
Dan aku pun berlari mengejar Mas Bagus tanpa menghiraukan panggilan Mas Ferdy yang sempat menahan tangan kanan ku hingga aku pun menangis dalam duduk bersimpuh menyesali perbuatanku. Hari itu juga aku minta pulang dan tak mau melanjutkan petualangan ku dengan sepupu ku itu.
Sampai di kontrakan ku, Mas Ferdy masih menunggu ku di dalam mobil. Dia tak mau pergi meninggalkan ku sendiri takut jika nanti tiba-tiba Mas Bagus kalap dan bertindak kasar padaku. Tapi sepanjang aku berubah tangga dengannya aku tak pernah sedikitpun menerima perlakuan kasar darinya.
Pintu kontrakan yang tertutup membuat ku mengeluarkan kunci cadangan yang aku selipkan di dalam dompetku. Aku mengendap-endap masuk ke dalam dan melihat satu tas besar masih teronggok di bangku kayu milik kami satu-satunya di ruang tamu. Aku melihat lampu kamar menyala menandakan ada penggunanya. Aku bernafas lega mungkin Mas Bagus sedang beristirahat di dalam kamar kami.
Perlahan aku membuka pintu dan mendapati suamiku sedang melakukan ibadah di atas sajadah kumalnya. Aku melihat bahunya terguncang ke kanan dan ke kiri seperti sedang menangis. Entah mengapa perasaanku menjadi sedih dan terharu melihat lelaki ku itu sedang mengadukan masalah nya apda Tuhan. Pasti dia mengatakan pada Tuhan jika aku berselingkuh dengan sepupuku sendiri.
"Mas... Mas... maafin aku hiks.. hiks.. " tak kuasa aku menubruk tubuh kekar yang sekarang terlihat lebih kurus itu.
Mas Bagus terkejut melihat kedatanganku tiba-tiba yang langsung memeluknya dari belakang. Dia menepis pelukan ku dan bangkit dari duduk nya. Ada rasa sakit mendapatkan penolakan dari suamiku sendiri. Entah lah ada rasa takut kehilangan yang tiba-tiba membayangi pelupuk mataku.
"Sudah berapa lama kau berhubungan dengan dia? " tanya nya tiba-tiba sambil melipat sajadah nya. Aku makin tertutup mendapat pertanyaan yang aku takutkan itu. Entahlah kenapa saat ini aku benar-benar tak berani menatap suamiku.
"Kenapa Hana? Kenapa kau pecundangi aku seperti ini? " tanya nya dengan suara parau.
Aku mengalir tangannya namun di tepis nya dengan kasar dan aku pu merasa tersakiti sekali dengan tindakan nya itu.
"apa karena dia lebih segalanya dari aku Hana? padahal aku menyuruh mu bersabar dengan keadaan kita sekarang ini. Karena sebentar lagi kita akan bahagia Hana"
__ADS_1
"Maafkan aku Mas, aku ingin seperti wanita lain yang hidupnya selalu di manja dan di penuhi oleh suaminya. Aku lelah hidup seperti ini Mas. " akhirnya uneg-uneg di hatiku keluar dengan isakanku yang makin kencang. Aku tak memikirkan lagi Mas Ferdy yang menungguku di depan rumah kontrakan ku yang penting aku harus meluluhkan suamiku delu saat ini.
"Aku kira kamu mau hidup denganku ini ikhlas Hana, menemani perjuanganku hingga nanti aku bisa membahagiakanmu. Tapi aku salah, aku minta maaf padamu belum bisa membahagiakanmu selama hidup denganku. Aku tahu sebenarnya bukan hanya dengan Ferdy saja kau berselingkuh dariku. Tapi ada Josh yang lebih dulu menodai pernikahan kita. "
Aku mendongak terkejut dengan Ucapan lelaki yang masih menjadi suamiku itu aku tak menyangka dia tahu perselingkuhanki dengan Josh. Aku menghambur memeluk kaki nya aku bersujud minta maaf dan pengampunannya. Namun dia tak bergeming mengangkat tubuh ku yang masih luruh di bawahnya.
"Sekali lagi aku minta maaf Hana tak bisa membahagiakanmu dan mulai hari ini aku bebaskan kamu dengan siapaun hatimu berkehendak. Aku pulangkan kamu ke rumah orang tuamu malam ini juga karena mulai hari ini aku haramkan tubuhku menyentuhmu lagi.! " pecahlah tangis ku beesamaan dengan isakanku suamiku. Aku sedih dan terhina karena aku di talak suamiku malam ini.
Aku makin mengeratkan pelukan ku di kedua kakinya dan mengubah meminta pengampunan nya. Aku tak mau di ceraikan lelaki yang dulu sangat ku perjuangkan dalam mencari restu Romo dan Ibu. Walau pun aku telah mengkhianati nya namun aku juga sedih jika harus berakhir seperti ini. Aku mencari kedua belahan jiwaku yang tak kulihat dari tadi.
