
Suasana sedikit kaku dan hening lalu Mas Bimo berinisiatif mengajak Bunda dan Myrna pindah ke ruang tunggu. Tinggal lah mereka berdua dengam suasana canggung. Rindu dan kecewa yang di rasakan Aryo namun dia tak memungkiri jika kedatangan Andrea disini membawa angin segar dan bahagia.
"Ehmmm...Mas"
"Andrea.."
Mereka spontan saling memanggil. Lalu kedua nya tersenyum malu.
"Maaf" Keduanya pun kompak meminta maaf, Aryo memegang tangan Andrea.
"Aku sudah memafkan mu. Jangan pernah lagi mengulangi kesalahan yang sama."
Andrea mengangguk lalu senyum lebar terbit di bibirnya.
"Jangan pernah meninggalkan aku demi Mama, ataupun demi yang lain. Kamu boleh tinggalin aku jika aku berbuat hal yang tidak benar di hidup mu atau membahayakan diri mu. Berjanji lah padaku sayang! " Kata Aryo
" Baik Mas aku janji pada mu. lalu kamu pun harus janji tak akan meninggalkan ku. Apa pun yang terjadi " jawabnya sambil mengulas senyum termanisnya.
__ADS_1
Kelingking tangan kiri Aryo bertaut dengan kelingking kiri tangan Andrea. Mereka berdua merasakan bahagia. Tiba-tiba punggung Aryo berasa sedikit sakit karena ada timpukan batu kerikil kecil.
Reflek dia menoleh dan nyengir kuda karena malu di lihat oleh keluarga nya sedang asyik bermesraan lupa jika ada keluarga yang sedang menunggu nya.
"Yang udah baikan lupa bumi sama langit nya Hmmm.. " ejek Bimo sambil memukul pelan pundak adik nya.
Aryo menggaruk kepala nya menandakan malu pada keluarga nya.
Bunda mengeluarkan sebuah goody bag berwarna hitam yang berukuran lumayan besar. Ternyata goody bag tersebut berisi makanan dan Snack kesukaan Aryo.
ada dendeng sapi beberapa kotak, Semur jengkol, udang crispy dan Kripik belut tak lupa sambal bawang yang super pedas. Semua makanan itu kesukaan anak sambung nya. Dia akan sangat lahap makan jika Bunda nya memasak menu tersebut
Bunda memang terbaik bagi Bimo da Aryo, semua nasehat Bunda selalu di dengar kan mereka, bibi berbanding terbalik jika mereka berhadapan dengan Ibu kandung nya sendiri.
Setelah hampir seharian mereka menemani waktu libur Aryo, dengan berat hati merek berpamitan pulang kembali lagi ke kota nya untuk melanjutkan lagi cerita kehidupan masing -masing.
Mata sembab dan hidung yang memerah terlukis di wajah ayu Andrea. Gadis itu berat sekali berpisah dengan kekasih nya. Tapi keadaan memang memaksa mereka untuk berpisah sementara untuk mencari ilmu demi masa depan mereka.
__ADS_1
Aryo mengiringi kepulangan orang-orang terkasih nya dengan hati yang berat.
1 tahun lagi dia akan menyelesaikan pendidikan militer nya namun ikatan dinas telah menanti nya. Pun Aryo telah menyampaikan juga kepada Andrea jika kelak dia telah lulus dari akademi ini dia harus siap di tempat kan dimana pun berada. Dimana sang saka merah putih di kibarkan maka sebagai seorang perwira yang berdedikasi tinggi, loyal dan cinta tanah air dia siap mengemban amanah apa pun dari korps nya. termasuk penempatan di seluruh Indonesia.
Dia menghela nafas dengan berat, semoga Andrea bisa sabar dan setia menantinya selesai pendidikan dan siap menjadi istri seorang abdi negara
Aryo menantikan kesetiaan dan kesiapan Andrea kelak sebagai istri nya untuk mengikuti langkah nya di setiap saat sesuai sumpah prajurit yang telah di ucapkan nya untuk ibu pertiwi.
Dia menatap gawai yang memuat foto nya dan Andrea. Ponsel ini bisa di pegang nya hanya saat weekend saja. Lepas dari waktu itu ponsel harus masuk ke dalam lowker dan di non aktifkan.
Jika keluarga ada keperluan penting dan mendadak bisa menghubungi kedinasan nya.
-----
Pesawat telah landing dengan sempurna di bandara Soekarno Hatta, wajah lelah namun senyum selalu terukir tampak di wajah Andrea.
Kebahagiaan ini jangan lah cepat berlalu, dia berharap bumi ini berhenti berputar hingga bahagia tak pernah pergi dari nya.
__ADS_1
Sopir keluarga telah menjemput dan mengantar keluarga itu ke rumah Andrea dulu. Bunda tampak lelah namun beliau tetap turun dari mobil dan menyerahkan Andrea ke orang tua nya sebagai bentuk tanggung jawab karean mengajak anak gadis Pak Rony ke Surabaya.