
Di Base camp Mapala Universitas Merah Putih, terlihat kesibukan para Mahasiswa pecinta alam yang sedang mempersiapkan peralatan,perbekalan dan tenda-tenda yang akan mereka bawa ke lereng gunung Merapi 2 hari ke depan.
Satrio tampak mondar mandir membawa Handy talkie yang terhubung dengan 3 orang anggotanya yang kebagian menjadi anggota sie operasional lapangan, sie perbekalan dan keamanan.
"Total semua anggota yang berangkat ekspedisi berapa orang Gan?" tanya Satrio mencoba memvalidasi data nya dengan data Ganis sie Lapangan.
"20 laki-laki, 15 perempuan."jawab Ganis sambil membolak balik lembaran kertas putih.
" Tenda dan peralatan termasuk bahan makanan, semua sudah di cek lagi ?" Satrio sekali lagi memvalidasi anggota nya karena dia tidak mau kecolongan lagi terlupa membawa barang yang penting disana.
Raisa bagian sie perbekalan menjawab "Aman Pak ketua!"
Ardy Sie keamanan pun melaporkan sudah siap dengan perlengkapan dan peralatan nya. Satrio meminta kertas yang mereka bawa untuk di tanda tanganindan di serahkan ke dosen pembina Mapala.
Setelah menerima lembaran laporan dari anggota nya,Satrio Masuk ke base camp Mapala disan sudah ada Pak Mursyid sang Pembina yang kebetulan juga sebagai relawan SAR.
Satrio menemui Pak Mursyid dan memberikan kertas putih di dalam Map kemudiam mereka berdua terlibat percakapan sebentar.Setelah selesai Satrio mencari sahabatnya yang sedari tadi tidak di lihatnya.
" Mur, kamu lihat Zul tidak?" tanya nya pada Murni salah satu anggota nya yang sedang menyusun kotak-kotak berisi P3K.
"Bang Zul kayak nya pamit ke kantin deh tadi katanya mau ngopi dulu"
Satrio mengacungkan jempolnya ke atas
" Okee Mur,gue samperin kesana sekalian minta traktir hahaha" canda nya sambil berlalu.
Tugas nya mengkoordinir anggota sudah selesai sekarang dia akan mencari Zul untuk minta tolong mewakili nya ke kantor Basarnas hari ini untuk mengirimkan berkas yang di minta mereka.
Di sudur kantin Zul tampak asyik menghisap benda bernikotin itu dengan pandangan kosong. Entah kenapa sekarang semangat nya jadi meredup ketika berada di kampus. Dia tak lagi menggebu untuk datang lebuh awal atau pulang lebih akhir untuk dapat nongkrong di kantin menunggu si cantik lewat di depan nya.
Sejak dia melihat kebersamaan Andrea dengan Aryo beberapa waktu yang lalu dia menjadi patah hati. Benar-benar sepatah patah nya rasa cinta pada gadis itu benar-benar makin dalam dan menoreh kan luka tak berdarah di hati nya.
__ADS_1
Satrio menggelengkan kepala nya melihat kelakuan Zul yang di luar kebiasaan nya itu. Dia tak pernah melihat wajah Zul terlalu mendung seperti anak gadis yang di tinggal kawin kekasihnya.
"Woiiiy...ngelamun bae!! Kayak perawan di tinggal kawin aja lu! Hahahah" ledek Satrio sambil menepuk pundak Zul.
Seketika Zul tampak terkejut dengan tepukan Satrio lalu dia melemparkan satu logam koin berwarna perak ke arah pemuda di depan nya itu.
"Kamprettttt...kaget gue!"
"Nah lo !beneran kaget kan lo! Ngapain sih bengong disini kayak nganggur aja! Bantuin gue dong?!"sungut Satrio tak ada perasaan melihat teman nya sedang bersedih
Zul tak menghiraukan perkataan sahabat nya dia melanjutkan lagi acara merenung nya.
