
Di rumah keluarga Pak Bagus sedang ada tamu patner bisnis nya yang akan mengadakan kerja sama proyek di luar pulau. Aryo masuk melalui pintu samping yang menghubungkan garasi ke ruang keluarga.
Di ruang keluarga ada Myrna yang sedang menonton drama korea dari tivi kabel. Aryo menduduk kan pantat nya di sebelah adiknya yang sedang memegang remote control.
"Darimana Mas? Kok muka nya loyo gitu habis nangis ya?" ledek Myrna tak sengaja melihat wajah kakak nya yang kuyu.
Aryo jadi malu ketika tebakan Myrna benar, memang dia tadi habis menangis di mobil karena rasa kesal dan penyesalannya telah membentak ibu kandung nya.
"Gak kok, siapa juga nangis. Mas ngantuk banget seharian belum tidur jadi nguap-nguap terus kan jadi nya kayak bengkak" dalih nya berbohong menutupi malu.
Myrna mencebik memajukan bibir nya yang sexy. Namun dia masih menangkap sorot kesedihan di mata Kakak ganteng nya itu.
"Udah sholat belum? Nonton mulu !" kata Aryo mengalih kan perhatian Myrna yang masih melirik nya penuh selidik.
"Udah dong, masa sih sholat harus di ingetin dulu wweeek ! Mas kok muka nya sedih gitu? " jawab adik bungsunya usil.
Aryo menggelengkan kepala dan mengacak-acak rambut adiknya.Setelah itu berdiri dan berjalan meninggal kan adiknya yang masih butuh penjelasan dari nya.
"Huh...dasar kakak gak ada akhlak nih di tanyain malah ngeloyor pergi" Myrna ngedumel sendiri.
Tamu Pak Bagus akan pamit pulang, namun mereka ingin bertemu dengan Aryo. Ternyata Pak Hendro adalah Ayah dari Adik tingkat Aryo di pendidikan militer. Pak Bagus menyuruh Myrna memanggilkan kakak nya.
Setelah beberapa saat Aryo pun keluar menjumpai Pak Hendro dan mereka terlibat pembicaraan yang akrab, Pak Hendro menitip kan anak nya yang bernama Kevin pada Aryo karena sebagai seorang anak baru pasti Kevin butuh seseorang untuk membimbing nya disana. Dari kesan pertama melihat Aryo, Pak Hendro sudah menyukai pemuda itu dan teringat Kania anak bungsu nya merupakan kembaran Kevin. Pasti Kania akan suka pada Aryo dan mungkin ide mendekatkan Kania dengan Aryo bukan ide yang buruk juga, pikir Pak Hendro sambil tersenyum sendiri.
Setelah saling bertukar nomer ponsel Pak Hendro pamit pulang dengan mengendarai Merceses BMW type baru. Pak Bagus mengamati raut wajah putra nya yang tidak ceria seperti biasa nya. Bahkan Aryo tadi beberapa kali terlihat bengong sebentar.
__ADS_1
"Ar, Papi sama Bunda pengen ngobrol sebentar sama kamu bisa?" tanya Pak Bagus pada putra nya.
"Eh..iya bisa Pi, Bunda mana ?"
"Bunda ada di kamar, coba kamu panggil kemari. Ohya Myr...Myrna..kemari nak" panggil Pak Bagus pada putri bungsunya.
Myrna meletakkan remote tv ke atas meja lalu berdiri menghampiri Papi nya.
"Iya Pi, ada apa?" tanya Myrna sambil sesekali mata nya melihat tv.
Pak Bagus menggelengkan kepala melihat anak gadis nya itu sangat kecanduan film korea.
"Myrna bisa tolong belikan Papi Buah Manggis dan jeruk di supermarket ya nak"
"Myr..ini uang nya. Kamu minta antar Pak Min aja pake mobil Papi."
Owh..my GOD..tumben sih Papi nyuruh Pak Min mengawal, biasa nya dia juga pergi sendiri. Seolah bisa membaca pikiran putri bungsunya Pak Bagus menelpon Pak Min yang berada di pavilion samping.
