
Skripsi sudah selesai di kerjakan, banyak revisi disana sini yang membuat bete dan hampir putus asa, tak terasa sidang skripsi akan di jalani 1 Minggu lagi bersamaan dengan Aryo ke daerah pedalaman di Papua. Sebagai perwira muda lelaki itu harus siap sedia di tugaskan kapan pun dan dimana pun juga.
Sebenarnya saat ini gadis itu membutuhkan waktu untuk konsentrasi untuk menghadapi sidang skripsinya namun hati nya gelisah ketika mendengar kekasihnya akan pergi bertugas dalam beberapa bulan. Disana sedang ada pemberontakan separatis bersenjata yang di labeli pemerintah dengan sebutan KKB atau kelompok Kriminal Bersenjata atau bisa di sebut ******* juga.
Disana sedang terjadi chaos dan banyak kerusuhan penyebab KKB yang membantai para pekerja tambang tak berdosa, membakar gedung sekolah dan fasilitas umum serta menyadera pada wanita dan anak-anak demi memenuhi tuntutan mereka kepada pemerintah.
Penantian panjang lagi ini ceritanya, akan kah berakhir bahagia? entah kenapa makin kesini hubungan nya dengan Aryo terasa berat. Bukan dia tak mau menanti atau tak mau bersabar lagi namun dia seolah berjalan sendiri dengan masa depannya. Padahal jujur saja Aryo juga tengah mengalami fase lelah. Bukan lelah berjuang namun dia lelah harus berpisah lagi dengan kekasih nya namun apa daya tugas nya sebagai abdi negara sudah wajib mengikuti bela negara saat ini.
Jika saja dia bisa memilih saat ini, dia ingin Aryo ada di samping nya mendampingi saat tersulit dalam hidupnya. Menjalani sidang skripsi dan menunggu hasil keputusan dewan pembimbing skripsi membuatnya ingin ada tempat berbagi bagi hatinya yang sekarang terasa letih. Ada rasa tak rela dalam hatinya namun dia menyakinkan hatinya lagi agar tidak boleh egois memikirkan diri sendiri sedangkan saat ini negara membutuhkan bakti calon suaminya.
#####
Pagi itu dari arah fakultas kedokteran terlihat seorang pemuda tampan yang tertunduk lesu membaca pesan dari ponselnya. jari telunjuk tangan kanan nya mengetuk meja belajarnya. Kenapa hari ini begitu kelabu untuk hatinya. Dia yang baru saja merasa senang dan berbunga-bunga kembali merasakan sakit yang tak berdarah lagi.
__ADS_1
Pemuda itu adalah Axell adik satu-satu nya Andrea yang kuliah di Fakultas Kedokteran. Dia yang sedang merasakan kebahagiaan ketika bertemu dengan gadis cinta pertama nya hari ini harus merasakan patah hati untuk kedua kalinya pada orang yang sama.
Sudah beberapa bulan terakhir ini dia intens berkomunikasi dengan Malika Arundhaty, harapannya untuk merajug kembali benang cintanya yang putus sepertinya mendapatkan gayung bersambut. Malika sudah beberapa kali mau diajak keluar bersama alias ngedate tipis-tipis saat dia sedang pesiar. Namun Axell belum ada keberanian untuk menyatakan cinta lagi, takut Malika hanya menganggapnya teman saja, secara Malika sekarang sudah menjadi wanita dengan karier yang bagus menjadi salah satu putri kebanggaan negeri ini.
Sedang kan Axell masih menjadi mahasiswa kedokteran semester enam. Masih jauh langkah nya untuk bisa sejajar dengan gadis itu. Dia belum menjalani dunia kerja yang nyata sedangkan gadis itu sudah membelah angkasa di hampir seluruh langit nusantara. Ada rasa minder dalam hatinya ketika ingin mendekati Malika lagi.
Namun dia juga dilema karena sikap Malika seolah memberinya kesempatan untuk dekat lagi dan entah kenapa dia pun selalu merindukan gadis itu. Bahkan pesona Adelia kembang fakultas nya yang sering kali mencoba mencuri perhatian nya itu tak mampu menggeser nama Malika di hatinya. Ingin rasanya dia menembak kan panah cinta lagi namun dia benar-benar ciut nyalinya melihat Malika yang terkesan mandiri, tegas dan pasti jadi incaran para lelaki di lingkungan kerjanya.
