Balada Cinta Anak Manusia

Balada Cinta Anak Manusia
Mengantar keberangkatan team Mapala


__ADS_3

Masih pukuo 06.p0 wib, tapi Andrea sudah rapi memakai celana jeans bagi warna shage dan kemeja cotton warna putih susu sehingga kulitnya yang kuning langsat menjadi sangat serasi menempel di kemeja nya. Rambutnya di ikat kucir kuda sehingga lehernya yang jenjang terlihat indah berkalungkan berlian pemberian Aryo.


Sebuah cincin tunangan tersemat indah di jari kirinya, saat ini dia baru mulai memakai perhiasan pengikat hubungan nya dengan Aryo karena dia ingin memberitahukan secara tidak langsung tentang status nya ynag sudah memiliki calon suami.


Cincin emaa putih bermata berlian berbentuk love kecil berkilau tertimpa cahaya matahari yang mulai menampakkan sinarnya malu-malu.


Sebuah sepeda motor matic telah terparkir di depan gerbang dan seorang gadia berhijab pashmina berwarna pink tampak berjinjit menekan bel rumah.


Ting..tong


Ting..tong..


Ting..tong..


Mbak Tini yang sedang membereskan paviliun samping tergesa-gesa meletakkan sapu ijuk yang dipegang nya.


Dia berjalan ke arah pintu utama lalu menuju halaman dan membuka pintu pagar yang amsih terkunci.


"Pagi Mbak Tini, Andrea udah bangun?"sapa Ratna ceria karena sebentar lagi akan bertemu Satrio di kampus nya.


"Pagi Neng Gelis. Udah dari subuh tadi kayak nya udah rapi juga dari tadi Neng Andrea nya.Sok atuh masuk nyak" jawab Mbak Tini dengan logat sunda nya yang kental.


Ratna memasukkan motor matic nya ke dalam halaman dan mbak Tini mengunci gerbang lagi. Kemuduan wanita berusia 40 tahunan itu mempersilahkan Ratna masuk ke dalam rumah.


Karena sudah terbiasa main ke rumah Andrea jadi Ratna tak canggung lagi masuk ke dalam rumah itu. Andrea tampak keluar dari kamar nya dan melihat Ratna duduk di ruang tamu.


Dia menyuruh Ratna masuk ke ruang makan karena di meja makan sudah tersedia secangkir teh hangat dan sepiring pisang goreng buatan Mama nya untuk cemilan pagi hari seperti biasanya.


Mama nya keluar dari dapur dengan tangan yang berlumuran sabun cuci piring. Ratna menyapa Bu Roni dan hendak menyalami tangan wanita paruh baya itu namun Bu Roni menggelengkan kepala menolak karena tangan nya masih berlepotan sabun.Tapui dia mempersilahkan teman anaknya itu untuk menikmati pisang gireng buatannya.

__ADS_1


Andrea dan Ratna akhirnya habya sarapan teh hangat dan pisang gireng saja karena terburu-buru takut tertinggal team Mapala.Butuh waktu 5 menit daja untuk menghabiskan teh manis dan sepotong pisang goreng itu lalu kedua gadis dewasa itu pamit ke kampus pada orang tua Andrea.


Sepuluh menit kemudian motor matic milik Ratna sudah meluncur membelah jalan raya yang mulai padat kendaraan bermotor yang memiliki tujuan yang sama seperti mereka yaitu berangkat kerja atau pun sekolah.


🍉🍉


Gerbang kampus sudah terlihat dari jarak 10 meter, Ratna segera menambah kecepatan laju motornya. Perjalanan yang mereka tempuh kurang lebih 45 menit plus macet itu akhirnya berbuah manis.


Motor matix buatan negara Sakura itu sudah berhenti dengan sempurna di depan gerbang kampus yang berwarna hitam. Seorang security yang paling ramah pada mahasiswa disini menyapa Ratna dan Andrea di depan gerbang.


Setelah membalas sapaan Pak Jo,mereka berdua memarkir motor berwarna merah cabe itu di posisi paling depan. Mereka masih mendapatkan tempat parkir di barisan depan karena sekarang masih sangat pagi pukul 07.00 wib. Biasanya Mahasiswa baru ada jam kuliah pukul 07.30 wib.


Setelah mengunci stang motor dan memberi kunci ganda pada roda motornya Ratna dan Andrea segwra berjalan menuju base camp Mapala. Tadi malam Satrio mengatakan di telpon kalau mereka akan berangkat pukul 07.30 wib setelah upacara pelepasan oleh Pak Rektor.


