Because I'M Ratu

Because I'M Ratu
BIR - 19


__ADS_3

Ratu berdiri didepan pintu kelas 1-2, memandangi tiga orang siswi yang sedang menatapnya. Ratu berdiri didepan kelas sembari melipat kedua tangannya didepan dada, menunggu bel pulang sekolah berbunyi.


Setelah bel berbunyi, Pak Cipto keluar kelas dan menepuk pundak Ratu. Gadis itupun menunduk memberikan salam pada Pak Cipto yang pergi.


Ratu menatap Mita yang sedang bersiap sambil berbincang dengan temannya. Ia pun menghampiri gerombolan gadis-gadis tersebut. Ratu duduk diatas meja dan menyilangkan kedua kakinya. "Kalian jangan takut, semakin kalian takut, mereka akan semena-mena. Ketakutan kalian adalah kekuatan musuh" nasihat Ratu pada Mita dan temannya.


Para adik kelas tersebut mendengarkan nasihat Ratu dengan seksama. Seperti halnya Mita, mereka juga melihat Ratu yang berbeda. Ratu yang ramah dan murah senyum sedang memberikan mereka beberapa saran serta nasihat.


"Kak, kakinya" ucap Neil seraya memukul pelan kaki Ratu. Ratu menarik tangan Neil yang melewatinya. "Bareng dong, gak pengertian banget sih, hufft" ujar Ratu kesal. Neil membantu Ratu untuk turun dari meja. Dan menunggu gadis itu memberikan perintah terakhirnya.


"Oh iya, kalian kalau mau kemana-mana jangan sendiri, minimal berdua lah, ke kamar mandi juga berdua. Tapi kalau punya pacar jangan dibagi dua ya, hehehehe. Gue duluan, bye" nasihat terakhir Ratu sebelum pergi bersama Neil.


Para gadis disana tertawa mendengarnya. Kakak kelas yang mereka kenal kejam dan dingin, rupanya humoris dan ramah. Memang tak semua hal yang kita dengar akan sama dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Ratu, Neil, Damar dan Liam berjalan bersama menuju parkiran. Untung saja Ratu bertemu Bela dan Geya, jadi dirinya tak perlu pergi ke kelas untuk mengambil tasnya.


"Kak Ratu" panggil Neil. Ratu menoleh, menatap Neil yang nampak ragu untuk memulai perbincangan. Karena menunggu terlalu lama dan Neil tak kunjung berbicara, gadis itu memukul perut Neil lalu pergi mendahului mereka.


Neil memegangi perutnya, "Sakit banget, Kak Ratu, uhuk uhuk" gumam Neil pada Damar dan Liam. "Nah loh, gu..gue gak bakal bikin Kak Ratu marah kalau ujungnya gini" celetuk Liam yang takut.

__ADS_1


Neil kembali mengejar Ratu yang hendak masuk kedalam mobilnya. Ratu menatapnya datar, tak mengharapkan apapun lagi jika pemuda dihadapannya ini ingin mengerjai dirinya sekali lagi. "Kak Ratu, besok ada janji mau kemana?" Tanya Neil spontan tanpa jeda. Damar dan Liam menatap Neil dengan cara yang aneh.


"Gak tau, kenapa? Mau ikut?" Ajak Ratu. Neil mengangguk cepat tanpa pikir panjang. Membuat Liam dan Damar menarik Neil menjauh. "Kan besok kita ada janji sama adik gue" ujar Liam. "Yaelah, tunda aja, gue juga penasaran Kak Ratu mau ketemuan sama siapa" pinta Damar meyakinkan Liam. Neil dan Damar menatap Liam dengan penuh harapan.


"I..i.. iya Kak mau ikut" jawab Liam gugup. Ratu mengiyakan, memberitahu ketiga pemuda jika dirinya akan datang menjemput mereka besok pukul tujuh pagi. Setelah itu, Ratu pun pergi meninggalkan sekolah.


Saat sampai dipekarangan rumahnya, Ratu melihat Tania yang sedang sibuk mengemas sesuatu bersama beberapa asisten rumah tangga. Ada banyak tumpukan kardus dan bahan persediaan pangan disana.


"Sayang" panggil Ratu menghampiri Tania. Ia mengecup kening adiknya. Membuat Tania spontan menggosok keningnya dengan keras.


