Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
cincin


__ADS_3

Setelah acara resmi selesai sampai siang, malam hari nya berlanjut acara malam pengantar tugas. Malam pengantar tugas merupakan kegiatan Taruna AAL Tingkat IV yang diikuti oleh Taruna Tingkat III, II, I dengan tenu PDU III dan dihadiri oleh Gubernur AAL dan Pejabat Utama. Dalam acara ini juga dilaksanakan prosesi penyerahan pedang kehormatan Perwira dan cincin Alumni AAL sebagai tanda telah melaksanakan pendidikan di Akademi Angkatan Laut serta sebagai penghantar Taruna Tingkat IV kepada penugasan yang baru sebagai perwira remaja di TNI AL.


Filosofi Malam pengantar tugas bahwa seberat apapun pendidikan yang dilaksanakan di AAL, apabila dijalankan dengan semangat dan percaya diri akan dapat dilewati dengan baik, serta yang tidak kalah penting adalah perlunya kesiapan mental dalam melanjutkan tugas di masa yang akan datang sebagai Perwira Remaja TNI AL.


Keluarga Aryo sudah berada di Kodikal setelah siang tadi Check in dan beristirahat di hotel yang dekat dengan Kodikal. Acara di laksanakan malam pukul 20.00 wibwib. Keluarga besar para Perwira muda itu tampak beramah tanah dengan sesama orang tua. Begitu juga Pak Bagus sedang bercengkrama dengan keluarga Topan dan Galuh teman dekat Aryo.


Pun Bunda juga sedang berbincang santai dengan Ibu-ibu disana. Malam keakraban dan kekeluargaan menyelimuti malam itu. Acara puncak tiba, pisah kenang para perwira muda yang akan menjalani masa kedinasan setelah ini.


Tofan sudah duduk di sebelah Myrna dan Andrea pun duduk manis di sebelah Aryo yang tampak tampan dan gagah dengan balutan uniform nya. Raut bahagia terlukis di wajah nya yang terpahat apik dengan rahang tegas khas lelaki macho yang tertempa pendidikan keras di lingkungan nya.


Tatapan penuh cinta terpendar di kedua netra gadis balsteran Indo Belanda itu, Malam ini Bimo tak bisa hadir di acara pesta malam pengantar tugas ini karena dia tak mau membuat suasana yang bahagia itu rusak dengan kehadiran nya dengan sang ibu. Dia sudah ijin sama Ayah dan Bunda nya dan di setujui oleh Aryo.


Pesta berakhir dengan acara makan malam romantis di iringi dengan hiburan suara khas Hans si perwira muda yang memiliki suara khas dan sering menjadi vokalis di band Taruna, dia menyanyikan lagu nya " TULUS' yang berjudul MONOKROM.


Lembaran foto hitam-putih


Aku coba ingat lagi warna bajumu kala itu


Kali pertama di hidupku


Manusia lain memelukku


Lembaran foto hitam-putih


Aku coba ingat lagi wangi rumah di sore itu


Kue cokelat, balon warna-warni


Pesta hari ulang tahunku


Di mana pun kalian berada


Kukirimkan terima kasih


Untuk warna dalam hidupku dan banyak kenangan indah


Kau melukis aku

__ADS_1


Lembaran foto hitam-putih


Kembali teringat malam, kuhitung-hitung bintang


Saat mataku sulit tidur, mm-mm


Suaramu buatku lelap, mm-mm


Di mana pun kalian berada


Kukirimkan terima kasih


Untuk warna dalam hidupku dan banyak kenangan indah


Kau melukis aku


Kita tak pernah tahu


Berapa lama kita diberi waktu


Ini lagu untukmu, ungkapan terima kasihku


Lembar monokrom hitam-putih


Aku coba ingat warna de Sami warna di hidupku


Tak akan ku mengenal cinta


Bila bukan kar'na hati baikmu


Semua bertepuk tangan ketika Hans selesai menyanyikan lagu romantis itu, rasa haru menyeruak ke seluruh kalbu para Taruna yang sebentar lagi akan berpisah. Empat tahun bukan waktu yang singkat untuk menuliskan kisah di dalam perjalanan hidup mereka. Bukan waktu yang singkat untuk melupakan semua yang telah terjadi dalam persahabatan mereka selama di tempa di kawah candradimuka ini.


