
"Stop ! Jangan teruskan sandiwara mu itu Nyonya Hana yang terhormat ! Aku sudah tahu jika kamu berbohong !" Cetus Pak Bagus dengan mata yang menatap tajam pada wanita egois itu.
Bu Hana mengernyitkan kedua alis nya tanpa tak mengerti "Apa maksud mu Mas,?"
Dengan senyum miring dia terus memindai wajah sang mantan. "Pih !" Seru Bimo pelan mencoba melarang ayah nya berbicara kenyataan itu di depan Aryo karena dia takut psikis Aryo down ketika mengetahui kebusukan ibunya.
Pak Bagus mengangkat tangan kanan nya ke atas dan memberi jempol pada Bimo menandakan jika dia bisa mengontrol emosi nya.
"Ada apa Pi?" tanya Aryo bingung.
"Sekarang Papi hanya bisa mengatakan pada kamu dan Andrea jangan pernah terprovokasi dengan intimidasi Mami kalian. Hana tolong jangan ganggu hubungan Aryo dan Andrea biarkan mereka mencari kebahagiaan sendiri"
Pak Bagus masih mengulur waktu memberi kesempatan pada Bu Hana agat dia berhenti memaksa kan kehendaknya.
"Aryo tak bakal bahagia dengan dia Mas, karena aku sudah memiliki calon terbaik, Dona sudah jelas bobot bibit dan bebet nya.Aku mau Aryo memiliki pendamping yang seimbang dengan karier nya"
Jawab nya angkuh. Akhirnya karena tak tahan Bimo pun menyelutuk. Agar semua jelas dan Mami bisa insyaf tidak berbohong lagi demi ego nya.
" Maaf Mami, Bimo harus mengatakan yang sebenar nya saat ini agar semua nya jelas dan Mami tidak memperkeruh keadaan terus."
"Apa maksud mu Bim?!" sentak Bu Hana pada si sulung dengan mata melotot.
"Mami tak seharus nya berbohong seakan-akan Mami yang menyelamatkan nyawa Aryo dengan donor darah. Bukan darah Mami yang telah menyelamatkan Aryo. Tolong sekarang katakan yang sebenar nya Mi!
Bu Hana terlihat pias namun beberapa saat kemudian dia meradang "Lancang kamu Bimo! Jangan sok tahu ! Memang darah Mami yang telah menyelamat kan nyawa Aryo dan itu tidak gratis!"
__ADS_1
Aryo tersenyum getir mendengar jawaban ibu nya yang lebih menyakitkan daripada saat dia jatuh di jurang. Seorang ibu yang tega meminta imbalan untuk menyelamatkan nyawa anak nya sendiri.
"Hehehe...Mami jangan kuatir setelah sembuh Aryo akan mengganti biaya darah Mami..!" Aryo terkekeh getir melihat kelakuan ibu nya.
"Hmmmm....mau bayar berapa pengorbanan Mami hah ?! Sampai kiamat pun kamu tak akan mampu membayar nya! Dan Mami tak ingin uang mu!"
Bimo dan Pak Bagus makin geregetan dengan sikap arogan Bu Hana yang tak sadar dengan perkataan Bimo tadi.
Karena tak tahan lagi akhirnya Bimo mulai memberi kedipan mata pada Tofan agar dia menjelaskan rahasia besar ibu nya.
"Ar, dengar kan Tofan dahulu. Ayo katakan yang benar Mas Tofan apa yang sebenar nya terjadi kemarin!" pinta Bimo.
Tofan menghela nafas perlahan " mohon maaf sebesar-besar nya dan mohon ijin Om, Tante dan semua yang hadir disini. Sebenar nya yang mendonorkan darah untuk Aryo adalah Saya dan Zul salah satu relawan dari mahasiswa."
"Diam kamu!" teriak Bu Hana emosi dan kalut ketika mendengar pengakuan Tofan.
"Untuk apa saya berbohong, tidak ada guna dan manfaat untuk saya pribadi. Saya hanya ingin mengatakan kebenaran saja. Jika tidak percaya saya akna memanggil relawan mahasiswa yang mendonorkan darah untuk Aryo. Dia ada di kamar Galuh!" jawab Tofan tegas dia jengkel juga dengan kebohongan Bu Hana
"Jadi...Tofan dan Zul yang telah menyelamatkan aku?! Terimakasih ya aku tak akan melupakan jasa kalian sampai kapan pun !"
