
Ratna bergegas menuju ke kantin untuk menemui sahabatnya. Pagi ini Satria sudah mengabari kalau dia akan ke kampus setelah jam makan siang. Jadi Ratna tak perlu menunggu nya untuk makan bersama di kantin seperti biasanya karena Satria dan teman-teman Mapala nya sedang berada di kantor Basarnas sekarang untuk koordinasi acara yang akan berjalan minggu depan.
Langkah kaki Ratna terhenti di depan pintu kantin. Telunjuk tangan kiri nya sengaja di usap-usapkan ke kelopak matanya seakan ingin memperjelas mata penglihatannya sekarang. Benar kah itu Aryo sedang menemani sahabatnya di kantin?
Andrea melihat Ratna yang berdiri mematung di depan pintu segera melambaikan tangan nya memanggil. Akhirnya Ratna percaya dengan mata nya sendiri jika sekarang Andrea sedang bersama Aryo. Suatu kejutan baginya akhirnya Andrea berani membawa kekasih nya ke kampus.
"Assalamualaikum.." sapa Ratna gugup, hmmm ...kenapa aku jadi gugup melihat mereka berdua disini ya?
"Waalaikum salam.." jawab mereka berdua kompak.
"Ngapain bengong disitu Na! Yuks duduk!" perintah Aryo berwibawa. Andrea hanya cengar cengir saja melihat sahabatnya itu salah tingkah.
duh jangan sampai Zul ke kampus sekarang deh,kasihan banget kalau dia ngelihat kemesraan mereka berdua.
batin Ratna sendiri, hmmm...aneh kenapa juga aku mikirin perasaan Zul sekarang sih, bukan nya lebih baik kalau dia melihat kekasih Andrea langsung dengan mata kepala sendiri agar dia benar-benar berhenti mengharapkan Andrea.
"Ehm.iyaa..hmmm...apa kabar Kak Aryo? Tumben kesini?" Akhirnya Ratna menguasai perasaannya sendiri.
..."Ehmm tumben ya...emang sih baru kali ini saya punya kesempatan ke kampus kalian. Maafin saya ya baru mengetahui kampus kalian setelah sekian lama."...
Aryo yang telah mengenal Ratna sejak SMA menjadi lebih rileks dan tak canggung berada di lingkungan baru.
"Ya kan Kak Aryo pendidikan juga, mana bisa bebas kemari kalau tidak ada kesempatan libur."kata Ratna bijak. Dia melihat wajah Andrea sangat ceria sekali. Dia merasa senang karena bisa membawa kekasihnya di depan khalayak umum. Karena sejak masuk bangku kuliah sampai kemarin dia terlihat jomblo.
"Benar Rat karena saya masih terikat pendidikan juga jadi tak bisa leluasa seperti kalian. Jadi harap maklum ya."
Ratna mengangguk dan dia mengambil duduk di samping Andrea.
__ADS_1
"Dre, kamu masuk jam berapa nanti?"tanya Ratna karena dari tadi Andrea hanya tersenyum senyum saja tanpa suara.
"Nanti pukul 9.30. why?" jawab Andrea.
"Gappa sih. Terus Kak Aryo mau menunggu sampai kelas kamu selesai?" tanya nya penasaran. Andrea mengedikkan bahu tanda tak tahu lalu melihat ke arah Aryo.
Sebenarnya Aryo hari ini benar-benar ingin bersama dengan andrea seharian karena memanfaatkan waktu liburnya yang sangat jarang. Namun tadi sewaktu akan berhenti dinrumah Andrea tiba-tiba Bimo menelpon nya dia mengabarkan jika siang ini Sang Mami akan tiba di Jakarta karena ingin berjumpa dengan mereka.
Terpaksa dia membatalkan keinginannya untuk menemani Andrea hingga pulang kuliah. Biar bagaimanapun kecewanya Aryo dengan Mami dia tak sampai hati jika menolak keinginan wanita yang melahirkannya itu untuk bertemu. Awalnya Aryo mencoba menghindari Mami dengan cara pergi pesiar ke rumah Tante nya di Semarang namun Bimo memberikan nasehat dia tidak boleh menghindari masalah.
Justru Bimo menyarankan agar dia berani menghadapi masalah agar lebih dewasa lagi bersikap. Akhirnya dia menjawab bersedia menemui Mami asal bersama dengan Bimo.