Suka duka ketika menjadi Taruna tak akan mudah hilang dari ingatan mereka. Ibarat nya mereka sudah menjadi satu tubuh dalam kebersamaan selama empat tahun ini. Besok mereka akan berpisah untuk melanjutkan penempatan di daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.


Saat ini hanya ada rasa bahagia di dalam hati pemuda gagah itu. Berada di dekat orang tua dan kekasihnya. Sebenarnya ada rasa sedih karena Bimo dan istrinya tak ada disini namun dia harus cukup puas dengan kehadiran kakak sulungnya tadi pagi karena dia juga memahami akan mendapatkan situasi yang sulit jika mengharapkan kehadiran Bimo. Jika saja Mami mau menerima Andrea pasti semua akan baik-baik saja tak akan ada konflik antara anak dan ibu seperti tadi pagi.


"Sayang,nanti ada yang mau Mas bicarakan sama kamu, jadi jangan balik ke hotel dulu ya. " kata Aryo pada Andrea.

__ADS_1


Andrea mengangguk dan kembali menikmati makan malam dengan santai. Myrna tampak serius sekali berbicara banyak hal dengan Tofan dan tampak nya ada lampu hijau pula dari keluarga Tofan. Sang Ayah dari tadi berbincang dan sesekali tertawa kecil menanggapi obrolan nya dengan Pak Bagus.


Tibalah acara pamit dan penyerahan kenangan dari para perwira muda kepada almamater nya. Penyerahan Pedang Kehormatan Perwira TNI AL dan Cincin Alumni AAL diberikan kepada Taruna  AAL Tingkat IV pada acara Malam Pengantar Tugas sebagai simbol telah menyelesaikan pendidikan, dinyatakan lulus dari  AAL dan siap untuk dilantik menjadi Perwira Remaja TNI AL yang akan mulai melaksanakan tugas serta pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara.


Filosofi Penyerahan Pedang Kehormatan Perwira TNI AL dan Cincin Alumni yaitu menumbuhkan kebanggaan dan kehormatan bagi Perwira Remaja lulusan AAL terhadap matra dan almamaternya serta sebagai identitas alumni sehingga akan semakin mempererat ikatan persaudaraan bagi sesama alumni AAL


Acara telah usai dan semua nya telah bubar dan para keluarga sudah kembali ke rumah atau hotel. Tinggal keluarga Aryo dan Tofan yang masih tinggal sebentar untuk melakukan pendekatan.


Aryo mengajak Andrea menjauhi kerumunan keluarnya dan mengajakmya duduk di belakang panggung yang hanya ada beberapa orang pasang temannya saja di situ.


"Sayang duduk lah dulu. " pinta Aryo.


"Iya mas, ada apa? "


Andrea menatap manik mata kekasihnya. Aryo menempatkan bobot tubuhnya ke atas bangku itu.


" Sayang, Mas mau memberikan ini"Aryo menyerah sebuah kotak kecil berwarna biru dengan bahan beludru.


" Apa ini Mas? "


Aryo menyuruh buka kotak itu " buka saja"


Andrea penasaran dan mulai membuka nya


Matanya melorot melihat sepasang cincin perak di dalamnya.


" Cincin apa ini?! ''


Aryo tersenyum lalu menggengam kedua tangan mulus kekasihnya.


" Itu namanya cincin Paja, ini tanda pengingat jika aku dan kamu sudah ada ikatan karena hanya wanita terpilih lah yang aku berikan cincin ini."


"Tapi kita kan sudah tunangan mas, dan ini cincin yang kau berikan waktu kita tunangan'


Jawab Andrea sambil menunjukkan jari manis di tangan kiri nya. Aryo tersenyum sambil mengenggam tangan Andrea.


" Memang kita sudah bertunangan tapi hanya calon nyonya Aryo lah yang berhak memakai cincin Paja ini jadi pakai ya sayang di jari manismu"

__ADS_1


__ADS_2