Ratna dan Andrea membawa 1 dus besar kue untuk cemilan para peserta ekapedisi. Sebagai permintaan maaf Andrea pada Satrio dan Zul karena telah membuat repot mereka kemarin, mereka berdua membawakan dua buah topi rajut untuk pengusir dingin.


Pemberian itu tulus dari Andrea karena telah menyusahkan mereka berdua kemarin. Tampak para anggota Mapala sudah siap memindah kan baranh bawaan mereka dari dalam base camp untuk di tata di dalam sebuah mobil bus dari Basarnas yang memfasilitasi mereka dan mereka semua akan mengadakan upacara pelepasan di halaman utama kampus.


"Assalamualaikum Mas Zul, lihat Yayang ku gak?" canda Ratna dari luar pintu.


Zul membalikkan badan nya mendengar suara Ratna dan dia sedikit terkejut melihat ada Andrea di belakang nya. Dia tak menyangka Andrea mau datang pagi ini.


"Waalaikum salam. Kayaknya tadi di kantor senat sebentar mau ambil Handy Talkie. Coba kamu telpon aja" Jawab nya pelan tapi matanya terus melirik Andrea yang terlihat agak gugup karena merasa bersalah.


"Oh ya udah habis ini aku telpin aja. Hmmm....ini Andrea mau ngomong sama Mas Zul bentar " Kata Ratna tiba,-tiba hingga gadis itu gelagapan karena terkejut dan tak siap berbicara dengan Zul.


Kampret juga si Ratna , main tembak aja nih, mana gue gugup lagi. Andrea menggerutu di dalam hati.


" Gue mau cari yayang dulu ya bestie...byee" Ratna langsung melambaikan tangan meninggalkan Andrea yang terpaku disitu.

__ADS_1


Eh...Ratna sial kenapa ninggalin gue berdua begini sih. Nanti bakal ada gosip lagi.


"Hmm..Mas Zul kita bicara di depan aja boleh?" ajal Andrea pada lelaki di depan nya itu sambil meremas tangan nya.


Dasar nya Zul yang udah cinta setengah sekarat dengan gadis itu mau aja dia menuruti ajakan nya. Dia mengikuti Andrea yang berjalan menuju area depan base camp yang terbuka.


Andrea merasa risih jika berdua dengan lelaki yang jelas menyukai nya takut nanti ada berita yang tak baik menyebar, secara kemarin dia sudah membawa Aryo ke kampus pasti beberapa orang teman nya sudah mengetahui kalau Andrea sudah memiliki kekasih.


Setelah berada di depan Andrea memberikan bungkusan goody bag pada lelaki tampan


"Apa ini dek?" tanya Zul mengangkat goody berwarna biru dongker.


"Buka aja. Itu buat nanti kalau kedinginan di gunung. Hmm...aku mau minta maaf ya Mas" jawab Andrea pelan.


"What for?" Zul bingung


Andrea makin merasa bersalah karena melihat ketulusan di mata Zul dan semua itu dia lakukan untuk Andrea.


"Kemarin aku udah gegabah ingin ikut ke Merapi. Tapi aku gak dapat ijin dari kedua orang tua. Jadi maafin aku yang udah bikin repot Mas Zul dan Bang Satria yang udah usahain tempat kosong untuk aku " kata Andrea sambil memainkan ujung kemeja nya. Zul memperhatikan gadis itu dengan senyum nya.


"It's okay.No big deal !So aku cuma penasaran kenapa.kamu kemarin ngotot ingin ikut berangkat?" penasaran juga Zulfikar dengan keinginan Andrea yang menggebu kemarin.


Andrea tersenyum gugup karena dia tak mungkin menceritakan alasan yang sebenar nya pada lelaki itu.


"Hanya ingin jadi relawan saja."dusta nya tapi Zul memicingkan mata tak percaya alasan Andrea begitu saja. Dia tahu sedikit banyak gadis yang telah mencuri pikirannya tiap malam itu.


"Owhhh...aku kira karena kuatir dengan aku..hehehe..salah ya...duh maaf ya..jadi gede kepala "canda Zul menutupi getir di hatinya.


Astaga...pekik Andrea merasa tak enak hati juga.Duh andai dia tahu alasan sebenarnya aku kemarin ingin ikut pasti dia akan kecewa lebih dalam.

__ADS_1


"Oh..ehmmm..suer hanya ingin membantu jadi sukarelawan aja Mas. Tapi aku berdoa semoga semua team berangkat dan pulabg dalam keadaan selamat ya" kata Andre amengalihkan pembicaraan yang membuat hatinya sedikit iba.


__ADS_2