Satrio menggelengkan kepala.Sebenar nya dia bisa menebak kelakuan Zul yang sedang absurd ini pasti karena kemarin dia melihat kemesraan gadis pujaan nya itu dengan kekasih asli nya. Karena Satrio sempat melihat dari belakang punggung Zul saat Andrea sedang bergandengan dengan Aryo.
" Emang nya loe minta tolong apa?" tanya nya sambil mengepulkan asap rokoknya.
"Anterin berkas ini ke kantoe Basarnas, gue capek banget bro,pengen pejemin mata bentar aja di basecamp pulihin tenaga buat besok" jawab Satrio masih dalam mode pura-pura gak ngerti kesedihan Zul.
" Pasti nya begitu, soalnya kalau pulang balik ke rumah lagi, bawaan nya males bangun pagi besok. Bisa di gampar orang se Mapala gue kalau telat datang" jawab Satrio lucu.
"Ya udah nanti gue juga nginep disini aja, daripada di rumah bengong sendiri, habis dari basarnas gue langsung kesini !"
"Nah gitu dong asyik, gak bakal kelaparan deh malam ini karena ada Bos gede yang akan jamin makanan gue..hahaha"
"Huh, dasar semprol lu !" tonjok Zul pelan ke pundak Satrio yang amsih terguncang menahan tawa.
Akhirnya Zul pun berangkat ke kantor Basarnas untuk mengirim kan surat dari Kampus mereka. Satrio senang melihat teman nya memiliki semangat lagi dan tidak bersedih karena tak dapat memiliki Andrea.
Waktu yang masih ada itu di manfaatKan Satrio untuk kembali ke basecamp,dia memang ingin beristirahat sejenak disana mumpung masih ada waktu sebelum nanti sore mereka akan mengadakan glady resik untuk keberangkatan mereka ke Merapi.
Tuut..tuuuttt...tuuuuttt
__ADS_1
Suara ponsel Satrio berbunyi 3x, keinginan nya memejamkan mata di atas kasur busa berukuran 120x 200 cm itu mendadak sirna.Huh ada aja gangguan serasa jadi jadi artis kalau begini..katanya sendiri mencoba menghibur diri nya sendiri.
Dia memgambil ponsel dari dalam tas selempang nya dan segera melihat nama penelpon nya.
Ratna calling..
"Assalamualaikum ya sayang ada apa?"
Ucapnya setelah menggser gambar telpon warna hijau.
"Waalaikum salam,Mas sekarang dimana posisi?" tanya nya dengan nada kuatir.
"Hmm...di base camp. kenapa?"
Satrio merubah duduk nya dari tiduran menjadi duduk.
"Aku kesana ya Mas,disana ada banyak orang kan?"
Satrio mnegernyitkan alis nya dia heran kenapa nada suara Ratna agak cemas.
"Ada beberapa anak lagi mempersiapkan peralatan buat besok.Ya udah kesini aja, aku tunggu"
Satrio menyudahi percakapannya lalu dia kembali merebahkan badan nya ke atas kasur. Basecamp Mapala memang mendapatkan salah satu gedung yang lumayan lega dengan luas 8x8 meter dan disana memang tempat berkumpul mahasiswa yang memiliki hoby yang sama yaitu pecinta alam dan melestarikan alam.
Tak jarang ada beberapa mahasiswa yang menginap disana untuk melepas lelah setelah semalaman ada kegiatan full. Ada mahasiswa yang dermawan menyumbang kasur, tv dan kulkas untuk inventaris basecamp sehingga mahasiswa yang jadi anggota Mapala merasa nyaman dengan fasilitas tersebut dan sering nya nongkrong disana.
Sejauh ini pihak akademika kampus tidak melihat ada kegiatan yang menyimpang disana sehingga tidak ada teguran atau pun peringatan pada mahasiswa yang sering menginap disana.
Malah Brian mahasiswa semester dua yang berasal dari Aceh di berikan tempat disana karena dia adalah mahasiswa yatim piatu dan mendapatkan beasiswa di kampus itu. Sehingga anak-anak sering berkumpul menemani Brian.
"
__ADS_1