Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Mami cari gara-gara


__ADS_3

Ponsel Bimo berdering sebanyak 3x ketika dokter tampan itu mandi, dia jadi terburu-buru untuk menyelesaikan ritual membersih kan tubuh nya yang sehari semalam tak tersentuh sabun. Hanya air wudhu saja yang dia siram kan pada saat hendak sholat.


Bimo mengambil ponsel nya dan melihat 2x panggilan dari Mami dan 1x dari sang istri. Lalu 2 pesan masuk di aplikasi hijau nya, dia membaca sambil tangan kanan nya menggosok-gosok rambut dengan handuk.


Sayang, aku dapat ijin dari atasan selama 3 hari untuk cuti jadi aku bisa menemani mu di Jogjakarta.Nanti pukul 11.30 wib pesawat ku Landing di Bandara Adi **Sumarmo**. Gak usah di jemput kalau sibuk aku langsung ke Rumah sakit saja..


Satu pesan dari sang istri membuat nya tersenyum senang, nanti malam dia bisa bermanja-manja dengan Adinda.


Kamu jaga diri baik-baik selama perjalanan. Nanti Mas yang akan jemput kamu, Aryo bisa di tunggu in Myrna,Bunda dan Papi sementara waktu.


Bimo membalas pesan istri nya dengan semangat karena sudah 2 hari tidak bertemu. Maklum pengantin baru lagi sayang-sayang nya malah berpisah sementara.


Setelah itu dia membuka pesan dari Mami nya yang terlihat sewot dari perkataan nya.


Bimo, kenapa Mami gak di jemput dari hotel?! Mami mau ke rumah sakit jenguk adik kami. Kamu jangan pilih kasih ya dengan perhatian pada Papi dan istri nya saja! jemput Mami sekarang!


Bimo mengelus dada menahan kesal biar bagaimana pun Bu Hana itu ibu kandung nya yang harus di perlakukan dengan baik, tapi saat ini dia butuh waktu untuk diri nya sendiri istirahat dan memilih kan tenaga nya yang begadang semalaman.


Rencana nya tadi sebelum mendapat kan Wa dari istri nya dia ingin tidur sebentar di hotel sementara biar Myrna dan Andrea yang menjaga Aryo, namun setelah istri nya mengatakan akan datang dia jadi memutus kan untuk menjemput nya dahulu.


Dia berpikir keras bagaimana agar si Mami tidak menemui Andrea di rumah sakit nanti karena dia bisa memastikan akan terjadi intimidasi terhadap calon adik ipar nya itu,dan dia tak mau jika Andrea tertekan lalu Mami membuat keributan yang memalukan keluarga nya.

__ADS_1


Lebih baik dia menelpon Papi nya dan meminta pendapat nya sebagai orang tua pasti sang Ayah bisa mencari jalan terbaik. Bimo telah berganti pakaian kayak dan ingin beristirahat dahulu sebelum menjemput istri nya agar nanti saat bertemu sang pujaan hati dalam kondisi segar, bugar dan wangi.


Masih ada waktu 3 jam untuk nya beristirahat dia segera menyetel alarm di ponsel nya agar dia bisa bangun tepat waktu untuk menjemput Adinda.


Dia menelpon Sang Ayah dulu dan menceritakan perihal keinginan si Ibu kandung, dan menurut Pak Bagus lebih baik Andrea dan Myrna segera meninggalkan rumah sakit dan berdiam di hotel saja bukan ingin menjauh kan Andrea dengan Aryo namun untuk menghindari keributan yang di lakukan Mami nya Letika melihat Andrea berada disitu dan Pak Bagus tak mau membuat calon menantu nya itu terluka dan sedih.


Untuk lebih aman nya sekarang Papi dan Bunda akan datang menjaga Aryo, jika mantan istri nya itu datang dia bisa melindungi Aryo dari intervensi sang mantan.


Bimo belum sempat menceritakan kebohongan ibu kandung nya pada sang Ayah, namun dia berjanji dalam hati nanti saat sang Mami menekan Aryo dan andrea lagi dia akan membuka kartu truf Ibu nya agar tidak lagi memaksa kan kehendak.