Kakak sulung nya itu sangat gemas sekali pada adiknya yang masih saja manja padanya padahal dia adalah lelaki dan sebentar lagi akan menjadi seorang perwira tinggi. Namun di balik tubuhnya yang gagah ternyata jiwa manja dan kolokannya masih melekat.
"Mas...apa mau menunggu aku di kampus sampai kuliah ku selesai? Hanya satu jam saja mata kuliah nya." tanya dan pinta Andrea pada kekasihnya.
Wajah Andrea kembali muram. Ratna jadi ta enak berada pada situasi seperti itu, dia pura-pura mau mengambil diktat nya di kelas agar mereka berdua bisa bicara lebih nyaman lagi tanpa takit ada yang mendengar.
Ratna keluar kantin dan segera menuju kelas nya di tengah lorong menuju kelas dia bertemu dengan Mitha yang memiliki tujuan sama ke kelas psikology.
Mitha tadi melewati kantin dan melihat Andrea sedang ngobrol seru dengan lelaki yang tak pernah di lihat nya selama ini. Jelas saja dia tidak tahu Aryo karena dia menjadi teman baik Andrea hanya saat di bangku kuliah saja dan gadis itu memang tertutup untuk masalah pribadinya.
Ratna tersenyum penuh arti dia tak ada hak untuk menjelaskan lebih lanjut tentang mereka namun dia hanya memberikan kode bahwa Andrea dengan teman dekatnya. Mitha paham dengan kode dari Andrea dan dia pun tersenyum mengerti bahwa nti dia akan meminta penjelasan langsung pada Andrea.
Masih ada waktu 45 menit lagi menemani kekasih nya mengobrol di kantin. Andrea mengajak Aryo ke perpustakaan kampus karena dia mulai jengah dengan pandangan rekan-rekannya yang kepo dengan mereka berdua.
Namun Aryo menolak karena dia harus segera mempersiapkan diri untuk ke Rumah Sakit menjemput Bimo dan langsung ke stasiun untuk menjemput Mami nya.
__ADS_1
Dengan sedikit kecewa namun tak bisa bertindak apa-apa dia menyetujui permintaan Aryo untuk meninggalkan nya dan Aryo tak berani berjanji nanti malam ke rumah karena dia tak tahu pasti urusan dengan ibunya selesai sampai jam berapa.
"Ayo aku antar kamu sampai kelas dulu, setelah itu aku akan ke rumah sakit menjemput Mas Bimo" ajak Aryo lembut, kemudian dia ke kasir ubtuk membayar makanan yang mereka makan.
Andrea mengirim pesan ke Ratna untuk menemuinya di kelas setelah ini, karena tas Ratna dia bawa ke kelas nya.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju kelas Andrea, di dalam kelas sudah ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang sedang bersenda gurau.
Lalu mereka tiba-tiba terdiam ketika melihat sesosok pemuda tinggi gagah berambut cepak seperti seorang aparat datang bersama Andrea.
Aryo mengangguk kan kepala ketika bersitatap dengan beberapa teman Andrea menandakan kesopanan. Setelah berbincang sebentar Aryo pamit dan Andrea melambaikan tangan nya.
Aryo berjalan menyusuri koridor kampus menuju parkiran kendaraan mahasiswa. Di dalam kelas sudah banyak teman-teman yang mulai kepo menanyakan keberadaan Aryo pada gadis itu. Mitha yang baru datang dari kelas Ratna terkejut melihat Andrea yang sudah di kerumuni beberapa orang temannya.
"Cieeeee...cieeeee...siapa ya cowok cepak itu?" canda Eliza.
"Pacara kamu ya Dre?"
"Kok baru muncul sih setelah sekian purnama?"
Ricko cowok yang diam-diam naksir Andrea tersenyum kecut melihat Andrea tadi bersama Aryo. Jelas sekali tampak perbedaan mereka. Aryo yang berpenampilan rapi dan berwibawa di banding kan dia yang tampil urakan dengan rambut gondrong nya. Jelas bukan selera Andrea.
"Calon suamik !" balas Andrea pelan namun langsung di sambut suara siulan dan koor kompak teman-temannya.
"Alhamdulillah..!!" celutuk Frinza,Alena dan Seyla kompak.
Andrea tertawa geli melihat kelakuan teman nya lucu. Sekarang teman-temannya jadi paham dengan sikap nya yang dingin dan menjaga jarak dengan para cowok di kelasnya.
__ADS_1