tangan Pak Wirya dan Bu Dewi.


"Hana, jangan pergi nak. Ayah ingin bicara dengan kamu."


Hana menghentakkan kaki nya ke lantai. "Percuma Yah! ujung-ujungnya Ayahbakan mempersulit kami kan? "


Bu Dewi memeluk tubuh anak nya dari samping seperti memberi kekuatan mental pada anak nya.


"Dengar kan kami dulu nak, pasti kamu akan merestui kalian. Antarkan Bagus ke depan dulu setelah itu kita bicarakan lagi langkah kalian ke depan nya" bujuk Bu Dewi.


Bagus merasa serba salah dengan keadaan ini. Dia merasa tak di anggap di mata keluarga Hana namun dia terlanjur mencintai Hana dengan tulus. Dia harus memberi waktu pada anak beranak itu untuk berunding secara personal.


Bagus mengangguk dia memberi isyarat agar Hana menuruti perintah ibu nya.Dengan berat hati akhirnya Hana mengantar kan Bagus ke pintu gerbang rumah nya dan melambaikan tangan ketika lelaki tampan itu mulai mengendarai motor butut nya.


Hana masuk ke dalam istana tempat tinggal nya yang sekarang membuat yang tak betah.

__ADS_1


Aku tak mau menikah dengan Beny, Aku benci Beny belum menikah saja dia Sudah kasar sama aku apalagi nanti kalau sudah jadi menikah dengan ku, bisa babak belur aku di buat nya. kata Hana sendiri sambil melangkah memasuki ruang keluarga.


"Duduk lah di dekat Ibu. Sini nak! "perintah Bu Dewi sambil menepuk nepuk sofa kosong di sebelah nya. Dengan wajah di tekuk Hana menempatkan bokong nya di sebelah ibu nya.


Pak Wirya menyesap kopi hitam di dalam cangkir keramik kesayangan nya. Lalu dengan suara berat dia mulai membuka percakapan.


"Hana, kami sudah memilih kan calon pendamping kamu yang terbaik untuk kebahagiaan dunia akhirat kamu dan kamu pasti kaan bahagia nak jika bersama lelaki pilihan kami"


Hana mendengus kesal. Dia sudah menduga bahwa orang tua nya akan menyodorkan pilihan hidup untuk nya. Bu Dewi membelai rambut anak gadis nya dengan perasaan sayang.


"Tidak ada satu pun orang tua di dunia ini ingin membuat anak nya menderita.Begitu pun dengan kami. Coba lah bersikap neriman seperti Mbak Trini mu nak" lanjut Bu Dewi.


Ayah mendengar kan perkataan putrinya itu dengan heran. "Apa yang membuat mu menolak Beny? "


"Dia hampir meleceh kan ku Bu, apa Ayah sudi memiliki menantu seperti itu? bagaimana kelak aku menjalani rumah tangga dengan nya? bukan nya bahagia malah menderita lahir batin! " isak Hana pelan kemudian menjadi tangisan yang keras.


Ayah dan Ibu nya terkejut mendengar penuturan putri kesayangan nya itu. Pantas saja Beny terlihat bernafsu sekali ingin menikahi Hana secepat nya. Bahkan waktu itu dia berencana membawa Hana keluar kota berdua dengan nya untuk menemui orang tua nya. Untung saja saat itu Hana sedang ujian jadi Pak Wirya dapat memberi alasan menolak secara halus.


Ayah dan Ibu Hana menghela nafas berat dia tak menyangka jika Beny Pramudya anak lelaki Pak Sastro karibnya semasa remaja di desa dulu mempunyai perangai buruk. Padahal sejak pandangan pertama melihat sosok Beny dia sudah suka karena lelaki itu teelihat lemah lembut bertutur kata dan terlihat hormat pada nya dan mulai saat itu juga dia langsung menelpon Sastro san menyanggupi perjodohan Hana dengan Beny karena Sastro juga akan memberikan sawah dan ladang nya yang 5 hektare itu untuk mahar anak gadis nya.

__ADS_1


Hati nya gamang sekali mendengar cerita putri nya di satu sisi dia sangat marah mendengar pelecehan yang terjadi pada Hana, di sisi lain dia menyayang kan mahar yang di janjikan Sastro untuk anak nya jika Hana dan Beny tidak jadi menikah.


Hana memperlihatkan foto Beny yang sedang bermesraan dengan wanita lain yang dia dapat dari teman nya. Pak Wirya memegang kening nya yang tiba-tiba terasa pusing 7 keliling.


Akhir nya kesepakatan antara ayah dan anak gadis nya. Jika perkataan Hana tentang Beny itu benar maka Wirya akan menghentikan perjodohan itu. Tapi jika Hana berbohong maka mau tidak mau Hana harus siap di nikah kan dengan Beny.


Setelah selesai berdebat dan mencapai kesepakatan Hana masuk ke dalam kamar nya, dia menelpon Aries teman kuliah nya yang bisa mengedit foto dia menyuruh Aries mengedit kan foto Beny lagi. Ternyata Foto Beny bermesraan tadi adalah rekayasa Hana agar orang tua nya membatalkan perjodohannya. Namun untuk kasus pelecehan nya itu memang benar adanya sehingga membuat Hana bertekad menjebak dan mempermalukan Benu di depan orang tua nya.


Singkat kata, orang tua Hana akhirnya membatalkan perjodohan itu dan terpaksa merestui hubungan Bagus dan Hana. Pernikahan mereka di laksanakan setelah Bagus selesai wisuda dan Hana menginjak semester akhir kuliah.


Sejak memutuskan menikah dengan Bagus mereka berdua pindah ke rumah kontrakan karena Bagus tidak mau mendapatkan intervensi di dalam rumah tangga nya oleh mertuanya.


Pun orang tua Hana juga seolah lepas tangan tak mau membantu perekonomian anak dan menantu nya yang baru berumah tangga karena mereka masih belum bisa menerima menantu yang tak sederajat seperti Bagus.


Kehidupan rumah tangga yang awal nya penuh cinta dan kesetiaan hanya bertahan hingga anak pertama mereka berumur 6 tahun. Hana yang sudah terbiasa hidup enak penuh fasilitas dari orang tua nya sekarang merasakan sangat menderita.


Bagus yang belum mendapatkan pekerjaan mapan baru bisa mengontrak kan rumah mungil di perkampungan yang dekat dengan tempat kerja nya sehingga mengirit ongkos bensin kendaraan butut nya. Lelaki itu juga merasa sedih karena belum bisa membahagiakan permaisuri hati nya itu dengan kehidupan yang layak selama berumah tangga hampir 6 tahun.


Hingga akhir nya Hana mulai jenuh dan banyak menuntut pada Bagus. Dia mulai minta ijin kerja di luar rumah untuk membantu perekonomian keluarga. Awal nya Bagus melarang namun karena dia juga merasa kasihan jika terus mengekang keinginan istri nya maka dengan sangat terpaksa dia mengijin kan Hana bekerja dengan catatan pekerjaan itu tidak membuatnya lupa pada anak dan keluarga nya. Hana menyanggupi permintaan Bagus maka sejak saat itu dia mulai rajin mencari lowongan pekerjaan dimana-mana.

__ADS_1


Dan kebetulan sebuah perusahan konveksi membutuhkan tenaga nya. Dia di terima sebagai seorang sekertaris. Ternyata pemilik perusahaan itu anak dari kerabat jauh sang Ibu. Ferdy namanya dan kelak akan menjdi suami kedua nya.


__ADS_2