Pak Bagus dan Bu Hafsah bersiap untuk menuju ke Rumah Sakit dan sebelum nya dia telah menghubungi anak gadis nya agar menemani Aryo dahulu jika mereka tiba kedua nya harus segera kembali ke hotel dulu.


Myrna menyetujui perintah Papi nya agar calon kakak ipar nya itu tidak bertemu dengan Ibu kandung sang kakak.


Sungguh nasib yang kurang bagus bagi Andrea saat ini, ketika mereka berdua menunggu kedatangan Pak Bagus dan Bu Hafsah,Bu Hana dan Dona telah datang terlebih dahulu.


Derap langkah nya terburu-buru seakan dunia mau kiamat. Dari Jauh warna baju merah menyala Bu Hana terlihat menyilaukan mata. Rambut blonde Dona di biarkan tergerai panjang sebahu.


Mata lentik dengan bulu palsu yang melambai-lambai seperti bulu mata artis wanita yang fenomenal dengan jargon maju mundur cantik itu.


Baju blouse berwarna putih tipis menerawang memperlihatkan lekuk tubuh nya yang bohay membuat mata pengunjung Rumah sakit yang berjenis kelamin laki-laki tampak melotot menikmati pemandangan indah yang tak boleh di sia-sia kan.

__ADS_1


"Kamu lagi! Bebal sekali ya! Kemarin sudah berjanji mau pergi dari kehidupan anak saya, kenapa sekarang muncul lagi?" sengak nya ketus saat melihat Andrea duduk di bangku tunggu.


Andrea menunduk kan kepala nya tak berani menatap singa betina yang sedang murka. Dona melipat tangan sambil memandang sinis ke arah Andrea dan Myrna.


Zul dan Satrio serta Tofan dapat mendengar jelas Hardiman Bu Hana walaupun dia berusaha mengecilkan volume suara nya namun karena duduk mereka berdekatan membuat telinga para lelaki itu mendengar.


Ada rasa sedih dan tak terima Andrea di perlakukan tak manusiawi seperti itu di dalam hati Zul ingin rasanya merengkuh kepala gadis itu dan menyandarkan nya di dada nya yang bidang dan mengatakan semua akan baik-baik saja. Namun dia masih melihat dulu sejauh mana wanita paruh baya ini mengintimidasi gadis kesayangan nya.


"Maaf Tante, tidak seharus nya tante berkata seperti itu. Kak Andrea sudah lama bersama Mas Aryo dan mereka saling mencintai"jawab Myrna membela Andrea.


Wajah Bu Hana bersemu merah karena kesal dia tak menyangka anak gadis mantan suami nya itu berani membela gadis yang sangat di benci nya.


"Eh kamu ya! Ada jangan ikut campur urusan Tante dengan dia! karena saya ibu kandung nya berhak menentukan nasib dan jodoh baik Aryo! " balasBu Hana ketus.


Bu Hafsah dan Pak Bagus menggeleng kan kepala tanda mendengar cacian Bu Hana pada Myrna. Mereka kesal kenapa si mantan terlalu ikut campur dan mulut nya sangat tajam.


"Cukup Hana! Jangan berbuat hal yang memalukan disini. Jangan gaduh jika masih ingin disini! " bentak Pak Bagus dari belakang punggung Hana.


Otomatis Bu Hana memutar kan tubuh nya menghadap ke arah suara lelaki yang pernah menemani nya selama 8 tahun itu.


"Owh kamu Mas?! kamu mengusir aku?! aku ini Ibu Kandung Aryo, orang yang berjuang demi keselamatan dan nyawa Aryo! " balas nya sengit tak mau kalah.

__ADS_1


Jikalau Pak Bagus sudah mengetahui kelicikan Bu Hana pasti saat ini juga dia akan mengusir sungguhan wanita itu, namun Tuhan masih memberikan ujian kesabaran bagi Andrea dan pak Bagus agar bisa menahan diri dari kebusukan Bu Hana dan Dona


__ADS_2