Bu Hana dan Dona mengepalkan tangan nya kesal dan benci sekali melihat Topan yang membuka rahasia mereka yang aman dalam beberapa hari kemarin. Bahkan tangan Bu Hana terangkat ingin menampar Torang agar lelaki tampan itu berhenti berbicara. Namun Pak Bagus yang mengetahui gelagat tak baik dari mantan nya itu segera menghentikan perkataan Topan.
" Nak Topan. kami semua percaya pada kebenaran yang Nak Topan katakan. Terimakasih banyak telah membantu Aryo dan kami tak akan pernah melupakan kebaikan dan kedermawanan kalian. Mari ikut Om ke kamar Galuh untuk menemui Zul"
Wajah Bu Hana terlihat makin puas karena rasa malu yang mulai menggerogoti nya. Dona menggenggam tangan Tante nya seakan-akan memberi bantuan moril.
__ADS_1
"Tidak perlu Pa! Aryo percaya dengan Topan karena dia orang yang jujur selama kami berteman. Dia tak akan sudi berkata berbohong karena akan mempermalukan nya sebagai seorang taruna. Benar begitu kan ?! " tegas suara Aryo menghalangi niat ayah dan sahabatnya itu keluar, karena dia tak mau orang lain tahu kasus yang sangat memalukan ini.
Bu Hana menghentak kan kedua kaki nya kesal dan menarik tangan Dona untuk segera angkat kaki dari ruangan itu. Rasa malu dan marah sudah mulai membuatnya malu bertatap muka dengan anak nya. Bahkan dia menghardik Dona yang terlihat enggan keluar meninggal kan Aryo.
"Mami tak pernah setuju kamu bersama nya dan jika kamu bersikeras melawan keputusan Mami, cukup sampai sekian saja kamu memanggil ku Mami! Jangan pernah mencari ku lagi! Berbahagia lah dengan kehidupan mu! Namun kau tak akan bahagia bersama nya! " sentak nya kasar dan menarik tangan keponakannya yang terlihat sedikit kesal.
"Astaghfirullah! sudah lah Hana lebih baik kalian segera pergi dari sini dan tolong jangan membuat kesusahan lagi pada anak mu! '' Pak Bagus menggeleng kan kepala nya seolah menyesali kelakuan mantan istri nya.
Akhirnya Dona dan Tante nya keluar dari ruangan dan menarik pintu kamar dengan tenaga super karena kesal pula dia menutup pintu tengan keras dan membuat mereka yang di dalam berjengkit kaget., seperti anak kecil kalau sedang merajuk dan membanting pintu.
Setelah kedu awalnya beda generasi itu pergi Andrea berani mendekati Aryo, dan semua orang yang hadir di dalam kamar itu keluar dari kamar seolah memberi kesempatan pada kedua nya untuk melepas rindu yang telah tertahan berhari-hari.
"Hmm...kenapa pada keluar sih?! " lirih suara gadis itu terdengar pada Aryo.
'Karena mereka memberi ku kesempatan untuk menghukum mu! " canda Aryo pada Andrea. Dan gadis itu tanpa ragu-ragu memeluk kekasih nya dengan deraian air mata yang sejak tadi sudah mulai meleleh di pipinya.
"Maaf kan aku mas... Maaf.. " pinta nya tulus.
Aryo mengusik punggung tunangan nya itu dengan rasa lega dan penuh rindu.
"Jangan pergi sayang, aku tak bisa jalani hari ku tanpa mu! ' bisiknya lembut dan mencium kening Andrea dengan penuh perasaan.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan terlihat sosok lelaki tinggi tegap sedang menatap nanar pemandangan yang merusak mental nya seketika.
" Oh.. Maaf... lanjutkan saja! " katanya kikuk
__ADS_1
Ternyata Zul yang masuk ke kamar Aryo karena dia tadi sempat di WhatsApp sama Tofan agar dia segera ke kamar Aryo saat dia sedang di ragukan oleh Ibu nya Aryo.
Tangan nya segera menutup pintu itu Dada nya bergemuruh karena cemburu.