Sambil menunggu Pak Min, Pak Bagus menyodorkan 10 lembar uang plastik berwarna merah. Myrna melotot melihat uang yang di berikan Papi nya sangat banyak.
"Kalau kamu pergi sendiri bisa-bisa kamu gak pulang, kalau sama pak Min kan jelas aman ada pengawal nya.Tuh lebihannya buat uang jajan kamu disana."
Myrna melonjak girang lalu bergegas masuk ke dalam kamar nya mengambil tas slempang dan mengganti celana pendek dengan celana jeans belel nya.
Setelah Myrna dan Pak Min berangkat ke supermarket, Papi dan Aryo duduk berhadapan dan Papi. Kemudian lelaki matang itu memanggil istrinya untuk bergabung dengan mereka disitu. Wanita paruh baya yang masih menggunakan mukenah nya itu keluar dari ruang musholla yang ada di sebelah ruang keluarga ternyata sedari tadi Bunda ada disana untuk mengaji.
__ADS_1
"Papi udah sholat ?" tanya Bunda.
Pak Bagus mengangguk tadi saat ada Pak Hendro mereka sengaja sholat di Masjid yang tak jauh dari rumah nya.
Setelah Bunda duduk di sebelah suaminya,maka mulai lah proses diskusi dan ajang curhat antara anak dan bapak.Aryo menceritakan semua nya tanpa ada yang di tutupinya. Pak Bagus mengepalkan tangan nya saat mendengar cerita Andrea sampai bersimpuh meminta maaf pada Bu Hana.
"Sungguh keterlaluan Mami mu..dia tak ingat dulu dengan Papi waktu menghadap ke orang tuanya,walaupun mereka tak merestui kami tapi Papi masih di perlakukan dengan baik dengan Pak Wirya." kata Pak Bagus geram.
Bunda menghela nafas prihatin lalu bunda menanyakan keberadaan myrna yang yak kelihatan, Pak Bagus mengatakan jika dia menyuruh Myrna ke supermarket membeli buah. Istrinya itu langsung paham maksud suaminya menyuruh si bungsu keluar rumah. Suaminya tidak mau kalau Myrna tahu urusan Aryo karena takut Aryo malu dan tak mau membuka diri.
Pak Bagus mendengarkan cerita itu dengan seksama dia juga menyarankan agar Aryo tak bersikap ketas pada Bimo karena memang Bimo ada benar nya menasehati adik nya Aryo menerima masukan Ayahnya dengan lapang dada.
Aryo gak tahu lagi bersikap bagaimana dengan Mami, sudha Aryo lakukan saran bunda nya dengan membawa Andrea menemui Mami namun sungguh malang nasib mereka berdua harus menelan rasa kecewa atas perlakuan ibu kandungnya.
Pak Bagus memuji sikap gentle Aryo mau mempertemukan Mami dengan calon istrinya dan nanti dia akan menghubungi anak sulung nya untuk meminta keterangan terkait hal yang menimpa anak bungsunya dari Hana itu.
Setelah berbincang santai dan satu jam kemudian Myrna telah kembali dengan menenteng 2 tas belanjaan. Satu berisi buah pesana Papi nya dan satu lagi berisi pizza kesukaan nya.
Bunda menggelengkan kepala melihat anaknya itu, "Pizza teruas aja dek nanti mbul lho ya" ledeknya sambil menerima tas berisi buah itu.
"Sekalian ambilkan tempat buah yang di meja makan ya dek" Myrna mengangguk tampaknya dia senang menang banyak kali ini dia dengan si Papi.
Uang kelebihan tadi dia pake buat bayar pizza dan sisa nya masih ada 600 ribuan buat tambahan tabungan dia nantinya.
Inti pembicaraan mereka adalah Pak Bagus akan mencegah Bu Hana menjodohkan Aryo dengan Dona dan akan tetap pada rencana semula untuk melanjutkan pertunangan Aryo dengan Andrea. Selain itu dia juga akan mendamaikan Bimo dan Aryo yang sedang perang dingin.
__ADS_1