"Kalian lagi apa?" Tanya Ratu menyelidik. Ia mengedarkan pandangannya, menatap setiap kardus disana. "Buat besok Kak, Tania mau kasih ini ke rumah singgah" jelas Tania. Ratu mengangguk mengerti, Tania begitu baik hati. Bahkan Ratu saat seusia Tania, yang ia lakukan hanyalah bermain dan bertengkar dengan teman-temannya.


Gadis itu membantu Tania dan yang lain untuk mengemas barang-barang. Tania terlihat begitu bahagia melakukan hal kecil ini. Membuat sang kakak sekali lagi kagum pada dirinya. Setelah selesai mengemas, Tania meminta Kakaknya untuk memakai mobil Toyota Alphard agar bisa membawa semua teman dan barang bawaannya.


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Esok harinya, Ratu dan Tania sudah sampai didepan rumah Leo. Tania berlari menghampiri teman-temannya yang sudah siap. Begitu juga dengan Ratu menghampiri ketiga pemuda yang sudah menunggunya didepan rumah Neil.


"Pagi menantu" sapa Papa Neil yang sedang mencuci mobilnya. "Pagi Pa" balas Ratu sembari salim pada Papa Neil.

__ADS_1


"Loh, loh, mereka mau ngapain?" Tanya Liam bingung saat melihat Tania dan temannya masuk kedalam mobil. "Kan kita mau pergi, kalian bawa motor sendiri ya" jawab Ratu lalu berjalan pergi.


"Kak Ratu, bukannya kita mau pergi sama yang telepon sama Kak Ratu kemarin? Yang Kak Ratu panggil sayang" sahut Neil yang masih terkejut tak percaya.


Ratu menatap ketiga pemuda itu dengan heran. Kebenarannya adalah ia sedang pergi bersama orang yang ia panggil sayang. "Kan yang dipanggil Kakak sayang itu Tania, Kak" sela Tania ditengah kebingungan. Sontak saja Neil, Damar dan Liam ber-o ria sambil bertatapan. Rupanya mereka telah tertipu, selama ini sosok sayang yang selalu Ratu panggil adalah Tania, adiknya.


Papa Neil tertawa mendengar perbincangan para remaja tersebut. "Menantu, ada yang cemburu sepertinya" sahut Papa Neil dengan candaannya.


"Menantu siapa Kak? Emangnya Kakak udah nikah? Kok aku gak tau Kak?" Rentetan pertanyaan itu datang begitu saja dari bibir mungil Tania. Ratu hanya bisa tertawa dan mengelus manja rambut Tania.


Tak ada pernikahan, bagaimana mungkin ada pernikahan jika yang setuju hanya salah satu pihak? Ratu hanya bisa menerima dengan pasrah karena kenyataannya ia sudah ditolak dua kali oleh orang yang sama.


"Hah? Ditolak? Kak Ratu ditolak? Mungkin cowok itu gak beres Kak" celoteh Tania yang sudah mulai ngawur. Ratu lalu menyuruh adiknya untuk segera masuk kedalam mobil, dan bersiap-siap karena mereka akan segera pergi.


"Anak Papa emang gak beres, sabar ya menantu, paling bentar lagi nyesel dia" ejek Papa Neil. Ratu tertawa mendengarnya, ia kemudian salim dan berpamitan pergi pada Papa Neil.


Ratu melajukan mobilnya, mengikuti dua motor didepannya. Ketiga pemuda itu tahu kemana tujuan anak-anak ini, sebab merekalah yang sebenarnya mengajak anak-anak ini untuk pergi ke rumah singgah. Membantu anak-anak mengerjakan tugas, tetapi mereka jugalah yang ingin membatalkannya sebab rasa penasaran mereka terhadap Ratu lebih besar.


Hampir satu jam mereka berkendara, akhirnya sampai dirumah singgah. Para pengurus rumah singgah menyambut kedatangan mereka dengan sangat ramah. Bahkan salah seorang dari pengurus disana menyambut Neil, Liam dan Damar dengan pelukan hangat.

__ADS_1


Tania dan kawannya mengeluarkan semua barang yang mereka bawa dari dalam mobil. Dibantu oleh beberapa pengurus disana, sedangkan Ratu hanya diam memandangi sekitar. Ratu tak pernah datang ke tempat seperti ini, rumah singgah untuk anak-anak jalanan.


"Kak Ratu, ayo masuk, kita bicara didalam" ajak Neil sembari menarik tangan Ratu.


__ADS_2