Axell pernah tak sengaja memergoki Malika sedang menemui tamu nya yang memakai seragam yang sama dan sepertinya pangkatnya lebih tinggi dari gadis itu. Terlihat. sikap. hormat Malika pada seniornya saat berbincang di teras rumahnya. Dan saat Axell hendak berbalik meninggalkan halaman depan rumah gadis itu seperti memanggilnya.
Tatapan tajam dari kedua netra lelaki di hadapannya itu membuatnya agak grogi dan kurang percaya diri. Lelaki itu berasa basi menanyakan hal sekitar kegiatan Axell dan dia seperti meremehkan ketika adik bungsu Andrea itu mengatakan mahasiswa kedokteran. Ketika mengetahui dirinya sempat di remehkan oleh tamu Malika, dia seperti tersentil harga dirinya sebagai laki-laki.
Dia sadar saat ini memang belum ada yang di banggakan di depan Malika karena statusnya yang mahasiswa murni. Jatah bulanan pun masih dari orang tua. Pasti lawan bicara nya ini akan menganggap nya anak kemarin sore yang sedang berusaha menggoda seniornya.
__ADS_1
Ah Malika andai kau tahu isi hatiku dulu saat kau putuskan dan saat ini ketika dirimu seolah memberi harapan. Semoga aja bukan harapan palsu yang sedang di berikan penerbang cantik itu. Haris seperti nya tak menghendaki kehadirannya sehingga dia seperti menceritakan akan mengajak Malika keluar makan di restoran langganan nya.
ketika Malika keluar membawa dua cangkir teh hangat yang uapnya masih mengepulkan asapnya, Haris mengatakan maksudnya di hadapan Axell seolah-olah takut niatnya terdahului oleh pemuda di depannya itu. Perasaan Axell saat itu tak rela ketika Malika terlihat ragu menjawab ajakan seniornya. Rasanya ingin melarang Malika menerima ajakan itu. Apa daya dia tak memiliki hak apapun untuk itu. Dia tak memiliki hubungan khusus dengan Malika saat ini dan dia sadar posisinya juga tak aman.
Dan entah kebetulan atau memang saat itu Ayah Malika sedang tak bisa di tinggal sendiri, Gadis itu menolak dengan alasan kondisi sang Ayah sedang tidak bisa di tinggalkan. Sedangkan Kartika malam ini harus lembur kerja setelah pulang kuliah.
Raut kecewa terlihat dari wajah Haris, namun ada rasa lega pada hati Axell ketika mendengar penolakan Malika. Dan tak lama kemudian Haris pun pamit untuk kembali lagi ke asrama. Dan Axell pun ikut pamit karena dia sadar Malika harus mengurus orang tuanya yang sedang sakit.
Setelah kejadian itu, Axell merasa kecil hati untuk melanjutkan pendekatan nya lagi pada mantan kekasih nya. Dia tak mau dianggap sebelah mata oleh lelaki di sekitar Malika. Namun untuk menjauhi si penerbang itu pun dia tak sanggup dilema yang sekarang di rasakannya. Seandainya saja dia sekarang sudah lulus kuliah dan sudah bekerja maka tak akan dia berlama-lama menyimpan perasaan nya ini.
Dan hari ini sudah 2 Minggu dia tak bertemu muka dengan sang dara karena kesibukannya di kesatuan nya yang tak bisa pesiar dalam dua minggu. Urusan Ayah nya sudah di handle oleh Kartika dan Tante Marina adik Ayahnya yang paling perhatian pada keluarganya.
Saat ini Hanya Marina dan suami nya saja yang bersedia menemani dan merawat Farhan Ayah Malika. Dulu saat Farhan bekerja di tempat yang basah, dia membantu biaya sekolah Marina dan biaya pernikahan nya. Sehingga wanita itu merasa berhutang budi pada sang Kakak.
__ADS_1
Saat Farhan mengalami depresi karena perpisahan nya dengan anak dan istrinya, Marina dan Harun serta dua anaknya yang menemani dan merawatnya hingga perlahan membaik. Kini saat mental Farhan sudah sembuh malah fisik nya yang terkena gangguan. Untung nya Malika dan Kartika sekarang sudah bertemu dan mau merawat ayahnya sehingga beban materi Marina berkurang banyak.