"Maafin aku Mas, aku janji akan memperbaiki sikap ku dan aku akan meninggalkan mereka berdua demi rumah tangga kita" aku menangis histeris tak mau di ceraikannya. Aku malu apa akta keluarga ku jika aku di ceraikan suamiku yang dulu aku gadang-gadang bakal jadi pendamping setiaku di hadapan Romo dan Ibu.
"Aku sudah memaafkan mu Hana, tapi tidak bisa melupakan perbuatanmu yang telah menodai pernikahan kita. Besok aku akan mengantarkan mu ke rumah Romo dan aku akan mengurus semua perceraian kita. aku akan membawa Bimo dan Aryo" ucapnya tegas.
"Hana kendalikan dirimu. Jangan membuat anak-anak takut padamu" pinta Mas Bagus dengan suaranya yang khas berwibawa.
"Aku tak mau bercerai Mas, maafin aku Mas aku janji akan meninggalkan mereka berdua"
"Apa kamu juga berjanji akan keluar dari perusahaan Josh? " tanyanya tiba-tiba.
__ADS_1
Aku berat sekali harus kehilangan pekerjaan ku karena dari situ aku mendapat pundi-pundi rupiah ku untuk aku memuaskan diri membeli semua kebutuhan pribadiku. Aku yakin gaji Mas Bagus tak akan bisa memenuhi keinginan ku.
"Kenapa kamu diam Hana? kamu berat kan hidup miskin dengan ku. karena itu kamu bersedia kerja di tempat Josh agar kamu tetap bisa bertemu dengan nya lagi dan lagi. Sudah lah Hana ikhlas kan saja perpisahan kita demi masa depanmu dan untuk kebaikan mental anak-anak yang tak akan sehat jika melihat orang tuanya selalu bertengkar"
Aku menangis lagi berat sekali melepaskan pekerjaan ini namun aku juga berat melepaskan Mas Bagus yang dulu aku perjuangkan kehadirannya di hidupku. Tiba-tiba suara ponselku terdengar dan aku mengambil nya di dalam tas. Ternyata Mas Ferdy yang menelponku, tiba-tiba Mas bagus merebut ponselku dengan paksa.
"Han, gimana kondisi nya? aman? " tanya amas Ferdy yang suaranya dapat ku dengar melalui loud speaker ponselku.
"Aman Fer, mulai besok kamu bisa bersama Hana setelah aku pulangkan dia ke rumah Romo. Dan mintalah Hana ke Romo setelah masa iddah nya selesai untuk menjadi istrimu. Bahagiakan Hana karena dia tak bahagia hidup denganku" Mas Bagus mengatakan hal yang paling menyakitkan dalam hidupku.
Hening... Lalu Mas Bagus mematikan ponselku dan mengembalikan lagi padaku.
"sudah malam, tidurlah di kamar ini. Aku akan tidur bersama Bimo dan Aryo. Besok aku akan mengantarkanmu pulang ke Romo"
Aku menangis lagi melihat kekerasan sifat suamiku yang dulu tak pernah aku rasakan. Aku tahu aku salah tapi aku juga manusia yang punya rasa ingin bahagia dan ingin rumah tangga hanya sekali seumur hidup, Dan aku tak ingin Romo serta Ibuku tahu jika perceraian ku ini karena kesalahan ku sendiri.
Dalam keluarga besarku tak ada yang bercerai hidup. karena perselingkuhan, ini bisa jadi aib Romo dan bisa membunuh mental orang tuaku jika penyebab perceraian kami adalah kesalahan ku. Aku harus menyelamatkan harga diri orang tuaku.
Mas Bagus sudah masuk ke dalam kamar anak-anak kami. Aku mengambil ponselku dan mulai mengirim pesan pada Mas Ferdy untuk menyuruhnya pulang saja dan aku juga meminta pendapatnya mengenai kasus ku ini. Mas Ferdy membalas bahwa dia akan menerimaku setelah aku bercerai dengan Mas Bagus dan menyuruhku mengancam Mas Bagus agar tidak menceritakan perselingkuhan ku pada Romo, jika tidak maka kedua anakku akan aku ambil semua.
__ADS_1
Akhirnya aku beranikan diri mengetuk pintu kamar Bimo dan mengajak Mas Bagus berbicara empat mata lagi di kamar kami. Dan sesuai kesepakatan kami, aku lah yang akan menggugat Mas Bagus agar semua cepat selesai dengan alasan ketidak cocokan dalam rumah tangga. Dan aku mengikhlaskan pengasuhan kedua anakku pada mantan suamiku dengan perjanjian dia tak boleh menceritakan perselingkuhan ku pada Romo dan Ibu. Aku kita Mas bagus menolak permintaan ku tapi ternyata dia mengangguk setuju.
Dan keesokan harinya aku benar-benar diantar pulang oleh Mas Bagus dan di serahkan lagi pada kedua orang tua ku. Betapa murka nya Romo mendengar alasan kami dan tanpa banyak basa basi Romo menyuruh Mas Bagus untuk segera keluar dari rumah orang tuaku. Aku meminta maaf lagi pada lelaki yang baik itu dan berjanji akan melepaskan nya bersama kedua anakku