
" Jadi mereka sudah bertunangan ? Kapan?" Satria masih saja kepo dengan hubungan asmara Andrea dan Aryo.
"Hmmm lumayan lama sih, beberapa bulan yang lalu kayaknya. Aku sendiri terkejut ketika Andrea cerita bahwa keluarga Aryo sudah datang melamar nya."
Merasa sudah mendapafkan informasi yang lengkap Satria mengakhiri pertanyaan nya dan mulai mengemudukan mobilnya lagi. Informasi ini dia cari sebagai inisiatif dan solidaritas sesama lelaki yang mencintai sahabat kekaksihnya.
Sebenarnya dia berharap Zul bisa mendapatkan hati Andrea karena mereka bisa double date kalau mau jalan-jalan ataupun dinner romantis atau nonton bioskop. Tapu melihat tidak ada respon yang posituf dari Andrea membuatnya berpikir lagi apakah Andrea ini tertarik dengan Zul atau hanya sekedar berteman saja, sekarang dia sudah tahu kepastiannya jadi tinggal menghibur Zul saja agar segera melupakan Andrea.
Fahira, Alexa dan Rasti pasti dengan senang hati menerima cinta Zul andaikan lelaki itu mau move on dari Andrea.
Mobil SUV Warna putih itu telah memasuki pintu gerbang kampus.Satria memarkir mobilnya di sudut perpustakaan yang letaknya di depan parkiran kendaraan mahasiswa.
Ponsel Ratna berdering, gadis itu membuka resleting tas diktatnya lalu dia mengambil benda pipih berwarna hitam.
Andrea call...
Secepat kilat Ratna menggeser tombol warna hijau. Dan terdengar suara sahabatnya itu dengan nada lirih.
Ratna : Assalamualaikum Bestie..gimana kabarnya ? Udah test darah belom?
Andrea : Waalaikum salam Rat, udah test hasilnya positif typus dan infeksi lambung
Ratna : Ya Allah neng, penyakit kok di borong semua sih?! Eh..sabar..sabarrr ya bestie jangan sedih, semuangatt yess!
__ADS_1
Andrea : Uasyemm kamu, hahaha...iya Aamiin..Rat tolong ijin kan aku ke dosen wali ya. Ntar surat sakitnya aku kirim lewat pdf ya. Axell gak ngampus dia jagain aku disini.
Ratna : Ashiap aja Bestie. Ntar pulang kuliah aku kesana deh jagain kamu.
Andrea : okee...thank you ya bestieeee...udah yaaa byeee***.
Percakapan diakhiri Andrea dan Ratna menoleh melihat Satria yang sedang menunggu nya selesai telpon.
"Ayo Mas buruan" kata Ratna. Satria menggelengkan kepala, dasar cewek !! yang bikin lama kan dia sekarang malah memburu dirinya!! Satria segera mensejajari langkah nya menuju kelas Ratna. Beberapa pasang mata mahasiswa dan mahasiswi melihat kebersamaan mereka. Karena biasa nya Ratna tak pernah memamerkan kebersamaan nya dengan Satria.
Setelah mengantar Ratna sampai pintu kelasnya,Satria berjalan melenggang kan kaki nya menuju kelas base camp tempat MAPALA, karena tadi dia sudah janjian bertemu dengan teman-teman nya untuk rapat disana.
Satria sekarang menjadi pelatih di MAPALA kampus nya bersama dengan Zulfikar. Sudah lama mereka menggeluti ekstra kulikuler ini dan sering mengadakan DIKLATSAR dan EKSPEDISI di beberapa gunung, lembah bahkan pulau-pulau terpencil di Indonesia. Mereka juga sering membantu tim SAR INDONESIA untuk menemukan orang hilang baik terkena bencana alam ataupun kecelakaan pesawat dan kapal.
Mereka tak menduga jika Satria yang jadi idola saat ospek dulu telah memiliki kekasih, tapi mereka masih berharap apda Zulfikar.Mereka berharap dia masih jomblo alias tidak sedang memiliki kekasih. Beberapa cewek centil mulai agresip mendekatinya.
