Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Zein menyelamatkan Aryo


__ADS_3

Zein dan ketiga orang teman nya menghentikan langkah mereka dan berbalik mencari sumber suara teriakan tadi. Zein sedikit melupakan pencariannya pada Resti karena dia penasaran dengan suara-suara ramai di sisi sebelah kanan mereka.


Derap langkah kaki ke 4 lelaki itu tergesa-gesa menuju ke sisi hutan, dan mata mereka terbelalak melihat dua orang pemuda sedang berusaha menarik tambang yang terulur ke bawah.


"Zein Kayaknya ada yang jatuh ke jurang! " kata Adi sambil menunjuk ke arah jurang.


"Ayo kita bantu mereka dulu! " teriak Zein pada ketiga teman nya dan mereka berlari menuju ke arah Tofan.


Zein sampai di lokasi Tofan dan melihat pemuda itu sedang berusaha menuruni lereng di bantu beberapa rekan nya yang memegang tali yang ujung nya di lilitkan ke tubuh Tofan.


"Ada apa Bang? "tanya Zein ketika sampai disitu.


"2 rekan kami terjatuh ke jurang! "jawab Andika dengan mata memerah menahan kesedihan.


"Astaghfirulloh hal adzim...!" seru Zein dan teman-teman nya terkejut.


" Bang tolong hubungi tim Sar segera, kami butuh tim medis untuk mengevakuasi rekan kami! " Teriak Tofan sebelum dia turun ke tebing.


Zein menyuruh Adi untuk menghubungi Pak Basri Kepala BASARNAS yang sedang berada di Pendopo. Dan segera mengabarkan kejadian tadi melalui HT nya.


Di saat mereka sedang berusaha memberikan pertolongan pertama pada Ikhsan yang terluka pada bagian lengan kanan nya yang tergores batu dan mengeluarkan darah terus. Tofan bersama Zein mencoba menuruni tebing dengan cara melilit kan tali semi statis di tubuh mereka.


Untung nya tadi Zein sempat menyambar peralatan mendaki gunung nya yang sempat di letakkan di depan tiang pendopo. Dengan cekatan Zein membantu Tofan memakai Tali karmantel ke tubuhnya dan memasang kan helm pengaman di kepala nya sendiri karena dia hanya membawa satu helm pelindung.


Adi berhasil menghubungi Pak Basri dan tanpa banyak membuang waktu beliau segera mengajak tim medis untuk segera membawa ambulance ke arah hutan.


Zein dengan penuh hati-hati dan waspada menapakkan kedua kaki nya ke dinding tebing. Karena dia sudah berpengalaman menaklukkan beberapa gunung di Indonesian membuatnya lincah menuruni tebing menuju ke dasar jurang. Tofan pun dengan keringat yang membanjiri tubuhnya mulai menuruni tebing itu.


Angin gunung masih bertiup kencang membuat gigil pada tubuh mereka yang ada di atas tebing. Dan Hujan mulai turun membasahi bumi. Adi menyerahkan HT pada teman nya untuk memonitor kedatangan tim SAR dengan tim medis,dia sendiri berinisiatif turun membantu Zein dan Tofan untuk mengevakuasi korban.


Anggota regu yang sedang gelisah menunggu upaya penyelamatan komandan regu nya yang terjatuh ke jurang berusaha mencari tempat berteduh untuk Ikhsan yang sedang merintih kesakitan.

__ADS_1


"Sebentar lagi tim medis datang, tolong kalian siapkan korban untuk segera di evakuasi " Perintah Wakil komandan regu Sermatar wahyu pada anak buahnya.


Karena Komandan regu sedang mengalami musibah maka wakilnya lah yang mengambil alih komando.


Beralih ke dasar Jurang yang sebentar lagi akan di jangkau oleh kaki Zein dan Tofan. Mereka berdua berpacu dengan waktu dan cuaca yang tidak bersahabat. Dalam jarak pandang radius tiga meter lagi melihat Aryo dan Galuh yang tergeletak berjauhan.


"Bang, siap mendarat ya! "Kata Zein memberi aba-aba pada Tofan.


"Oke! "


"Satu "


"Dua!! "


"Loncat!! " teriak Zein sambil meloncat membidik satu batu hitam besar yang berada di dekat tubuh Aryo yang terkapar telentang.


Tofan sudah turun di dekat Aryo juga dia segera mendekati Aryo dan memegang pergelangan tangan sahabatnya.


Zein juga memegang pergelangan tangan Galuh dan dia masih mendapati detak nadi lelaki itu.


