
Mobil sedan keluaran negara matahari terbit itu telah berhenti di depan pagar rumah Andrea. Dia yang tadi nya pura-pura tertidur akhirnya tertidur pulas karena pengaruh obat yang di minumnya.
Memang dr Arlita memberikan obat yang ada penenang nya agar dia bisa banyak beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
Raut wajah ayu Andrea terlihat innocent sekali. Zul ingin sekali menyentuh wajah itu namun dia tak ingin dianggap memanfaatkan orang sakit dan kurang ajar pada kepercayaan Andrea. Walaupun sekarang hatinya sangat bergelombang bagai ada badai tsunami yang menerjang asa nya.
Zul tersadar dari lamunan nya saat Andrea merintih.
"Dek, kenapa kamu? Masih sakit perutnya? Mas antar kamu langsung ke rumah sakit aja ya? " tanya nya penuh rasa kuatir.
Andrea menggelengkan kepala dengan lemah. Dia Mau turun saja dan segera berbaring di ranjang nya yang empuk.
"Udah gapapa Mas, aku masuk dulu ya. Maaf aku tak menyuruh mampir. Makasih udah nganterin pulang ya? "kata Andrea sambil mengangkat bokong nya dari jok mobil.
Zul segera menarik tangan kanan Andrea.
"Tunggu dulu! " Andrea terdiam lalu Zul melepaskan tangan Andrea dia segera keluar dari mobil dan berjalan memutari moncong mobil, dia ternyata dia membuka kan pintu untuk gadis itu.
Andrea melihat sepak terjang laki-laki itu dalam mengambil hatinya. Dia Salud dengan semua perlakuan manis Zul, namun dia tak mau memberikan celah sedikit pun untuk pengkhianatan cinta nya.
"Ayo! "Zul mengulurkan tangan nya membantu Andrea berdiri, dan gadis itu akhirnya menyambut uluran tangan nya.
__ADS_1
Setelah membula kunci gerbang pagar Andrea masuk dan melambaikan tangan nya pada Zul.
"Makasih sekali Lagi Mas, bye hati-hati di jalan" Zul tersenyum lalu segera masuk ke dalam kuda besi nya dan melaju meninggal kan rumah keluarga Andrea.
Gadis itu memutar anak kunci pada pintu rumahnya. Dia paham jam-jam sibuk beginu pasti Mama nya ada di workshop nya memeriksa hasil kerjan para penjahitnya.
Saat kaki nya melangkah menuju kamar nya dia melihat Mama nya sedang mmenggerak kan Spatula di dalam mangkuk mixer.
"Assalamualaikum Ma"
"Waalaikum salam,lho nak kok sudah pulang? kamu sakit? "tanya Mama nya lalu beliau menghentikan kegiatannya.
" Ayo Mama bawa ke Rumah Sakit aja daripada nanti malah parah" Kata Mama sambil memegang dahi Andrea.
"Tadi Kakak sudah ke klinik di kampus Ma udah minum obat juga dari dokter, mungkin obatnya belum bereaksi tunggu 1-2 jal lagi ya Ma" Jawabnya menolak karena dia bergidik kalau sudah berurusan dengan kata Rumah Sakit.
"Ya sudah, Mama tunggu satu jam lagi ya Nak, kamu bawa tidur dulu. Mama di pavilion ya. Kalau kesakitan nanti teriak aja" kata Mama sambil mengelus puncak kepala anak gadis nya.
Andrea mengangguk dia segera masuk ke kamar dan merebahkan tubuh nya di atas ranjang.
Saat ini dia sangat menyesal sekali kenapa semalam begitu rakus menikmati se mangkuk bakso urat pedas. Sekarang perutnya masih berasa melilit dan ada rasa terbakar pada ulu hati hatinya.
__ADS_1
Ya Tuhan kenapa masih terasa sakit perut ini padahal obat sudah aku minum? Kata Andrea sendiri.
Axell.mengetuk pintu kamar Andrea beberapa kali namun tak ada sahutan dari dalam. Tak lama Mama datang dari pintu samping paviliun. Dia menegur Axell 7 tak mengganggu istirahat kakaknya.
"Kakak kenapa Ma?"
"Tadi sakit perut melilit, Dan tadi sempat berobat ke klinik katanya. Udah minum obat juga.Kakak pulang lebih cepat juga. Sekarang biarkan tidur dulu." Ibunya menerangkan sambil mengaduk teh manis untuk anak lelakinya.
"Owh gitu, ya udah deh. Axell mau ngasih ini aja."Jawab Axell sambil menunjukkan sebuah kotak berbungkus coklat.
"Kotak apa itu nak? Dan darimana?"
"Dari Mas Aryo Ma, gak tahu deh isinya" jawab Axel sambil meletakkan kotak itu di atas bufet kuno milik orang tuanya.
Mama memberikan teh hangat untuk putranya dan menyodorkan sepiring bolu pisang buatan nya tadi siang.
Axell mencomot sepotong bolu kesukannya itu sambil berselancar ke dunia maya dengan ponselnya.
Waktu makan malam tiba, Andrea tak mau ikut makan karena badan nya tiba-tiba demam dan perutnya mual. Dan kebetulan Papa sudah pulang dari kerja setelah mandi beliau mengajak anak istrinya makan malam.
Mama mengatakan jika Andre sedang kurang sehat, setelah makan malam Papa mengetuk kamar Andrea dan melihat anka gadisnya sedang meringis menahan sakit.
__ADS_1