Pemuda yang memiliki senyum khas itu melihat teman akrab nya sedang duduk di atas batu besar di depan base camp mereka. Lelaki dengan rambut ikal dan memiliki tinggi badan 175 cm itu sedang menikmati sebatang rokok yang asap nya sedang di hembuskan ke atas udara.
"Ngelamun aja Bro! Awas rokoknya membakar hati nanti..hahaha" goda Satria iseng. Zul melempar ranting kering ke arah Satria. Lalu di balas dengan juluran lidah teman nya itu.
"Gimana kondisi Andrea?" tanya Zul dengan jari yang masih mengapit batang rokok yang tinggal setengah.
"Ehmmm...kok tanya aku? Memang aku bapak nya Andrea? Hahahaha.."balas Satria meledek temannya yang lagi galau memikirkan si pujaan hatinya.
__ADS_1
"Awas ya! Gak bakalan dapat kuota gratis lagi ya!" ancam Zul kesal namun dia hanya bercanda saja dengan ancamannya.
"Ampun..ampunn baginda raja singa..ahhahaha..jangan main ancam dong ah! gue kasih tau tapi kuota nya berlipat ganda ya?" canda nya lagi bikin kesal yang mendengar.
Akhirnya Satria menceritakan keadaan Andrea yang terkena typus dan infeksi lambung. Sekarang dan beberapa hari ke depan mungkin dia akan absen sampai kesehatannya benar-benar pulih.
Setelah membicarakan tentang Andrea mereka berdua memasuki ruang base cap dimana di dalam sana sudah berkumpul beberapa orang anggota MAPALA yang sedang asyik berdiskusi tentang masalah ekspedisi yang akan mereka lakukan dalam waktu dekat ini.
Zul mengambil alih acara rapat sebagai ketua MAPALA. Dia mulai membagi tugas dari hal terkecil hingga terbesar. Tugas utama para anggota wanita sebagai tim dapur umum dan tim kesehatan.Sedangkan untuk anggota para lelaki sebagai tim perbekalan dan peralatan serta keamanan. Untuk kali ini MAPALA akan mengadakan ekspedisi ke gunung Merapi.
Kenapa mereka mengadakan ekspedisi ke gunung Merapi? Bukannya berbahaya kesana? Akan kah mereka mendapatkan ijin dari pihak kampus untuk berangkat kesana? Masalah ini yang akan di bahas oleh Ketua Mapala dan anggotanya pagi ini hingga selesai.
Ternyata misi Zul mengadakan ekspedisi ini karena pimpinan SAR wilayah daerah itu meminta bantuan beberapa Kampus yang mempunyai divisi MAPALA untuk membantu mencari korban bencana alam Gunung Merapi yang sedang memuntahkan lahar dingin.
Pimpinan SAR telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada pihak kampus terutama Bapak Rektor. Lalu Pak Rektor memberikan tembusan pada Pak Dekan agar menyampaikan pada unit divisi penyelenggara kegiatan MAPALA dan surat permohonan itu sudah sampai di tangan Zulfikar selaku ketua MAPALA.
Beberapa mahasiswa tampak antusias sekali memdengar penjelasan dari Zul lalu di lanjutkan oleh Satria sebagai wakilnya.
Mereka sudah menetapkan tanggal keberangkatan dan mempersiapkan semua kebutuhan 15 orang anggota MAPALA yang terpilih dan memiliki kondisi fisik yang sehat jasmani dan rohani.
Setelah rapat selesai kedua orang pemuda yang saling bersahabat itu menuju kantin.
Mereka akan menikmati akan siang karena perut sudah minya hak untuk di isi. Sambil menunggu makanan datang, Satria iseng menanyakan perasaan Zul pada Andrea.
__ADS_1
Zul mengambil ponselnya dia ingin mengecek email dari karyawan perusahaan nya. Tadi dia sengaja mengirim pesan pada Anto tangan kanan nya di bengkel untuk mengirim laporan bulanan yang sudah di rekap oleh tim finance. Memang Zul memantau semua kegiatan bengkel dan karyawannya melalui cctv yang ada bisa di lihat melalui ponselnya sehingga dia merasa tenang jika meninggal kan perusahaannya di luar.