"Dia juga masih bernafas bang! " teriak Zein.


Tofan menepuk pipi Aryo namun lelaki itu tetap diam tak bergerak. Tofan panik mendapati Aryo yang tak merespon nya.


"Tolong!! tolong!!! " Tofan berteriak sambil mendongak kan kepala nya ke atas mencari sosok teman-teman nya yang bediri di atas tebing.


Di atas sana tampak Pak Basri dan 3 orang tim SAR bersiap turun ke bawah. Dia menyuruh pasukan Aryo untuk bersiaga di atas selagi dia dan anak buahnya turun ke bawah membantu Tofan dan Zein.


"Kami siap ke bawah!"teriak Pak Basri dari atas. Tofan dapat bernafas lega, kaos dia tak berani memindahkan tubuh Aryo karena dia takut jika ada sesuatu pada kondisi Aryo yang tak. di ketahuinya.


Zein pun tak berani memindahkan kan tubuh Galuh dia hanya menjaga agar Galuh tidak hanyut terbawa arus air yang mengalir cukup deras.

__ADS_1


Pak Basri dan tiga orang anak buahnya yang juga berprofesi sebagai paramedis sudah turun ke bawah jurang dengan selamat. Mereka membawa peralatan medis yang di perlukan.


Lalu Pak Basri menyuruh salah satu anak buah nya untuk menurun kan dua buah tandu lipat dari atas untuk mengevakuasi Aryo dan Galuh.


1 orang petugas medis memeriksa Aryo yang mengalami trauma pada kepala dan mengalami pendarahan di kaki nya karena tersangkut ranting yang tajam.


Sedangkan 1 lagi memeriksa Galuh yang kondisi nya juga sama-sama mengalami trauma pada kepala dan masih dalam kondisi tidak sadar. Dan saat Tim SAR dan petugas medis sedang mengikatkan Karmantel pada tubuh Aryo ke atas tandu, Tofan membersihkan bercak darah pada batu dengan air,terdengar tangis suara wanita di ujung jurang.


Sontak Tofan dan Zein berdiri tegak mencari sumber suara tadi.


"Bang, tadi aku dengar suara orang menangis. Apa Abang dengar juga? " tanya Tofan pada Zein. Pemuda itu mengangguk.


"Ayo kita cari kesana siapa tahu ada korban lain yang jatuh ke jurang ini" Ajak Tofan. Zein mengangguk setuju namun dia juga memberitahu Pak Basri tentang suara tangis tadi.


Pak Basri menyuruh ketiga anak buahnya untuk mengevakuasi Aryo dan Galuh dulu, agar kedua orang tadi bisa segera di selamatkan oleh tim medis yang sudah siap dengan dua ambulance.


Air mata Tofan menetes melihat kedua rekan nya yang bersimbah darah dan sedang di kerek ke atas oleh tim SAR. Setelah tubuh Aryo dan Galuh naik ke ats dengan selamat dan di terima oleh beberapa orang relakan dan paramedis dia tas segera memasukkan ke dalam mobil ambulance untuk segera di rujuk ke rumah sakit terdekat agar segera di berikan pertolongan pertama.


Setelah itu Pak Basri dan ke 4 orang itu berjalan menyusuri aliran sungai yang ada di sepanjang jurang itu. Karena hari masih siang dan gerimis sudah berhenti, maka area sepanjang aliran sungai itu terlihat cerah dan sinar matahari mulai menampakkan sinar nya yang mulai hangat.


Ternyata suara tangisan wanita itu makin jelas di antara rerimbunan pohon bambu yang ranting nya menjulur ke arah sungai.


Zein yang memiliki indra pendengaran yang peka segera menajamkan telinganya lagi. Di atas bebatuan ada satu pasang sepatu Sniker wanita berwarna kuning mencolok.


"Sepatu siapa ini ya? " tanya Zein sendiri karena dia heran melihat sepatu wanita disini, pasti ada orang yang tersesat disini pikirnya.


Dan Tak sengaja Tofan yang memiliki kelebihan sebagai seorang yang bisa melihat dimensi lain melihat seorang gadis kecil sedang menangis di depan seorang gadis yang juga ikut menangis.


"Bang, ada seorang gadis di balik pohon bambu itu! " seru Tofan pada Zein yang tempatnya lebih dekat dengan pohon bambu.


Pak Basri dan 2 orang anak buahnya saling berpandangan tak mengerti. Namun Tofan segera mengarahkan mereka berempat untuk menuju arah pohon bambu hutan yang tubuh subur.

__ADS_1


__ADS_2