Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Satu persatu terbongkar kebusukan mu Mi!


__ADS_3

Bimo tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Tofan lega bayangan buruk kehilangan sahabat terdekat nya itu mulai memudar dan dia sungguh ikhlas dan bahagia melakukan itu semua.


" Bukan hanya saya saja yang mendonor kan darah untuk Aryo, ada satu relawan dari mahasiswa juga turut memberikan darah nya untuk keselamatan Aryo. Bahkan dia juga yang berjuang turun ke bawah jurang untuk menjemput Aryo" terang Tofan merendah.


Bimo mengajak semua nya duduk agar lebih enak berbincang akrab satu dengan yang lain nya. Dan karena tugas nya sudah selesai dr Haris pun pamit untuk pulang dan nanti akan ada dokter pengganti yang akan bertugas shift malam hingga pagi.


Rasa kantuk yang menyerang mata nya membuat Bimo menguap berkali-kali sehingga, Danu menyuruh nya untuk beristirahat saja di hotel. Begitu pun dengan Tofan juga menyaran kan Bimo untuk istirahat dan tugas jaga itu akan di gantikan Tofan sementara waktu.


Karena ingin mendengar cerita Tofan rasa kantuk Bimo di tahan nya mati-matian. Mungkin dia akan tidur di depan ruang ICU itu dengan cara duduk bersandar pada dinding. Justru dia mengkuatir kan Danu yang sedari siang tadi menemani nya.


"Dan, kamu mungkin mau istirahat? Aku rasa disini sudah banyak yang menemani ku. Kasihan Anisa kamu tinggal sendiri di rumah malam ini."


Danu yang juga lelah fisik nya akhirnya menyetujui perintah Bimo dan dia berjanji akan datang besok pagi menemani Bimo. Memang benar saat ini Anisa istrinya sedang di rumah sendirian dalam keadaan hamil tua takut kalau ada apa-apa di tengah malam tak ada yang membantu nya. Sebenar nya tidak sendirian banget sih karena masih ada 1 Asisten rumah tangga nya yang tidur di pavilion samping, namun saat mendekati hari kelahiran Anisa membuat Danu selalu siaga.


Danu dan Fahmi pamit pada semua yang ada disana dan melangkah keluar dari depan ruang ICU menuju ke tempat parkir mobil nya. Karena mata nya yang sudah sangat mengantuk akhir nya Fahmi pun mengambil alih posisi sebagai driver sementara agar tidak membahayakan kedua nya.


"Fam, nanti bawa aja mobil ku. Besok aku ke rumah sakit naik Taxi online aja."Kata Danu saat mereka tiba di depan pagar rumah mewah Danu. Kebetulan Fahmi tadi memang tidak membawa mobil jadi dia menyetujui perkataan Danu.


" Besok kan hari libur tanggal merah,aku off juga aku jemput aja kita ke rumah sakit bersamaan. Kita suport Bimo sampai adik nya sadar dari koma." Fahmi mengusulkan dan mendapat anggukan Danu.

__ADS_1


Setelah itu Danu masuk ke dalam rumah karena dia membawa kunci cadangan sendiri jadi dia tak perlu membangun kan istri nya yang sedang tertidur pulas.


 


Di dalam kamar hotel, Myrna tampak nya sudah tertidur pulas sedang kan Andrea masih mengotak atik ponsel nya dia sedang curhat pada Ratna karena hanya sahabat nya itu lah yang mengetahui hubungan nya dengan Aryo.


Dia menceritakan semua kejadian itu tanpa di tutupi. Termasuk syarat dari Ibunda kekasih nya yang membuat nya stres saat ini. Ratna iba dengan nasib pertunangan sahabat nya itu, tiba-tiba dia teringat Satrio sejak kemarin pacar nya itu tidak memberi nya kabar sakali dia takut terjadi hal yang tak di inginkan.


"Dre, Mas Satrio dan rombongan kan disana juga apa kalian tidak bertemu?" tanya Ratna.


"Enggak Rat, kan aku langsung ke rumah sakit dari bandara. Jadi gak ke lokasi terdampak. Emang kenapa ?"


"Hmmm...aku kuatir juga dari 2 hari yang lalu kami putus kontak. Biasanya sehari 3x dia kabarin aku tentang kondisi disana. Boleh gak aku minta tolong carikan kabar nasib para relawan dari kampus kita di posko daerah. Mumpung kamu disana"


Andrea menghela nafas prihatin juga " Insya allah ya Bestie, lihat besok ya, mungkin rekan Mas Aryo mengenal teman-teman kita disana"


Setelah bertukar cerita rasa kantuk mulai menyerang matanya, dia melirik jam yang ada di gawai nya ternyata sudah menunjuk kan pukup 00.30 wib pantas saja dia sudah lelah lalu dia mulai membaringkan tubuh nya di samping Myrna yang sudah tertidur dengan nyenyak nya.


 

__ADS_1


Di selasar rumah sakit Bimo masih bercakap-cakap dengan Tofan, kantuk nya kini menguap di temani susu coklat hangat dan martabak telur yang hangat mereka makin asyik bercerita.


Bimo mendengarkan cerita Tofan tentang kejadian yang menimpa adik nya lalu saat dia mendonor kan darah untuk Aryo. Lelaki itu manggut-manggut tanpa mengerti di hati nya sudah menyusun beberapa rencana untuk kebaikan adik nya.


Ternyata si Ibu sungguh keterlaluan sekali, dia mengaku sebagai pendonor untuk anak kandung nya hanya untuk mengambil keuntungan pribadi. Dia akan mengatakan pada Papi nya dan akan membuat si Ibu kapok tidak akan mengganggu hubungan adik nya lagi.


waktu telah menunjuk kan pukul 02.30 wib dan seorang dokter wanita dan 2 orang perawat masuk ke ruang ICU. Bimo mengikuti mereka hingga ke depan pintu namun dia tidak bisa masuk karena belum di ijin kan.


Aryo terlihat menggerak gerak kan telunjuk nya dan seorang perawat melihat gerakan lemah itu. Lalu dia mengatakan pada dokter kondisi itu. Sang dokter segera memeriksa nya dan wajah dr Marita tersenyum setelah memeriksa pasien nya.


"Syukur lah pasien sudah merespon, dia sudah sadar. Nanti keluarga nya boleh di kasih tau agar mereka tidak cemas lagi."


Perawat itu mengangguk lalu dokter memberikan resep pada nya. Dan perawat segera keluar menemui keluarga Aryo untuk memberitahukan kondisi nya serta memberikan resep yang di berikan dokter agar keluarga Aryo segera menebus nya di apotek malam itu juga.


Bimo tersenyum bahagia dia segera mengucap syukur dan langsung bersujud mengungkap kan rasa terimakasih nya pada sang Khalik karena telah menyembuh kan adik lelaki nya itu.


Bimo meminta tolong Tofan untuk menjaga kan adik nya sebentar karena dia harus ke apotek yang ada di samping rumah sakit untuk menebus obat yang akan di suntik kan pada adik nya malam ini juga.


Tofan dan keluarga Galuh turut senang juga karena Aryo telah melewati masa kritis nya. Dan tadi dokter juga menyampaikan jika kondisi Galuh sudah stabil dan besok bisa di pindah kan ke ruang perawatan.

__ADS_1


Selang beberapa waktu Bimo telah kembali dengan membawa satu kantong obat pereda nyeri dan entah obat apa lagi yang pasti untuk menunjang kesehatan Aryo pasca operasi.


__ADS_2